UNESCO dan Citi Indonesia Dukung Branding Bahagia untuk Wirausaha Muda

6 min read
0
56

Tinggal di daerah yang menjadi objek wisata apalagi yang banyak pengunjungnya harus pintar memanfaatkan peluang yang ada. Namun terkadang adanya hambatan kemampuan, modal, maupun akses menjadi kendala. Bertolak dari keinginan untuk mengembangkan potensi terutama untuk wirausaha muda yang tinggal di sekitar situs warisan dunia seperti Candi Prambanan dan Borobudur inilah program “Branding Bahagia” yang merupakan kerjasama CITI Foundation dan ini UNESCO ini digelar.

Peserta Branding Bahagia UNESCO dan Citi Indonesia
Peserta Branding Bahagia UNESCO dan Citi Indonesia

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Creative Youth at Indonesian Heritage Site, yang bertujuan membangun kapasitas wirausaha muda kreatif yang tinggal di sekitar 4 destinasi utama Indonesia yakni Borobudur, Prambanan, Danau Toba, dan Kota Tua Jakarta.

Program “Branding Bahagia” menggandeng Srengenge Advertising Agency dan 6 perguruan tinggi di Yogyakarta yakni Universitas Gadjah Mada, Modern School of Desain (MSD), Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain (STSRD) VISI, Universitas Mercu Buana, Universitas Atmajaya, dan Institut Seni Indonesia untuk mendorong kolaborasi antara mahasiswa dengan wirausaha muda untuk mengembangkan brand dari produk atau layanan yang dimiliki para penerima manfaat.

Pelatihan branding ini menyediakan peluang dan pengalaman baru bagi para mahasiswa dari 6 perguruan tinggi di Jogja untuk mengevaluasi serta mengembangkan skema branding baru dari produk yang dihasilkan oleh 114 wirausaha muda di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Bagi mahasiswa, ini adalah kegiatan yang menarik karena memberi kesempatan untuk bekerja secara langsung dengan para penerima manfaat sebagai klien. Sehingga secara tidak langsung para mahasiswa dapat belajar berbagai tantangan yang dihadapi para penerima manfaat dalam mengembangkan usahanya.

Dalam program ini, jumlah klien yang ditangani oleh para mahasiswa dari setiap universitas terbagi sebagai berikut: ISI menangani 40 klien, Universitas Atmajaya 14 klien, STSRD VISI 30 klien, UGM 14 klien, MSD 10 klien dan Universitas Mercu buana 5 klien.

Kolaborasi para wirausaha muda dengan mahasiswa dalam program ini tidak hanya menguntungkan dua belah pihak, namun lebih jauh juga merupakan strategi untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Hasil kolaborasi selama lima bulan dari para mahasiwa dan wirausaha penerima manfaat untuk mengevaluasi dan mengembangkan skema branding baru inilah yang kemudian dipamerkan di Pendopo Art Space, yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Wirjono Projodikoro, Krapyak Panggungharjo Sewon selama 3 hari mulai tanggal 1-3 Juli 2019 melalui pameran “Branding Bahagia” dan resmi dibuka tanggal 1 Juli 2019.

Pembukaan pameran diawali dengan acara talkshow yang menghadirkan nara sumber Moe Ciba, Head Culture Unit UNESCO Jakarta, Elvera N Makki dari CITI Foundation, K. Candra Negara Direktur Hubungan Antar Lembaga Luar Negeri Bekraf, Eri Rosdi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya, Annisa Maharani dari Srengenge Advertising dan Baskoro Suryo Ganindro dari ISI.

Dalam talkshow tersebut Elvera N Makki dari CITI Indonesia mengatakan bahwa tujuan program ini adalah mendorong penghasilan bagi anak muda di area wisata dunia, hal ini sejalan dengan yang disampaikan Moe Ciba dari Unesco yang menyatakan perhatian kepada generasi muda yang tinggal di sekitar situs warisan budaya penting untuk dilakukan agar masyarakat merasakan dampak positif dari situs warisan budaya yang ada di wilayahnya.

Sementara itu K. Candra Negara dari BEKRAF menganjurkan agar peserta “Branding Bahagia” segera mendaftarkan diri ke BEKRAF Information System on Mobile Application (BISMA) agar dapat nengikuti berbagai program yang disenggarakan BEKRAF bagi pelaku ekonomi kreatif. Karena Kegiatan ini sejalan dengan BEKRAF, yang mendukung kreativitas untuk meningkatkan daya saing dengan negara luar.

Pameran “Branding Bahagia” sendiri akan menghadirkan berbagai kegiatan lainnya, seperti konsultasi bisnis dan marketing dan berbagai workshop menarik, yang sangat sayang jika dilewatkan.

Baca juga artikel menarik lainnya Sapti Nurul Hidayati.

Load More Related Articles
Load More By sapti nurul hidayati
Load More In Event