Ngopi Santai Ala Teras Rumah Sendiri di Tropical Cafe Yogyakarta

7 min read
0
115

genpijogja.com – Menemukan tempat ini semacam menemukan suasana ‘teras rumah sendiri’. Tropical Cafe Yogyakarta buka persis di depan rumah pemiliknya.

Suasana yang menyenangkan Tropical Cafe Yogyakarta ditawarkan untuk menikmati secangkir bahkan hingga bercangkir-cangkir kopi. Menghabiskan malam sembari bercengkrama dengan kawan. Sesantai-santainya, seakrab-akrabnya. Kalau sudah ada kopi di antara kita, semua jadi sama. Sama-sama manusia biasa saling bertukar cerita.

Meski letaknya di dalam kawasan perumahan, menemukan tempat ini tidak sulit. Alamat Tropical Cafe Yogyakarta di jalan Banteng Utama II, Tambakan, Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kalau kamu lewat jalan Kaliurang, Tropical Cafe Yogyakarta berada di Km.8 lalu masuk ke jalan Banteng Utama No.11 Sleman. Lurus saja, permisi dulu boleh lah saat melewati makam. Di gang ke-3 belok kanan, Tropical Cafe Yogyakarta tepat di kiri jalan. Coffee shop ini buka dari jam 13.00 hingga 01.00 WIB.

Tropical Cafe YK

Kedai Tropical Cafe Yogyakarta sederhana dengan bar di teras rumah. Kalau cuaca sedang cerah, beberapa meja kursi ditata rapi di depan rumah.  Meski jauh dari kesan cafe be-ruangan cozy yang dipenuhi kursi-kursi empuk dan hembusan hawa dingin AC, tapi justru suasana di Tropical Cafe Yogyakarta bakalan susah kamu dapatkan di tempat lain.

Ngopi di Tropical Cafe Yogyakarta, kamu akan merasa bagaikan ngopi di rumah sendiri. Free wifi juga tersedia buat kamu yang sering gatel untuk selalu update media sosial atau sekadar mengerjakan tugas kuliah.

Pilihan bean-nya banyak. Ada Arjuna, Sidikalang, Robusta Temanggung, Kerinci, Robusta Merapi, Gayo Aceh dan house blend ala Tropical Cafe Yogyakarta. Kata mas Sulistyo, pemilik Tropical Cafe Yogyakarta, Kerinci dan Gayo jadi favorit pelanggan kafe.

Mas Sulistyo ini sudah memulai bisnis kopi sejak tahun 2008. Ketika kedai kopi belum menjamur seperti sekarang ini.

“Tropical Cafe Yogyakarta ini awalnya dari dorongan seorang teman. Ada filosofinya, kenapa logo Tropical Cafe Yogyakarta ini ada bintang tiga. Kebetulan beliau ini pangkatnya bintang tiga,” kata mas Sulistyo.

Mas Sulistyo, pemilik Tropical Cafe Yogyakarta, orang yang ramah dan enak banget diajak ngobrol. Kamu bahkan bisa belajar nyeduh kopi di pemilik Tropical Cafe Yogyakarta.

Semuanya manual, tanpa mesin. Kata mas Sulistyo, gratis asalkan serius mau belajar. Kalau sudah bisa seduh kopi, juga boleh datang dan seduh kopimu sendiri. Benar-benar seperti ngopi di teras rumah sendiri pokoknya.

Nah, kenapa namanya Tropical Cafe Yogyakarta? Ya, karena Indonesia itu iklimnya tropis, selain itu Mas Sulistyo ini ingin mengangkat kopi-kopi nusantara.

“Indonesia ini kaya, hampir setiap daerah punya biji kopi dan punya cita rasa masing-masing. Contoh Merapi dan Temanggung punya karakter sendiri,” ungkap Mas Sulistyo.

“Kopi kita kopi nusantara. Kita mau ngopi enak gak perlu ke Belanda, gak perlu ke Itali. Kopi kita gak kalah dengan luar negeri,” lanjut mas Mas Sulistyo.

Beliau juga punya kepedulian kepada petani kopi. Dulu petani kopi keuntungannya sedikit, yang banyak ya keuntungan tengkulak dan pemilik cafe. Padahal petani sudah bekerja keras untuk menghasilkan biji kopi yang baik.

Tropical Cafe YK

Tropical Cafe Yogyakarta sudah menerapkan fair trade. Semua bean-nya diambil langsung dari petani. Jadi petani mendapatkan keuntungan lebih besar daripada mereka jual ke tengkulak. Mas Sulistyo ini benar-benar datang ke petani langsung untuk melihat kualitas bean yang dihasilkan.

“Petani gak tahu kalau harga kopi mereka bisa mahal. Yang jadi masalah petani. Makanya tugas kita sebagai pecinta kopi memberikan edukasi kepada mereka supaya merawat kopi layaknya anak sendiri. Petani bisa meningkat ekonominya karena kopi,” ujar pemilik Tropical Cafe Yogyakarta ini.

Ternyata, ngopi itu tidak sesederhana nyeruput hasil seduhan, tapi juga menumbuhkan kepedulian kepada mereka yang menanam.

Karena diambil langsung dari petani, harga kopi di Tropical Cafe Yogyakarta ini terjangkau. Mulai dari harga Rp10.000 untuk single origin dan Rp15.000 untuk varian latte. Juga menerima roasting dengan harga yang terjangkau. Kamu tinggal hubungi Mas Sulistyo di nomor 0817-4126-008.

Tropical Cafe Yogyakarta tidak hanya ada di daerah Banteng, tapi ada juga rumah makan yang lebih besar di jalan Kaliurang Km.14.

Konsepnya rumah makan full kayu dilengkapi dengan suasana garden. Nyaman untuk makan dan ngopi juga, tapi sayangnya saat saya membuat artikel ini, rumah makan tersebut sedang direnovasi hingga bulan puasa nanti. Kalau sudah selesai, bisa banget nih mampir ke Jakal atas buat ngopi cantik di sana.

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Tempat Nongkrong