Tetap Berkarya saat Pandemi, Pameran Seni ‘Daya Hidup’ Hadir di Tengah Masa Sulit

5 min read
0
28

genpijogja.com – NOM Management, sebuah manajemen seni yang kerap menyelenggarakan event seni dan budaya di Yogyakarta kembali menginisiasi pameran. Kali ini, mereka menghelat pameran seni bertajuk ‘Daya Hidup: Kesempatan dalam Ruang Yang Sulit’, di Museum dan Tanah Liat (MDTL), Bantul, Jogja.

Pameran seni ‘Daya Hidup: Kesempatan dalam Ruang Yang Sulit’ dibuka secara langsung oleh Butet Kartaredjasa pada Sabtu (17/04). Acara ini dihadiri oleh berbagai seniman yang terlibat, para kolektor, juga tamu undangan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Daya Hidup yang diangkat sebagai tema dalam pameran ini dirasa paling mewakili semangat pantang menyerah para seniman di tengah pergulatan hidup yang sulit di masa pandemi.

Butet kartaredjasa membuka pameran secara resmi

Pameran ‘Daya Hidup: Kesempatan dalam Ruang Yang Sulit’ ini juga hadir sebagai apresiasi energi murni yang sebenarnya ada dalam setiap makhluk. Sebuah energi yang mendorong kita untuk maju dan berkembang untuk melampai kesulitan-kesulitan yang ada.

Acara pembukaan pameran dimulai dengan penampilan dari Tanah & Friends yang dilanjutkan dengan sambutan dari May Mawar, selaku pihak NOM Management.

Dalam sambutannya May Mawar menyampaikan selamat dan semangat bagi semua seniman yang terlibat dalam gelaran pameran kali ini.

“Selamat bagi semua seniman yang telah berhasil mencurahkan karyanya pada pameran  kali ini. Semangat terus untuk selalu hidup dan berjuang. Serta saya sampaikan Terimakasih bagi semua pihak yang telah menyukseskan acara ini”, ungkap May Mawar.

Pengunjung pameran menikmati pameran

Tak lupa, Butet Kartaredjasa yang juga hadir dalam acara pembukaan pameran ‘Daya Hidup: Kesempatan dalam Ruang Yang Sulit’ menyampaikan rasa bangga nya terhadap acara ini.

“Saya datang kesini tidak pakai kaos oblong dan pakai sepatu ini menunjukkan respect saya terhadap acara ini. Pandemi memang sulit, namun seniman tidak boleh berhenti untuk memberi warna”, ujar Butet Kartaredjasa.

Acara pembukaan pameran Daya Hidup juga diiringi dengan pemotongan tumpeng dan pemberian suvenir dari pihak panitia kepada Butet Kartaredjasa.

Tidak kurang 42 karya seni dari 26 seniman-seniman yang terdiri dari berbagai usia, baik seniman senior maupun seniman muda terpampang nyata di pameran ini.

Akomodasi ini menjadi semangat dari tajuk ‘Daya Hidup: Kesempatan dalam Ruang Yang Sulit’ yang diusung pameran bahwa semangat daya hidup adalah milik semua, baik yang telah mapan maupun masih muda.

Adapun seniman-seniman yang turut berpartisipasi antara lain Agusti, Ali Efendi, Anjastama HP, AT Sitompul, Bestrizal Besta, Budi Ubrux, Diana Puspita Putri, Digie Sigit, Dipo Andy, Dodi Irwandi, Fatoni Makturodi, Gusmen Hariadi, Handiwirman Saputra, I Putu Adi Suanjaya (Kencut), Joko Sulistiono, Jumaldi Alfi, Justian Jafin Wibisono, Klowor Waldiyono, M Fadhlil Abdi, Nurohman, Oktaviyani, Ong Hari Wahyu, Ostheo Andre, Septian Adi Perdana, Sri Lestari Pujihastuti, Ugo Untoro.

Pameran Daya Hidup

Setelah prosesi pemotongan tumpeng selesai, acara dilanjutkan dengan pemotongan pita yang menandakan pameran telah dibuka secara resmi.

Para tamu undangan kemudian diajak berkeliling ruang pameran bersama dengan para seniman yang juga turut hadir dalam acara ini.

Pameran ini dapat dikunjungi secara langsung di Museum dan Tanah Liat (MDTL) yang beralamatkan di Jl. Kersan RT 05, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta mulai dari tanggal 18-27 April 2021 pukul 10.00 – 17.00 WIB dengan menaati protokol kesehatan.

Pameran ini juga dapat diakses melalui website NOM Management di laman NOM Management.

Melalui website yang juga diluncurkan pada pembukaan pameran Daya Hidup, Sabtu (17/04) ini, pengunjung dapat mengakses katalog pameran, menikmati berbagai foto dan video pameran serta berinteraksi dengan pihak NOM Management.

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In News