Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2022 Berlangsung Meriah

6 min read
0
11

Festival Kebudayaan Yogykarta (FKY) 2022 secara resmi dibuka pada Senin (12/09) di Pedestrian Teras Malioboro 1 tepat di depan ruang Cendrawasih. Pembukaan ini tak hanya diselenggarakan secara langsung namun juga dapat disaksikan secara daring melalui laman fky.id

Acara pembukaan FKY 2022 dibuka dengan penampilan dari Drummer Guyub Yogyakarta. Mereka adalah komunitas para penabuh perkusi yang sudah berdiri sejak 2016 di Yogyakarta. Penampilan mereka sebagai pembuka acara seremonial pembukaan FKY memberikan kesan yang sangat meriah. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya dan doa bersama.

Drummer Guyub Yogyakarta dalam FKY 2022

Laporan dari Ketua FKY 2022 juga disampaikan oleh Doni Maulistya kepada seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia melaporkan bahwa visi utama dari pagelaran festival tahunan ini adalah Pencatatan Budaya yang merupakan bentuk kelanjutan dari Festival Kebudayaan Yogyakarta di tahun sebelumnya. 

Ia juga menyampaikan bahwa gelaran FKY 2022 akan disebar dan diselenggarakan dalam bentuk hybrid dengan harapan dapat menjadi upaya untuk mencari bentuk yang ideal sebagai sebuah festival kebudayaan sehingga memiliki kemampuan jelajah yang kuat terhadap unsur-unsur kebudayaan yang ada di masyarakat. 

Hal ini juga diperkuat dengan sambutan yang diberikan oleh Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan DIY). Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa menciptakan kolaborasi antarkabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kerja pelaksanaannya adalah hal yang perlu ditekankan dan masih menjadi PR besar agar bisa saling terintegrasi dan bersinergi hingga dapat memberikan dampak yang nyata. 

Adanya Festival Kebudayaan Yogyakarta 2022 ini juga diapresiasi oleh Hilmar Farid, selaku Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Ia berharap bahwa FKY dapat menjadi contoh bagi banyak tempat untuk merayakan keberagaman. 

Acara pembukaan FKY 2022 kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan yang disampaikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Provinsi DIY. Ia menyampaikan bahwa budaya tinggi tidak harus selalu berwujud kesenian yang rumit, tapi harus dibuktikan dari bagaimana bangsanya dapat terus bertahan hidup. 

Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Ketua FKY, Kepala Dinas Kebudayaan DIY dan jajaran pejabat DIY

““Untuk itulah, penyelenggaraan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) sudah seharusnya jangan dijadikan agenda rutin tahunan semata. Tetapi, kesinambungan kualitatif festival ini harus selalu ditingkatkan gayutnya dengan perluasan berbagai dimensinya. Dengan begitu, festival ini akan memiliki greget bagi pengembangan seni dan budaya, maujud dalam pencapaian karya budaya yang apresiatif, berbekal dua kata kunci inovasi dan kreasi,” tambah beliau. 

Selaras dengan visi kerja berkelanjutan yang diusung oleh FKY yang diharapkan tidak hanya berhenti sebagai sebuah acara perayaan saja namun juga dapat digunakan untuk mengukur dan memaknai berbagai capaian dan kekurangan serta dapat menjadi sebuah evaluasi kedepannya. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pagelaran tari kolosal yang berjudul “Sasaji Amarta”. Tari ini merupakan tari kolaborasi dari seniman-seniman yang berasal dari lima kabupaten/kota yang adad di Daerah Isitimewa Yogyakarta. Tari ini ditampilkan oleh  seniman kolaborasi dari Pendapa Budaya dan Satria Aji dari Kabupaten Bantul, Kricing Manis Dance Studio dari Sleman, Sanggar Sripanglaras dari Kabupaten Kulon Progo, Sanggar Kendhalisada dari Gunungkidul dan Sanggar Ngalancur dari Kota Yogykarta. 

Tari Sesaji Amartha dalam Pembukaan FKY 2022

Tari “Sasaji Amarta” memberikan kemeriahan dan kesan luar biasa pada pembukaan FKY 2022. Garapan tari kolosal ini melibatkan Baron Setiaji sebagai penulis naskah, Galuh Putri Satyarini sebagai sutradara dan Andhy Setiawan sebagai koreografer. Tari ini menceritakan 5 wilayah yang hidup berdampingan dan memiliki ciri khas masing-masing. Sebagai ungkapan syukur ke Sang Hyang Widhi mereka melakukan ritual. Ritual ini dilakukan sebagai wujud terimakasih atas tanah dan air menggunakan gentong-gentong kecil berisikan air yang dibawa masing-masing yang kemudian dituang dalam sebuah gentong besar. 

Penampilan tari ini tak hanya rapi namun juga syarat akan makna yang luar biasa. Diakhir tari, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) DIY dan Ketua FKY juga turut serta dalam prosesi penuangan air yang dimaknai sebagai simbol bersatunya tanah air dari berbagai wilayah dalam satu wadah besar bernama Bumi Amarta sebagai simbol Yogyakarta. 

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In Destinasi Wisata