Usung Tema Inklusifitas, ARTJOG 2022 Gaet Seniman Anak dan Difabel

5 min read
2
37

genpijogja.com – Garapan seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia, ARTJOG akan kembali hadir di Jogja National Museum (JNM). Perhelatan besar ini akan kembali dibuka untuk umum setelah dilakukan secara hybrid selama masa pandemi dua tahun belakangan.

ARTJOG 2022 akan digelar selama dua bulan, mulai tanggal 7 Juli hingga 4 September dengan mengusung tema Expanding Awareness.

Direktur Artjog, Heri Pemad mengungkapkan rasa syukurnya karena ARTJOG 2022 dapat kembali digelar setelah melewati masa-masa sulit di tahun 2020 dan 2021. Ia dan pihaknya memastikan ARTJOG 2022 akan dibuka untuk publik persis seperti tahun sebelum adanya pandemi.

“Alhamdulillah, akhirnya ARTJOG 2022 bisa dikerjakan. Ini buah dari refleksi yang telah dilakukan selama penyelenggaraan ARTJOG di masa sulit sejak tahun 2019,”jelas Heri.

Ia juga berharap dengan dibukanya ARTJOG 2022 untuk publik akan memberikan kesegaran dan interaksi dari para seniman ke masyarakat agar dialog-dialog seni tidak hanya terbatas di kalangan tertentu saja.

Usung Tema Inklusifitas, ARTJOG 2022 Gaet Seniman Anak dan Difabel

Tema yang diusung tahun ini cukup berbeda dengan perhelatan ARTJOG di tahun-tahun sebelumnya. Berbagai kalangan terlibat dalam pameran besar tahunan di jogja ini, salah satunya adalah anak dan remaja.

Agung Hujatnika, selaku kurator dari ARTJOG 2022 mengatakan dalam pameran tahun ini akan ada 14 seniman anak dan remaja yang lolos seleksi dari total 70 karya yang masuk dari seluruh tanah air. Dilibatkannya anak dan remaja dalam perhelatan seni rupa professional ini adalah salah satu upaya dari ARTJOG dalam mendorong perluasan kesadaran inklusivitas.

“Ini pertama kali, ARTJOG buka kesempatan untuk anak-anak dan remaja. Karena semua pihak sebenarnya bagian dari kesenian inklusivitas,” ungkap Agung pada Konferensi Pers yang diselenggarakan di Artotel Suites Bianti, kamis (30/6).

Agung juga bercerita bahwa banyak anak yang sangat antusias dengan hadirnya ARTJOG ini. Bahkan ada anak yang sempat bertanya kapan dapat ikut dalam pameran ARTJOG. Dari sini Agung dan tim memberikan ruang tersebut bagi anak dan remaja yang juga menjadi bagian dari masyarakat.

ARTJOG 2022 Usung Tema Inklusifitas

Gading Paksi selaku Program Manager ARTJOG menyambut baik usulan dan tema ini. Menurutnya, selama pandemi anak-anak banyak terabaikan karena masalah kesehatan. Karenanya mereka harus dirangkul juga dilibatkan dalam pameran.

Ia dan pihaknya berharap semua kalangan dapat hadir dan menikmati perhelatan seni akbar tahunan ini.

Salah satu karya yang dapat dinikmati anak-anak yang berkunjung adalah instalasi yang digarap oleh Tempa. Mereka membuat sebuah instalasi yang dapat berubah-ubah sesuai dengan apa yang dilakukan oleh pengunjung anak-anak.

“Kami bekerjasama dengan kelompok seniman bernama Tempa yang kemudian mengerjakan satu instalasi yang bentuknya modul. Instalasi ini dapat disusun dan berubah sesuai dengan apa yang pengunjung lakukan. Ini adalah sebuah proyek komisi ARTJOG yang masih kecil skalanya tapi masih bisa dikembangkan lagi kedepannya,” ungkap Gading.

Tak hanya melibatkan anak dan remaja, ARTJOG tahun ini juga menggandeng komunitas difabel sebagai wujud konkrit dari tema Expanding Awareness ini. Beberapa kelompok yang digandeng salah satunya Jogja Disability Arts (JDA) dan Sanggar Seni Komunitas Tuli BA.

Selain itu, ARTJOG 2022 juga mengadakan berbagai program pendukung seperti ARTJOG Kids Program, Weekly Performance, Young Artist Award, Exhibition Tour, Meet the Artist dan berbagai workshop.

Detail jadwal dari ARTJOG 2022 dapat diakses melalui laman http://www.artjog.id atau juga dapat diakses melalui media sosial ARTJOG.

Untuk mengunjungi ARTJOG 2022, Pengunjung hanya ditarik biaya tiket masuk sebesar 75 ribu rupiah saja. Tiket ini juga dapat dipesan melalui website atau juga dapat melakukan pembelian langsung di tempat (on the spot). Pengunjung juga dapat membeli tiket pre-sale melalui situs resmi ARTJOG mulai hari ini (1/7) hingga lima hari kedepan (5/7).

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In News