Home Destinasi Wisata Titik Nol Kilometer, Eksotisme di Jantung Kota Yogyakarta

Titik Nol Kilometer, Eksotisme di Jantung Kota Yogyakarta

6 menit waktu baca
31
Titik O km Yogyakarta
Titik O km Yogyakarta

Titik Nol Kilometer dapat dikatakan sebagai jantung Kota Yogyakarta. Kawasan tersebut hampir tidak pernah sepi dari aktivitas masyarakat, mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari, bahkan di tengah malam pun masih ada saja orang yang nongkrong maupun berlalu-lalang di sana.

Secara administratif, kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta termasuk ke dalam wilayah Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan. Kota Yogyakarta. Kawasan tersebut berupa persimpangan yang mempertemukan empat ruas jalan, yaitu Jalan KH. Ahmad Dahlan dari sisi barat, Jalan Margo Mulyo dari sisi utara, Jalan Panembahan Senopati dari sisi timur, dan Jalan Pangurakan dari sisi selatan.

Titik Nol Kilometer Yogyakarta cukup mudah untuk dijangkau karena letaknya yang sangat strategis itu. Jarak dari Stasiun Tugu sebagai salah satu gerbang masuk ke Kota Yogyakarta pun hanya sekitar 1,5 kilometer, cukup dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit melewati Jalan Malioboro. Bagi pengguna moda transportasi umum dapat memakai Bus Trans Jogja, terdapat 8 trayek yang melewati kawasan Titik Nol Kilometer dan 3 halte yang berada di sekitarnya.

Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjadi salah satu spot favorit bagi para wisatawan. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akan mampir ke kawasan tersebut, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Keberadaan bangunan-bangunan lawas di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.

Salah satu bangunan lawas terkenal adalah Benteng Vredeburg yang terletak di sebelah utara Titik Nol Kilometer. Di sebelah selatan Benteng Vredeburg terdapat Monumen Serangan Umum Satu Maret, tempat tersebut terkadang dijadikan sebagai venue pentas musik atau kesenian-kesenian lainnya yang menambah semarak suasana di kawasan Titik Nol Kilometer.

Menyeberang Jalan Panembahan Senopati, pengunjung akan menemui dua bangunan dengan gaya kolonial berukuran besar di sisi selatan sebelah timur Titik Nol Kilometer, yaitu Gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Satu lagi bangunan dengan gaya kolonial nan eksotis adalah gedung Bank BNI yang berada di sebelah barat Titik Nol Kilometer.

Selain itu, di sisi utara sebelah barat Titik Nol Kilometer, terdapat sebuah gedung yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, itulah Istana Kepresidenan Yogyakarta atau masyarakat setempat sering menyebutnya dengan nama Gedung Agung.

Penataan ruang di sekitar Titik Nol Kilometer yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menambah keeksotisan kawasan tersebut. Ketika malam tiba, gemerlap lampu-lampu di sepanjang jalan dan bangunan-bangunan menambah semarak suasana. Tidak lupa terdapat bangku-bangku tempat duduk yang disediakan untuk para pengunjung. Saat ini juga sudah dibangun sebuah toilet bawah tanah berstandar internasional yang terletak di depan Gedung Bank Indonesia.

Tidak hanya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Titik Nol Kilometer, masyarakat sekitar Yogyakarta pun banyak yang senang menghabiskan waktunya sambil nongkrong di sana. Selain itu, kawasan Titik Nol Kilometer juga sering dijadikan tempat berkumpul beberapa komunitas di Yogyakarta. Tidak jarang ditemukan sekelompok pemuda yang duduk melingkar sambil bercengkrama dan berdiskusi.

Salah satu pengunjung yang aku temui, Rivsat, pemuda berusia 26 tahun yang kos di sekitar Jalan Kaliurang, mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke kawasan Titik Nol Kilometer. Selain untuk nongkrong bersama teman-temannya, dia juga senang memotret di tempat tersebut, bahkan dia pernah membuat sebuah video tentang suasana di kawasan itu.

Titik Nol Kilometer Yogyakarta memang sangat menarik untuk dijadikan objek fotografi. Setiap sudut di sana dapat menghasilkan gambar yang indah jika dipotret. Apalagi pada waktu-waktu tertentu akan dipasang beberapa instalasi seni karya seniman-seniman lokal maupun nasional. Tidak heran jika kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta beberapa kali digunakan untuk syuting film maupun sinetron.

Kawasan Titik Nol Kilometer sendiri terbuka untuk dikunjungi selama 24 jam. Namun menurutku, waktu terbaik untuk pergi ke sana adalah pada pagi, sore, dan malam hari. Akan lebih menyenangkan lagi jika berkunjung ke kawasan tersebut pada saat diadakannya suatu pawai, festival, atau pentas seni.

Titik O km Yogyakarta
Titik O km Yogyakarta
  • Candi Barong

    Menyambut Senja di Candi Barong

    Berwisata di candi sembari menikmati momen matahari terbenam merupakan hal yang menyenangk…
  • Nongkrong Santai di Seven Sky

    Nongkrong Santai di Seven Sky

    Akhir tahun 2017 lalu, Lippo Plaza Jogja meluncurkan sebuah venue baru yang cukup unik. De…
Muat Lagi Dari Prima Dini Indria
Muat Lebih Banyak Di Destinasi Wisata