Sukses, Lebih Dari 100.000 Orang Kunjungi ArtJog 2019

6 min read
0
80

Penampilan Yura Yunita, Jogja Hiphop Foundation dan Megahits Selection secara resmi menutup serangkaian acara spektakular ARTJOG MMXIX, minggu (25/8) malam. Selama 32 hari ARTJOG telah berhasil menghadirkan presentasi total 122 karya dari 39 seniman seni rupa di Jogja National Museum. Tahun ini bahkan ARTJOG MMXIX berhasil menarik lebih dari 100.000 pengunjung publik  dari dalam dan luar negeri.

Baca juga: Arts in Common Space Ramah dan Membumi Untuk Segenap Kalangan Audiens

Sukses, Lebih Dari 100.000 Orang Kunjungi ArtJog 2019
Sukses, Lebih Dari 100.000 Orang Kunjungi ArtJog 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Sejak sore hari pengunjung telah memadati area panggung untuk menyaksikan acara penutupan ARTJOG MMXIX. Rangkaian acara penutupan diawali dengan video yang menayangkan kisah terbentuknya Warung Murakabi, menunjukkan betapa pentingnya mempertahankan “warung” bagi masyarakat Indonesia. Dalam video tersebut juga ditampilkan suasana Warung Murakabi yang akrab dan hangat dengan sajian produk lokal hasil kolaborasi dari banyak artisan di Jogja.

Warung Murakabi adalah representasi dari interaksi masyarakat yang menghasilkan jiwa gotong royong. Hal inilah yang ingin dihidupkan melalui Warung Murakabi. “Pameran kali ini awal dari langkah panjang dari Murakabi Movement untuk membantu menyembuhkan masyarakat dan apa-apa yang ada di dunia,” ungkap Singgih S. Kartono.

Singgih juga mengucapkan terimakasih kepada ARTJOG MMXIX dan segenap pihak yang terkait telah memberikan kesempatan untuk Warung Murakabi. Hanya di Warung Murakabi ini pengunjung bisa benar-benar berinteraksi akrab sembari makan dan minum.

Baca juga: Buka ArtJog 2019: Sri Mulyani Ajak Pengunjung Sayangi Alam Lewat Seni

Warung Murakabi lahir dari kolaborasi seniman lintas disiplin; Santi & Miko dari Indieguerillas dengan Singgih Susilo Kartono (Spedagi Movement) yang memiliki kegelisahan tentang pemberdayaan warga lokal serta kebanggaan atas produk lokal. Seiring dengan semakin matangnya gagasan yang akan diusung, kolaborator lain seperti Agung Satriya Wibowo dari Ekoliterasi Jogja, Adamuda, Sindhu Prasastyo dari Sapu upcycle, dan Lulu Lutfi Labibi pun turut bergabung. Selama sebulan penuh Lulu Lutfi Labibi menghadirkan busana rancangannya di Warung Murakabi.

Dalam rangkaian acara penutupan ARTJOG MMXIX juga diumunkan pemenang lelang. Proyek lelang Gotong Royong Murakabi dimulai sejak 31 Juli 2019 dan berakhir 18 Agustus 2019 dan dilakukan secara online melalui website, sebagai upaya untuk mendukung pergerakan Murakabi agar terus berlanjut.

Terdapat 3 karya yang telah dilelang, pertama ‘Gotong Royong Murakabi’ berupa Spedagi Rodacilik atau Minivelo yang didesain oleh Singgih S. Kartono dan dikustom oleh indieguerillas, Sindhu Prasastyo (Sapu upcycle) dan Lulu Lutfi Labibi. Karya yang kedua adalah ‘Es Campur’, kursi sedan didesain oleh Singgih S. Kartono dan seat cover customized by Indieguerillas. Terakhir adalah ‘The Kolempencapir’, KuBo Magno wooden radio desain Singgih S. Kartono dengan cover kain oleh Indieguerillas.

Pemenang lelang Gotong Royong Murakabi adalah Anas Alimi. Secara simbolis dilakukan penyerahan radio kayu kepada Heri Pemad mewakili Anas Alimi yang berhalangan hadir saat acara penutupan ARTJOG MMXIX.

Heri Pemad sekaligus menutup secara resmi ARTJOG MMXIX diikuti oleh tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton yang hadir. Acara penutupan ini dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Yura Yunita, Jogja Hip-Hop Foundation dan Megahits Selection.

Tema Arts In Common: common|space periode pertama telah berakhir. Akan tetapi, tema besar Arts in Common masih digunakan hingga dua tahun ke depan.

Baca juga: Common|Space Menjadi Tema Utama ArtJog 2019

Sukses, Lebih Dari 100.000 Orang Kunjungi ArtJog 2019
Sukses, Lebih Dari 100.000 Orang Kunjungi ArtJog 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Seusai acara penutupan, penonton melesak maju ke depan panggung untuk menikmati penampilan dari Yura Yunita. Semua bersuka cita menyanyi bersama, menikmati malam terakhir ARTJOG MMXIX. ARTJOG akan kembali digelar pada 23 Juli – 30 Agustus 2020 mendatang.

Setelah penampilan apik Yura disusul oleh Jogja Hip Hop Foundation dengan salah satu lagu popularnya Jogja Istimewa. Membuat suasana malam penutupan menjadi sepenggal memori indah tentang Jogja. Diakhiri oleh Megahits Selection, malam gegap gempita tersebut akan meninggalkan rindu pada ARTJOG selanjutnya.

Baca juga artikel menarik lainnya Kazebara.

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In News