Majang Tarub, Simbol Harapan Agar Pengantin Selamat dan Sejahtera

8 min read
0
114

Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta akan menggelar pernikahan agung atau lebih sering disebut Dhaup Ageng. Prosesi rangkaian acara pernikahan ini dilaksanakan putra bungsu dari K.G.P.A.A. Paku Alam X dan G.K.B.R.A.A. Paku Alam yakni B.P.H. Kusumo Kuntonugroho, S.P., M.Eng., dengan putri dari dr. Tri Prabowo dan (alm) dr. Wijayatun Handrimastuti, yakni dr. Laily Annisa Kusumastuti. Berbagai persiapan telah dilakukan, salah satunya adalah Upacara Majang Tarub serta Majang Pasereyan yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 Jumadilakir Jimawal 1957 bertepatan dengan 7 Januari 2024.

Bertempat di tratag rambat Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, Gusti Pangeran Harya Indrokusumo beserta Bandara Pangeran Harya Kusumo Bimantoro memimpin prosesi ini. Do’a dan Wilujengan mengawali yang kemudian dilanjutkan majang tarub yang terdiri dari pasang bleketepe dan pasang tuwuhan di Kuncung Tratag Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, Tratag Kagungan Dalem Kepel, Kagungan Dalem Regol Danawara, Kagungan Dalem Pawon Ageng, dan Tratag Kagungan Dalem Bangsal Kepatihan.

Adapun Majang Pasareyan dilaksanakan di Kagungan Dalem Gedhong Ijem (Kamar Calon Pengantin Laki-Laki), Kagungan Dalem Gedhong Purwaretna (papan upacara tampakaya), Kagungan Dalem Kepatihan Gandhok Wetan (Kamar Calon Pengantin Putri). Prosesi majang pasareyan di pimpin oleh Cepeng Damel Putri Bandara Raden Ayu Indrokusumo didampingi Bandara Raden Ayu Kusumo Bimantoro dan para sedherek Dalem putri.

Dhaup Ageng

Makna Upacara Majang Tarub dan Majang Pasereyan

Tarub dalam bahasa Jawa berarti ‘hiasan untuk pernikahan’, meliputi dedaunan yang memuat makna sekaligus menyimbolkan harapan bagi pengantin agar kelak hidup selamat dan sejahtera. Bleketepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa yang dimaknai sebagai penyaring energi negatif diharapkan penyelenggaraan prosesi pernikahan dapat berjalan dengan selamat, lancar dan dalam berkah-Nya.

Majang ‘menghias supaya indah’ adalah menata dengan terencana atas segenap perlengkapan yang akan digunakan oleh calon pengantin laki-laki dan perempuan di kamar masing-masing. Diharapkan dalam hidup berumah tangga sang pengantin kelak senantiasa mampu menata diri sehingga tercipta suasana yang indah, harmonis.

Rangkaian acara pernikahan akan dilaksanakan mulai tanggal 7 sampai dengan tanggal 11. Disebut Dhaup Agěng karena mengikuti tradisi kerajaan yang tidak dapat disaksikan setiap saat oleh masyarakat. Karakteristiknya memancarkan aura kebesaran dan keagungan. Pada peristiwa ini prosesi perkawinan B.P.H. Kusumo Kuntonugroho, S.P., M.Eng. dengan dr. Laily Annisa Kusumastuti diselenggarakan di Kagungan Dalěm (selanjutnya disingkat KD) Bangsal Sewatama dengan mengikuti tata cara yang berlaku di istana Pakualaman.

“Manifestasi Kecerdasan Bathara Indra” menjadi tema Dhaup Agěng. Karakter utama Bathara Indra adalah sifat kecendekiawanannya, yaitu gemar belajar dan selalu termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Perwujudan kecerdasan Bathara Indra direpresentasikan dalam sebuah wastra batik dengan motif Indra Widagda ‘Indra yang pandai’, yang bersumber dari teks Asthabrata dalam naskah kuno Sěstradisuhul (1847).

Pesan moral pada teks dan motif batik ini diharapkan dapat menjadi penuntun kecerdasan pikir dan hati B.P.H. Kusumo Kuntonugroho, S.P., M.Eng. beserta istri dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, semua pihak yang terlibat dalam rangkaian upacara Dhaup Agěng juga akan dapat meneladani karakter Bathara Indra yang cerdas dalam hal intelektual, emosional, dan spiritualnya.

Dhaup Ageng Puro Pakualaman

Rangkaian Acara Adat Dhaup Agěng

  • Prosesi Dhaup Agěng diawali dengan Rangkaian Kegiatan Wilujengan. Pertamatama, Bucalan (3-1-2024) dari kata bucal ‘buang’ dimaknai sebagai membuang atau menyingkirkan semua rintangan dan gangguan secara metafisik maupun nyata dari seseorang yang mempunyai rencana tidak baik. Juga merupakan bentuk permintaan ijin kepada semua makhluk yang ada serta tetap memohon perlindungan Tuhan. Dilanjutkan dengan Wilujěngan (3-1-2024) yang pada intinya memohon keselamatan kepada Tuhan sang Maha Bijaksana, diharapkan seluruh rangkaian acara Dhaup Agěng mulai dari persiapan pelaksanaan, prosesi Dhaup Agěng, sampai berakhirnya acara dapat berjalan dengan selamat dan lancar. Sehari berikutnya, yaitu (4-1-2024) dilakukan Ziarah ke makam para leluhur Paku Alam di KD Astana Kuthagedhe dan KD Astana Giriganda, disempurnakan dengan kegiatan Doa Bersama (5-1-2024) di KD Masjid Agung, KD Masjid Trayu, KD Masjid Sunyaragi, KD Masjid Giriganda, dan KD Masjid Wates.
  • Prosesi Dhaup Agěng selanjutnya adalah Pasang Tarub dan Majang, dilakukan pada hari Minggu Pon, tanggal 7 Januari 2024 mulai pukul 10.00.
  • Prosesi Dhaup Agěng berikutnya adalah Nyěngkěr, Siraman Putri, Siraman Kakung, Tantingan, Midodareni, dan Tuguran.
  • Kegiatan Inti Dhaup Agěng, meliputi Ijab, Panggih, Sungkěman, Resepsi Hari Pertama, Tampa Kaya dan Dhahar Klimah dilaksanakan Rabu Legi, 10 Januari 2024. Upacara Ijab dilakukan di KD Masjid Agung Pakualaman pukul 08.30 dengan wali nikah adalah dr. Tri Prabowo, M.Kes., Sp.PD., FINASIM dan sebagai saksi adalah K.P.H Jurumartani dan Prof. Dr. drg. Sudibyo, Sp.Perio(K). Pukul 10.30 dilaksanakan Upacara Panggih di Tratag KD Bangsal Sewatama.
Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Event