Home Kuliner Wedang Ronde Pak Chip, Memang Ajib.

Wedang Ronde Pak Chip, Memang Ajib.

7 menit waktu baca
114

Luasnya langit tampak mulai menguning emas dan dingin udara mulai menyapa. Berbondong-bondong para pegawai memenuhi jalanan kota untuk pulang, tak hanya mereka saja tentunya. Para muda-mudi pun turut bersolek menghiasi akhir pekan. Kala itu hari Sabtu, aku berkeliling kota Wates sembari menunggu kawanku. Kami berjanji untuk bertemu demi sebuah kata sepakat, Tripod miliknya segera menjadi hak milikku. Sore itu kami sebenarnya akan bertemu di suatu tempat, tempat yang tak asing bagi ratusan warga kota Wates. Terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar Jl. Stasiun.

Tempat yang kami tuju itu adalah Wedang Ronde Pak Chip. Bagi warga Wates, tempat ini bukan tempat yang asing. Mereka telah menjadi pecandu ronde Pak Chip yang selalu “mangkal” di perempatan Jl. Stasiun setelah Adzan Ashar berkumandang. Pak Chip sendiri tinggal di daerah Wates, lebih tepatnya di dusun Jogoyudan, berseberangan dengan gedung Pegadaian Kota Wates.

Tugu Monumen Nyi Ageng Serang, Simpang lima, Wates, Kulon Progo.

Setelah berkeliling kota, sekitar maghrib, aku melewati sebuah tugu monumen ikonik milik Kulon Progo. Itu adalah patung Nyi Ageng Serang, patung seorang wanita yang mengendarai kuda dengan gagahnya. Beliau adalah salah satu pahlawan nasional. Setelah melewati monumen kemudian aku lurus menuju utara, melewati perempatan Pasar Wates arah stasiun Wates hingga aku sampai di Wedang Ronde Pak Chip. lapak Wedang Ronde Pak Chip berada di persimpangan Jl. Stasiun sebelah kiri jalan. Disana telah berjejer kursi plastik di belakang grobaknya, penuh dengan pembeli yang menunggu pesanan mereka selesai dibuat. Aku pun harus rela mengantri, yah tidak apa-apa sembari menunggu temanku yang belum terlihat batang hidungnya.

Rondene setunggal, Pak Chip.(Rondenya satu, Pak Chip.)” kataku memesan ronde dan langsung duduk menunggu disajikan.

Njih mas, ditenggo sekedap njih.(Ya mas, ditunggu sebentar ya.)” balas beliau sambil tersenyum.

Ternyata memang benar, Pak Chip ini orangnya ramah. Setiap kali ada pelanggan yang mampir ataupun sekedar lewat di depan gerobak ronde miliknya, beliau selalu menyapa dengan senyum. Kalau diamati Pak Chip ini memang tidak pernah murung dalam bekerja. Kata beliau,”Nyambut gawe dinggo seneng wae mas, rasah digawe susah(Bekerja dibuat senang aja mas, gak usah dibuat susah)”.

Gerobak Ronde Pak Chip tidaklah besar. Hanya seperti gerobak biasa yang dipakai penjual keliling pada umumnya. Namun gerobak ini memiliki jasa besar dalam kehidupan beliau. Sebab, berjualan ronde ini menjadi mata pencaharian utama Pak Chip. Dahulu sejak tahun 1982, Pak Chip berdagang Wedang Ronde secara berkeliling kota Wates dan Pengasih. namun karena sudah mulia banyak pelanggan, beliau memutuskan untuk membuka lapak gerobaknya didekat rumah sejak 1991. Kala itu lahan yang ditempati gedung BPD DIY masih berupa pasar kelapa, cerita beliau sambil melayani pembelinya.

Satu porsi Ronde Pak Chip biasa dijual dengan harga Rp 6.000,-. Porsinya tidak terlampau besar, tidak juga kurang. Porsi yang pas agar pembeli bisa merasakan nimatnya sajian. Dalam 1(satu) mangkuk ronde berisi 2 biji bola ronde, kolang-kaling, roti dan kacang kupas yang disangrai. Seluruhnya dicampur dengan sirup jahe dan air panas. Nyoss!!! Rasanya benar-benar mantab, hawa dingin setelah berkeliling kota pun segera hilang. Bola Rondenya kenyal, dan isinya yang terbuat dari adonan gula jawa menambah manis kuah. Sedangkan kacangnya menjadi semacam sensasi wow tersendiri ketika dikunyah. Selama aku menikmati hidangan ronde, hilir mudik pembeli tak pernah berhenti. Ada yang disantap di tempat, adapula yang dibungkus untuk dibawa pulang. Kalau dihitung ada sekitar 100 pelanggan yang setiap hari membeli ronde miliknya, kata Pak Chip. Maklum, Pak Chip memang membuka lapaknya setiap hari. Bahkan di musim hujan sekalipun.

Pak Chip hanya tidak berjualan ditempat itu ketika mendapat pesanan partai besar. Biasanya sudah ada yang antar jemput gerobaknya dari rumah sampai lokasi. Jika dihari biasa(jam 15.00-habis) Pak Chip sanggup menjual sekitar 100-200 porsi, dalam partai besar beliau bisa menyajikan 500-800 porsi setiap harinya.

Oh nampi pesenan kagem resepsinan to, pak? Lha mbok mbenjing kulo pesen. Hehehe (Oh menerima pesanan untuk resepsi, pak? Bolehlah besuk saya pesan juga.Hehehe) tanyaku sambil bercanda.

Monggo mas, saged menghubungi garwo kulo. Sms nopo telpun wonten ing 087839622277. (Silahkan mas, bisa pesan melalui istri saya. Sms atau telfon di 087839622277).” sahut Pak Chip sambil membalas tawaku. Yah, candaku dianggap serius. Eh tapi ada info penting nih buat para “mudikers” di Kulon Progo, Ronde Pak Chip tetap buka dihari-hari besar. Jadi besuk kalau mudik jangan lupa mampir, ya.

Muat Lagi Dari Dody Hendro W
Muat Lebih Banyak Di Kuliner