Tribute to Djaduk Ferianto, Sinten Remen Lantunkan Syair Kerinduan di Prambanan Jazz Festival 2020

5 min read
0
28

genpijogja.com – Lagu Harus Bahagia yang dibawakan dengan ceria dan semangat oleh Yura Yunita menutup gelaran Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 selama dua hari, 31 Oktober – 1 November 2020 di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta.

Bertempat di candi Hindu terbesar di Indonesia, sejumlah musisi papan atas turut menyuguhkan penampilannya, diantaranya Nadin Amizah, Pamungkas, Andmesh Kamaleng, Ardhito Pramono, dan Yura Yunita.

Prambanan Jazz 2020 Sinten Remen 3

Jangan salah, bukan hanya musisi asal Ibu Kota saja yang ikut memeriahkan konser megah ini. Sinten Remen feat Endah Laras sebagai grup lokal pun turut andil, memberi kesan tersendiri.

Pada hari kedua Prambanan Jazz Virtual Festival 2020, Minggu (1/11/2020), Sinten Remen berhasil tampil memukau. 4 lagu yang dibawakannya membuat syahdu sekaligus bahagia, terbilang sukses menghidupkan suasana.

Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 menjadi kali pertama Sinten Remen mengikuti gelaran konser tahunan yang sudah dihelat sebanyak 6 kali ini. Sayangnya, pembentuk grup Sinten Remen, Djaduk Ferianto telah lebih dulu berpulang ke pangkuan Tuhan.

Tepat setahun yang lalu, Djaduk Ferianto meninggal dunia. Oleh sebab itu, penampilan Sinten Remen di Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 dipersembahkan untuk sosoknya.

Syair Kerinduan menjadi lagu pertama yang Sinten Remen bawakan. Endah Laras selaku vokalis tampil merdu dengan penuh penghayatan.

Prambanan Jazz 2020 Sinten Remen 5

Endah Laras mengaku terharu bisa membawakan lagu Syair Kerinduan di gelaran Prambanan Jazz Virtual Festival 2020. Bagaimana tidak, biasanya ia membawakan lagu itu bersama dengan Djaduk Ferianto yang kini pun dirindukannya.

Meski begitu, Endah Laras mengatakan tidak perlu ada lagi air mata. Saat ini, Sinten Remen hanya butuh semangat untuk terus berkarya, menghiasi musik Indonesia.

“Aku terharu. Tidak boleh ada air mata ya. Kita doakan saja. Dengan semangat, kita harus melanjutkan karya Djaduk Ferianto,” ungkap Endah Laras di sela-sela penampilannya di panggung Prambanan Jazz Virtual Festival 2020.

“Lagu Syair Kerinduan dulu dibuat pas saya belum lama mengenalnya (Djaduk Ferianto). Tapi sekarang kok sudah kerasa benar-benar rindu ya,” imbuhnya.

Menurut Endah Laras, lagu Syair Kerinduan yang dibawakannya di Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 mampu mengobati kerinduan akan sosok Djaduk Ferianto.

Di bawah rintik gerimis hujan yang datang dan pergi silih berganti, Sinten Remen kemudian menyanyikan lagu kedua, berbahasa Belanda. Adapun judul lagunya adalah Geef Mij Maar Nasi Goreng, garapan Louisa Johanna Theodora Wieteke van Dort atau Tante Lien.

Prambanan Jazz 2020 Sinten Remen 10

Wanita yang lahir di Surabaya pada 16 Mei 1943 silam menetap di Indonesia, sebelum akhirnya pindah ke Belanda di usia 14 tahun hingga sekarang.

Konon katanya, lagu ini menjadi kenangan tersendiri baginya. Selama di negeri Belanda, Tante Lien merindukan cita rasa masakan Indonesia seperti tertuang dalam lirik lagunya: Nasi Goreng, Tahu Petis, Onde-Onde, dan lain sebagainya.

Kemudian lagu ketiga yang dibawakan oleh Sinten Remen dalam gelaran Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 adalah Ngguyu Bareng-Bareng.

Endah Laras menuturkan, lagu ini pas untuk dibawakan di situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang terjadi. Sebab, bagaimana peliknya hidup sekarang, bahagia tetap wajib hukumnya.

Prambanan Jazz 2020 Sinten Remen 8

“Mari kita ngguyu (tertawa) bareng-bareng. Di masa pandemi ini kita harus tertawa bahagia,” kata Endah Laras.

“Ini lho ada hiburan asyik banget di tengah pandemi, rugi kalau gak nonton. Saya doakan yang nonton duitnya banyak, besok bisa nonton lagi,” sambungnya dengan bahasa Jawa.

Terakhir, pada lagu keempat Sinten Remen membawakan lagu Sunda berjudul Es Lilin. Dengan busana bernuansa Jawa, Sinten Remen menghadirkan suasana cerita. Sebab, mereka juga berjoget lepas di pentas berlatar belakang Candi Prambanan Yogyakarta.

Menurut sejumlah penonton yang meninggalkan tanggapan di kolom komentar, penampilan Sinten Remen memukau lantaran bisa menghadirkan nuansa lintas budaya, Jawa dan Sunda.

Prambanan Jazz 2020 Sinten Remen 11

Load More Related Articles
Load More By Hernawan
Load More In Event