Ullen Sentalu, Pesona Museum dengan Kisah Romansa para Puteri

6 min read
0
73

Kota Kasunanan
Gusti Sayang

Kupu tanpa sayap
Tak ada di dunia ini
Mawar tanpa duri
Jarang ada atau boleh dikata tak ada
Persahabatan tanpa cacat
Juga jarang terjadi
Tetapi cinta tanpa kepercayaan
Adalah suatu bualan terbesar di dunia ini

Salah satu syair yang menarik perhatianku di kala aku berkunjung ke Museum Ullen Sentalu. Syair ini dibacakan oleh pemandu kami dan membuat kami sebagai pengunjung seketika tertarik untuk membaca syair lainnya. Begitupun dengan kisah sejarah dari syair tersebut. Syair tersebut diarsip dengan cantiknya di satu ruangan yang bernama Kampung Kambang lebih tepatnya Bilik Syair Tineke. Syair indah berisikan petuah yang ditulis oleh kerabat keraton untuk Puteri Tineke. Puteri Tineke adalah puteri dari Pakubuwono XI yang memiliki nama asli Koes Sapariyam.

Konon katanya Puteri Tineke memiliki kisah romansa yang pelik. Puteri Tineke mencintai seorang pangeran namun tidak mendapatkan restu dari orang tuanya atau sang Raja. Sang Raja tidak merestui hubungan Puteri Tineke karena sang pangeran bukan putera mahkota. Padahal dalam peraturan kerajaan Puteri Tineke harus menikah dengan seorang putera mahkota. Puteri Tineke menjadi patah hati dengan keputusan orang tuanya. Kerabat dan sahabat Puteri Tineke berusaha menghibur dengan syair puisi yang ditulis dalam rentang tahun 1939-1947. Namun kisah romansa Puteri Tineke berakhir indah. Puteri Tineke berhasil menikah dengan sang pangeran kekasihnya walaupun dengan konsekuensi Puteri Tineke harus melepas status ningratnya. Waow begitulah secuil kisah Puteri Tineke yang bisa menjadi oleh-oleh dari kunjungan di Museum Ullen Sentalu.

 

ullen sentalu
ullen sentalu

Museum Ullen Sentalu menawarkan kisah kehidupan Kraton Jogja dan Solo yang dikemas secara apik dan tidak membosankan. Benda-benda peninggalan sejarah dikelompokkan ke dalam beberapa ruangan yang memudahkan pengunjung untuk mencerna kisah sejarah dari benda peninggalan sejarah tersebut. Ada satu ruangan yang membuat saya tertarik kembali untuk menguliknya. Ruangan itu bernama Ruang Putri Dambaan.

Ruang Puteri Dambaan berisikan koleksi foto dari Gusti Nurul. Siapakah Gusti Nurul? Gusti Nurul yang memiliki nama lengkap Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumowardhani merupakan Puteri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII. Mengapa saya tertarik dengan ruangan ini? Ruangan ini berisikan koleksi foto Gusti Nurul yang menurut saya tidak biasa pada zamanya. Foto-foto Gusti Nurul yang menceritakan bahwa sang Puteri memiliki talenta yang luar biasa. Gusti nurul semasa mudanya berbeda dengan puteri lainnya. Gusti Nurul pandai menari, menulis puisi, berenang, bermain tenis dan juga berkuda. Sungguh seorang Puteri multitalenta. Dikabarkan juga bahwa Gusti Nurul memiliki pemikiran yang sangat modern pada jamannya. Tak lepas dari talenta yang Ia miliki Gusti Nurul juga memiliki kisah romansa yang unik. Banyak lelaki yang tertarik akan paras cantik dari sang Puteri begitu juga dengan talentanya. Gusti Nurul banyak ditaksir oleh tokoh nasional seperti Sukarno, Sutan Sjahrir dan Sultan Hamengkubuwono IX namun Ia menolaknya dengan alasan tidak ingin dipoligami. Padahal poligami merupakan hal wajar dalam kehidupan kraton.

museum ullen sentalu
museum ullen sentalu



Nah itulah kisah romansa dari dua orang Puteri Kraton pada masanya yang diabadikan di Museum Ullen Sentalu. Menarik bukan? Museum Ullen Sentalu yang berlokasi di bawah kaki Gunung Merapi membuat suasana damai nan syahdu sehingga terasa lengkap ketika berpadu dengan kisah romansa para Puteri Kraton yang tentunya menambah wawasan dan pengetahuan tentang budaya, sejarah pada masa lalu. Ditambah dengan arsitektur bangunan yang unik. Pengunjung diajak untuk menyusuri lorong demi lorong seakan menyusuri lorong waktu pada masa lampau. Namun sayangnya di Museum Ullen Sentalu tidak diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi baik foto ,video maupun rekaman suara. Tapi memang sebaiknya teman-teman datang langsung saja ke Museum Ullen Sentalu untuk menikmati dan merasakan atmosphere kraton pada masa lampau yang epic.

Siapa yang ingin jalan-jalan ke museum? Kebetulan Dinas Kebudayaan memiliki sebuah program yaitu Wajib Kunjung Museum yang merupakan sebuah fasilitas untuk mengenalkan museum kepada masyarakat umum di Yogyakarta. Sehingga kita bisa jalan-jalan ke museum dengan zero cost alias gratis.


Load More Related Articles
Load More By Andita Kirana Dewi
Load More In Destinasi Wisata