UMA Yumcha, Dim Sum Enak dan Viral di tengah Kota Jogja

6 min read
1
117

genpijogja.com – Hai sobat, kamu suka dim sum? Makanan khas Tionghoa ini memang bikin nagih. Dim sum merupakan makanan kecil yang biasanya dimakan saat sarapan atau brunch. Bahan dasarnya adalah daging ayam. Bentuknya seperti siomay dan bakpao, tapi sebenarnya ada bermacam-macam.

Siapa sangka di sudut kota Jogja, tepatnya di pasar tradisional Condronegaran terdapat dim sum enak dan murah. UMA YUMCHA nama warungnya. Alamat lengkapnya di jalan Kp. No. 980 Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Dim sum Uma Yumcha ini sudah viral sekitar awal tahun 2019. Karena sudah lama penasaran dan ingin mencicipinya, sore itu saya bergegas ke sana seorang diri. Oiya, Uma Yumcha ini buka pukul 17.00 WIB sampai habis.

Baca juga: Mie Ayam Tumini, Mie Ayam Legendaris Jogja yang tak pernah sepi.

umaaa

 

Saya sengaja berangkat pukul 16.00 WIB karena tidak ingin antri begitu lama. Perjalanan membelah jalanan Jogja sedikit terhambat akibat macet jam pulang kantor. Sesampainya di pojok Benteng Kulon saya lurus ke arah selatan, di kanan jalan ada gapura Gedongkiwo dengan lambang khas Kraton. Masuk saja di perempatan pertama sisi kanan, di situlah lokasi pasar Condronegaran berada.

Pasar ini tidak terlalu besar dan Uma Yumcha berada tepat di tengah-tengahnya. Gerobaknya persis di dalam pagar, nampak dari luar dengan spanduk besar. Tempat duduk pelanggan berada di belakangnya memanjang beralaskan tikar.

Saya disambut ramah oleh penjualnya yaitu mas-mas yang masih muda. Saya mendapat antrian nomor lima, padahal masih sepi dan belum jam buka. Uma Yumcha ini memiliki 6 varian toping dimsum, yaitu wortel, udang, kepiting, daging asap, jamur dan lobster.

Satu buah dim sum harganya Rp3.000 saja dan saya memesan semua varian tersebut agar lengkap mencicipi semua toppingnya. Selain itu ada ceker pedas, harganya juga sama hanya Rp3.000 saja. Jika haus, kalian bisa memesan minuman ke warung-warung sebelah karena Uma Yumcha hanya menjual dim sum saja.

Baca juga: Hati-hati makan Oseng Mercon Bu Narti, lidah bisa meledak.

umad

Saat saya datang, pelayan Uma Yumcha mengatakan bahwa dim sum-nya belum matang. Harus menunggu 30 menit dahulu. Di warung ini terdapat enam pelayan, lima laki-laki dan satu perempuan. Sebut saja Alvian dan Heru, mereka sangat sabar menjawab semua rasa keingintahuan saya terhadap dim sum yang viral ini.

Menurut Alvian, Uma Yumcha sudah menjual dim sum sejak 2 tahun lalu. Namun tidak seramai saat ini. Sebelumnya Uma Yumcha dijual via aplikasi online. Tetapi sejak viral, pelanggan jadi membludak dan akhirnya berhenti menjual via online. Meski begitu, sehari-hari biasanya sekitar 1.500 dim sum habis terjual.

Menjelang maghrib, para pelanggan mulai ramai berdatangan. Pesanan saya pun tiba, seporsi dim sum dan ceker pedas. Oiya, sausnya di sini khas kata Alvian. Dia menyebutkan saosnya berasal dari negeri Cina nan jauh di sana.

Saya mulai melahap satu persatu dimsum yang disajikan. Lembut dan gurihnya dim sum bercampur saus pedas yang khas berhasil menggoyang lidah. Rasanya enak sekali. Ceker pedasnya juga sangat lembut dan empuk. Mereka bilang ceker milik Uma Yumcha dimasak dengan presto hingga empuk sampai ke tulang.

Baca juga: Sensasi  lembut dan gurihnya Yammie Pathuk Jogja

umacek

Uma Yumcha ini letaknya strategis, dekat dengan Masjid Condronegaran. Sehingga bagi kalian yang mau sholat maghrib atau isya saat mengantri Uma Yumcha dapat beribadah dulu. Tidak jauh, hanya sekitar 50 meter, jalan kaki pun sampai. Makan kenyang, ibadah pun tenang.

Jadi, kapan ajak kawan-kawanmu kuliner sore atau malam di sini?

Baca juga artikel terkait Kuliner atau tulisan menarik lainnya Sany Maya.
Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In Kuliner