Gelar Pesona Kakilangit, Kemenpar Ajak Desa Wisata Pertahankan Kearifan Lokal

6 min read
0
30

genpijogja.com – Pasar Kakilangit  menghelat Gelar Pesona Desa Wisata Kakilangit pada hari Minggu, 28-29 September 2019 di Mangunan, Bantul, DIY. Hajatan ini tidak hanya menggelar sajian khas tradisional, tapi juga beragam pertunjukkan seni tradisonal.

Seperti biasa, ketika ada hajatan, warga sekitar bahu-membahu mempersiapkan semuanya. Hingga larut malam bahkan dini hari. Warga menata pasar, panggung dan semua perlengkapan yang diperlukan. Jangan sampai ada yang tertinggal dan lupa. Pak Kencrung, salah satu pemilik homestay di Kakilangit, masih membungkus koin berbahan kayu hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Gelar Pesona Kakilangit, Kemenpar Ajak Desa Wisata Pertahankan Kearifan Lokal
Gelar Pesona Kakilangit, Kemenpar Ajak Desa Wisata Pertahankan Kearifan Lokal

Desa wisata Kakilangit punya paket lengkap 3A yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata yang maju, yaitu atraksi, amenitas dan aksesbilitas. Desa wisata Kakilangit memiliki banyak pilihan atraksi untuk disuguhkan, homestay untuk wisatawan yang ingin tinggal lebih lama dan akses jalan yang baik menuju lokasi.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali warga menata stand makanan masing-masing. Semua memakai baju tradisional, mulai dari batik, lurik hingga kebaya lengkap dengan sanggulnya. Penjual, penjaga loket, MC, pengisi acara, semua rapi berbalut baju tradisonal jawa. Baik pengisi stand hingga pengisi acara semua berasal dari daerah Mangunan. Sesuai dengan tema ‘Gelar Pesona Desa Wisata Kakilangit’ yang berada di area wisata Mangunan. Menunjukkan bahwa warga Mangunan mampu menghadirkan beragam atraksi menarik.

Setelah semua stand tertata rapi, acara dimulai pukul 09.00 WIB. Gejog Lesung mulai menyemarakkan Gelar Pesona Desa Wisata Kakilangit.  Ibu-ibu pemain gejog lesung tampak semangat menghasilkan nada dari lesung kayu yang biasa digunakan untuk menumbuk padi. Satu orang ibu bertugas memukul gong dan tiga lainnya bernyanyi. Suara mereka memang tidak semerdu artis ibukota atau diva dangdut. Tapi percayalah, penampilan sederhana ini mampu membawamu merasakan suasana khas desa. Suasana kehidupan sederhana yang rukun dan punya semangat gotong-royong.

Bergantian, pentas tari gambyong, klasik dan angklung musik digelar di panggung Gelar Pesona Desa Wisata Kakilangit. Semakin siang suasana semakin ramai dan meriah. Sembari mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan tim musik angklung, pengunjung bisa ‘jelajah rasa’ Mangunan. Gudeg manggar, soto bathok, thiwul, buntil, bubur ndeso, tahu guling dan aneka minuman tradisonal siap memanjakan lidah. Tersedia juga oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Selain pertunjukkan, acara Gelar Pesona Desa Wisata Kakilangit juga dilengkapi dengan Talk Show dan Touring Desa Wisata. Touring yang diikuti oleh pengurus desa wisata dan mahasiswa ini bertujuan untuk menjaga hubungan baik dan kerjasama antardesa. Semua peserta touring juga menjadi partisipan Talk Show yang akan membahas cara mengelola desa wisata agar mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.

Gelar Pesona Kakilangit, Kemenpar Ajak Desa Wisata Pertahankan Kearifan Lokal
Gelar Pesona Kakilangit, Kemenpar Ajak Desa Wisata Pertahankan Kearifan Lokal

Pembicara pertama adalah Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata RI Dr. Vitria Ariani. Vitria berpesan agar desa harus selalu menjadi desa.

“Desa tetap menjadi desa. Menjaga kearifan lokal dan menjadi dirinya sendiri. Desa adalah intisari budaya, kearifan lokal ada di desa. Desa berkompetisi dengan dunia global, membuka diri tapi juga harus berfikir kritis,” ujar Vitria kepada peserta talkshow.

Vitria juga menjelaskan bahwa menjadi desa wisata bukan berarti menjual desa. Tapi menawarkan desa menjadi satu tatanan sosial, pertukaran budaya dan bukan hanya masalah kapital semata. Desa perlu membangun sumber daya manusianya untuk mengelola desa dan mempertahankan kearifan lokal yang menjadi sisi unik dan pembeda. Tidak akan ada desa yang sama, kearifan lokal justru membuat desa memiliki keunikan sendiri.

HRW-Desa Wisata Kakilangit

“Desa. Satu kata, seribu cerita, sejuta karya”, ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja. Desa wisata mampu menghadirkan beragam cerita dan karya untuk siapa saja. Beliau juga menegaskan, “Ga perlu cari jati diri, tengak-tengok. Desa sudah punya keunikan sendiri.”

Acara Gelar Pesona Desa Wisata Kakilangit ditutup dengan Jathilan Kreasi. Semua pengunjung ikut bergembira dan bagi pengurus desa wisata, mereka pulang membawa rencana baru bagi masa depan. Bagaimana menata desa, mempertahankan kearifan lokal serta bangga menjadi warga desa.

Baca juga artikel tentang Destinasi Digital atau tulisan menarik lainnya Kazebara.
Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Destinasi Digital