Meneguk Susu di Kota Susu

6 min read
0
29

genpijogja.com – Susu dan Boyolali merupakan dua kata yang saling berhubungan dalam benak khalayak ramai terutama bagi warga Jawa Tengah.

Boyolali merupakan produsen susu paling banyak di Jawa Tengah. Tidak heran jika Boyolali dijuluki sebagai kota susu.

Tidak susah menemukan rumah makan maupun angkringan yang menyediakan susu di Boyolali.

Angkringan susu di Boyolali dapat ditemukan di beberapa sudut kota. Salah satu angkringan susu paling terkenal di Boyolali adalah Si Bejo yang berada di Jalan Pandanaran No. 241, Banaran, Kecamatan Boyolali.

DSC05138

 

Angkringan Si Bejo berupa tenda beratap terpal, dan ditutupi spanduk kain. Spanduk tersebut berhias nama dan logo dari angkringan. Ketika masuk, meja-meja panjang berjejer berikut dengan berbagai makanan pendamping, teman meneguk susu.

Beberapa makanan tersebut terdiri dari berbagai sate seperti sate usus, kepala ayam, bakso, nasi kucing, hingga gorengan. Sate-satean, kepala ayam, dan gorengan dapat kamu minta secara khusus untuk dibakar.

Tidak hanya susu putih, terdapat berbagai jenis minuman susu yang dapat dipesan di Angkringan Si Bejo.

Mulai dari susu dengan rasa standar seperti susu coklat, STMJ (susu telur madu jahe) hingga soda gembira. Es juga dapat ditambahkan ke dalam susu.

Cocok untuk memadamkan rasa lemas, dan haus setelah seharian berpuasa.

Jika kurang puas dengan makanan yang ada di atas meja. Beberapa makanan ringan dan agak berat yang harus dimasak terlebih dahulu pun dapat dipesan di Angkringan Si Bejo.

Pisang owol (pisang yang digoreng lalu diberikan toping seperti keju, dan coklat), telur setengah matang, roti bakar, hingga mi instan rebus/ goreng dengan  atau tanpa telur juga tersedia di Angkringan Si Bejo.

DSC05136

 

Walaupun begitu, angkringan susu bukan sesuatu yang diciptakan di Boyolali.

“Di Boyolali, kami yang pertama kali menjual susu dengan bentuk angkringan malam-malam seperti ini” ujar salah satu penjual di angkringan Mas Bejo.

Awalnya, susu lebih banyak dijajakan pada pagi hari. Seringkali susu dijual per liter, atau biasa juga dijual per gelas. Dulu, susu jamak dijual bersama dengan nasi sambal tumpang maupun soto di beberapa warung dengan bangunan permanen.

Tidak ada kedai yang menjual susu di angkringan pada malam hari di Boyolali hingga Mas Bejo membuka warungnya 5 tahun lalu.

“Sebenarnya Si Jack di Solo terlebih dahulu, Mas”, jelas Mas Bejo.

Si Jack merupakan angkringan (atau orang-orang Solo biasa menyebutnya HIK) susu yang paling terkenal di kota Solo. Si Jack mengklaim sebagai pionir penjual susu di kota Bengawan.

Walau begitu, susu yang disediakan Si Jack dipasok dari Boyolali. Konsep angkringan susu seperti ini kemudian menjalar di kota-kota lain, termasuk Boyolali dan Jogja.

Selama saya kuliah di Jogja, angkringan susu menjadi pelarian jika rindu akan rasa susu lokal. Namun, susu yang disediakan di Jogja kebanyakan dipasok dari kecamatan-kecamatan ‘atas’ di Sleman seperti Cangkringan.

Secara umum, makanan pendamping yang disediakan maupun varian susu yang dijajakan hampir sama. Berbagai gorengan, sate-satean, dan nasi kucing disediakan di atas meja panjang.

Meneguk Susu di Kota Susu
Meneguk Susu di Kota Susu

Kedai Angkringan Si Bejo buka pada jam 5 (lima) sore, baik saat bulan puasa maupun tidak. Namun, jangan datang terlalu siang. Beberapa ‘ubo rampe’ belum tersedia semuanya sebelum jam 6 sore.

Sayangnya, Angkringan Si Bejo tidak tersedia dalam layanan ojek daring. Jadi, untuk menikmati susu harus datang langsung ke tempatnya.

Saya menutup pertemuan dengan angkringan Si Bejo dengan ‘mengaku dosa’ yang dulu pernah saya buat. Yaitu saya pernah memesan STMJ, nasi bandeng, sate bakso, dan sate usus tapi tidak saya bayar.

Perbuatan dosa di masa lalu, yang hari ini telah saya tebus dengan membayar sejumlah uang sebanyak sembilan belas ribu lima ratus rupiah dengan tunai. Artikel yang saya tulis ini adalah bunga atas utang-utang saya, yang semua manfaatnya, saya dedikasikan untuk Angkringan Si Bejo.

Semoga dilimpahkan sehat dan rezeki selama pandemi ini. Aamiin.

Load More Related Articles
Load More By Muhammad Faiz
Load More In Kuliner