Home Kuliner Vein Coffee, Kafe Nyaman di daerah Deresan Sleman

Vein Coffee, Kafe Nyaman di daerah Deresan Sleman

5 menit waktu baca
13

Menikmati secangkir kopi paling tepat adalah ketika malam tiba, terlebih ketika berkumpul dengan teman disuatu tempat sembari nongkrong menghabiskan malam.

Namun acara ngopi kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Memilih waktu siang hari untuk menikmati kopi bukanlah pilihan yang salah. Karena tak selamanya kopi dapat dinikmati dalam penyajian yang panas pada saat cuaca dingin. Buktinya, kopi juga enak untuk dinikmati dalam penyajian yang dingin dengan beberapa potong es batu.

vein kopi2

Tempat ngopi yang aku pilih kali ini adalah Vein Coffee. Sebenarnya bukan murni pilihanku, melainkan ajakan salah seorang teman. Menurutnya, memilih Vein Coffee untuk menikmati kopi di siang hari adalah pilihan yang tepat.

Selain karena kopi yang ditawarkan, suasana Vein Coffee sangat cozy untuk mengerjakan tugas kuliah. Contohnya temanku ini, datang ke Vein Coffee sambil mencari inspirasi untuk tugas kuliahnya. Tentu saja dengan ditemani secangkir kopi untuk memunculkan ide. Tak lupa beberapa camilan biar perut tidak kosong, antisipasi supaya asam lambung tidak naik karena perut kosong.

Vein Coffee beralamat di jalan Deresan lV no.25, Candok, Condongcatur, kec. Depok, kabupaten Sleman. Vein Coffee sangatlah mudah dijangkau, apalagi untuk para mahasiswa UGM dan UNY, karena memang lokasinya berada di utara Selokan Mataram, tak jauh dari kampus peternakan UGM.

vein kopi

Lalu apakah yang istimewa dari Vein Coffee itu sendiri?

Tepat sekali, baristanya. Yang biasanya identik dengan laki-laki tampan, bertindik atau bertato macho. Lain halnya di Vein Coffee, kala aku berkunjung hari Minggu yang lalu. Ada seorang cewek menggunakan jilbab di belakang meja kasir. Aku kira dia hanyalah kasir di Vein Coffee, tapi ternyata dia juga merangkap sebagai barista.

Kebiasaan bercanda yang sering kulontarkan untuk mengakrabkan suasana, coba kuterapkan disituasi ini. Sambil bercanda namun pertanyaan yang terucap dari mulutku cukup serius. Rasa penasaranku dengan kopi tapi terkendala asam lambung yang sering naik usai menikmati secangkir kopi.

Anna, nama barista Vein Coffee, mulai menawarkan beberapa pilihan kopi yang ada. Di antaranya ada arabika Bali, Jawa dan Sumatera. Lantas kutanyakan mana kopi yang cocok untukku agar asam lambung tetap bersahabat tapi tetap bisa menikmati secangkir kopi?

Anna menyarankan mencoba kopi arabika Jawa saja. “Rasa kopinya tidak terlalu tajam, kak”, katanya.

“Mana yang lebih dominan rasa kecutnya, mbak?”, tanyaku lagi. Anna menunjuk ke toples biji kopi dengan tempelan bertuliskan Bali. Oke, baiklah. Aku memilihnya sesuai petunjuk dari barista Vein Coffee.

Wah, memang tidak salah pilihan ngopiku kali ini. Selain tempatnya yang cozy untuk mengerjakan tugas, barista Vein Coffee asyik diajak ngobrol dan ramah. Dia juga paham betul karakter si biji kopi yang tersedia di Vein Coffee. Untuk minuman cadangan aku pilih segelas es teh manis, semanis baristanya Vein Coffee.

vein kopi1

Menu makan siang pilihanku di Vein Coffee adalah lotek bakwan ganda. Tak berapa lama, es kopi vietnam drip yang aku pesan datang. Sepintas kuamati tidak nampak adanya es batu di dalamnya, namun dingin ketika dipegang. “Kalau ada beberapa potong es batu pasti kopi ini lebih nikmati lagi?”, gumamku dalam hati.

Namun tak masalah, karena setelah diaduk kemudian disruput, kesegaran dan cita rasa kopinya tidaklah mengecewakan. Soal harga tak usah bingung, segelas vietnam drip panas dibandrol harga 18 ribu rupiah sedang untuk yang dingin 3 ribu lebih mahal, yaitu 21 ribu rupiah.

Harga yang cukup murah untuk dia yang memberi kenyamanan di hati, benar kan?

Muat Lagi Dari ardiphoto
Muat Lebih Banyak Di Kuliner