Launching Martadas, Produk Inovatif BUMKal Sendang Makmur

5 min read
1
234

Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Sendang Makmur meluncurkan produk inovatif baru berupa Martabak Pedas (Martadas) sebagai lini usaha pertama yang dibuka oleh Kalurahan Sendangadi. Martadas diklaim menjadi martabak pedas pertama di Jogja, dengan varian original, keju dan mozarella. Jadi kuliner satu ini wajib dicoba kalau kamu pecinta makanan pedas, apalagi pecinta martabak. Bisa dibeli langsung di outletnya yang berada di jalan Griya Taman Asri, Grojokan, Pandowoharjo. Dari Masjid Suciati Saliman ke arah utara sekitar 100 meter. Di sebelah kanan jalan ada outlet berwarna merah yang cukup mencolok.

martabak pedas martadas

Ryan Indarto, selaku Direktur BUMKal mengatakan bahwa martabak dipilih karena, setelah melakukan riset, kuliner satu ini memiliki banyak penggemar. Kemudian, Ryan bersama dengan timnya membuat martabak dengan cita rasa pedas yang belum ada sebelumnya. Selain itu, Martadas ingin membuat martabak yang tadinya lekat dengan image jajanan kaki lima menjadi naik kelas. Untuk itu, Martadas menyediakan outlet yang nyaman dan free wifi, harapannya agar pembeli nyaman dan sekaligus bisa menjadi tempat nongkrong anak muda.

“Mudah-mudahan dengan pembukaan ini langsung bisa jalan dan kalau sudah mendapat respon dari masyarakat kami akan menyediakan outlet yang lebih baik lagi,” ungkap Sugengno, Lurah Sedangadi pada pembukaan outlet Martadas, Minggu malam (04/02).

Martadas 3

Martadas diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan pegelola BUMKal seperti karyawan dan masyarakat sekitar. Dimulai dari bahan-bahan martabak yang diperoleh dari penjual lokal serta membuka lapangan kerja baru. Jika usaha ini berkembang, maka manfaatnya akan dirasakan lebih banyak orang. Ryan mengungkapkan kedepannya, dia dan tim BUMKal merencanakan outlet Martadas tidak hanya satu. Tapi akan berkembang outlet-outlet yang lebih kecil di setiap minimarket yang ada di wilayah Sendangadi.

Sementara Martadas buka dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Kamu yang ingin mencoba, bisa langsung dapat ke outletnya atau memesan melalui layanan pesan antar. Tidak perlu takut kepedesan, karena di outlet Martadas juga tersedia minuman pendamping martabak.

Terbentuknya BUMKal Sendang Makmur

BUMKal sebenarnya sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hanya karena di Jogja menggunakan penyebutan Kalurahan, maka namanya disesuaikan menjadi BUMKal. “Sebenarnya bagian dari pengembangan desa, sesuai dengan amanah Kementerian Desa Tertinggal itu, setiap Kelurahan atau Desa harus mempunyai BUMDes. Kita mencoba untuk berusaha dari awal dari modal yang semampu kami, dari dana desa,” ungkap Sugengno.

Martadas

Proses terbentuknya BUMKal Sendang Makmur tergolong unik karena tidak melalui penugasan atau penunjukan dari Kalurahan. Tim BUMKal dibentuk melalui perekrutan terbuka. “Jadi Kalurahan itu buka seleksi untuk anggota BUMKal, istilahnya pengurus BUMKal lah. Seleksi diadakan terus disounding ke dukuh-dukuh. Kita dapat informasi itu dari RW setempat, terus kita ngajukan lamaran, CV gitu toh terus ada proses tahapan-tahapan seleksi,” ungkap Ryan.

Ryan menambahkan, BUMKal Sendang Makmur dilantik oleh Lurah Sendangadi pada tanggal 4 Januari 2024. Setelah dilantik Ryan bersama timnya melakukan riset dan terus berkoordiasi hingga bisa launching Martadas.

“Kedepannya saya pengen Kalurahan hanya untuk pelayanan masyarakat, kalau untuk bisnis diserahkan kepada BUMDes atau BUMKal. Harapan saya, yang namanya anak muda itu punya potensi untuk membangun BUMDes cuma masih banyak yang takut untuk mengelola. Jadi, jangan takut, kapan lagi sih anak muda mau masuk ke lingkaran Kalurahan kita sendiri kalau tidak melalui BUMDes,” pungkas Ryan.

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Event