Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!

7 min read
0
21

genpijogja.com – Halo, Sobat Kuliner Genpi Jogja. Sudah dapat menu kuliner baru apa lagi hari ini? Kali ini saya mau cerita tentang warung yang belum lama ini saya kunjungi. Lokasinya berada di jalan Wates km.27, Gunung Gempal, Giripeni, Wates.

Jika kalian datang dari arah Kota Yogyakarta, warung ini berada di sisi kiri jalan. Sekitar 300m dari Samsat Kulon Progo, kalian akan menemukan warung bertuliskan Soto Tubruk. Kira-kira seperti apa ya rasanya? Yuk, kita simak.

Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!
Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!

Hampir setiap hari melewati jalan Wates dan sekali setiap pekan saya pergi ke Alun-alun Wates untuk joging. Menjaga kesehatan itu penting, kan? Hehe. Karena sering melintas di jalan Wates, tentu saya tahu jika ada hal baru di sekitarnya.

Beberapa bulan lalu, saya melihat ada warung makan baru. Melihat tulisannya saya menjadi penasaran. “Soto Tubruk?” tanya saya dalam hati. Warungnya sederhana namun unik lantaran bangunannya menggunakan kayu dan daun palem sebagai hiasan. Hmm, ala-ala bangunan desa jaman dahulu. Lokasi warung yang tepat dipinggir jalan membuatnya mudah ditemukan. Lokasinya bisa klik di link ini.

Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!
Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!

Setelah sekian purnama, akhirnya saya menyempatkan diri untuk mampir. Awalnya sih mau berbarengan dengan teman yang tinggal di daerah itu, tapi dia sedang ada urusan di luar kota. Akhirnya saya berangkat sendiri.

“Mbak, saya pesan sotonya satu, ya?”, kataku kepada penjaga warung sambil mengacungkan satu jari menunjukkan jumlah.

“Baik, Mas. Soto sapi atau soto ayam, Mas?”, balasnya.

“Ayam”, jawabku sambil senyum.

“Ayam kampung atau ayam biasa, Mas?”, tanya penjaga warung lagi.

“Ayam kampung”, jawabku.

“Baik, Mas. Minumnya apa ya, Mas?”

“Teh anget, Mbak”, balasku.

“Ya, Mas. Silakan duduk”, balasnya dengan ramah.

Warung soto tubruk memiliki dua bagian, pertama adalah bagian atas di mana terdapat ruang masak/ meramu menu beserta tempat makan pelanggan dengan 2 meja dan 2 kursi kayu panjang membentuk huruf L.

Bagian kedua berada di tempat yang lebih rendah, di sini terdapat 2 meja dengan masing-masing berpasangan dengan 4 buah kursi kayu. Aku menuju tempat duduk yang berada di bagian bawah. Saat itu warung sedang ramai, beberapa orang sedang makan di ruang atas.

Tak lama penjaga warung datang membawa satu nampan penuh pesanan. “Silakan, Mas. Ini pesanannya”, kata penjaga warung sambil meletakkan satu persatu pesananku.

Dalam penyajiannya, soto tubruk terdiri dari satu mangkok soto berisi nasi, taoge, irisan kubis, tomat, seledri, loncang serta bihun dengan bumbu soto tubruk di atasnya dan kuah yang terpisah.

Kuah soto dipisah dan disajikan di dalam teko alumunium, tujuannya agar panasnya terjaga serta rasa bumbu soto bisa disesuaikan sendiri oleh konsumen. Setelah menambahkan sambal, kecap serta jeruk nipis kemudian saya mencoba soto tubruk pertama saya. Rasanya ternyata berbeda dengan soto biasa. Rempah-rempah dalam Soto Tubruk ini terasa lebih kentara.

Diwarung ini terdapat juga menu lainnya seperti Mie Ayam, Bakso, serta Soto Sapi. Semuanya disajikan dengan cara “tubruk”.

Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!
Soto Tubruk Pak Doyok, Kuliner Kulon Progo Yang Wajib Kalian Coba!

Beberapa saat setelah menghabiskan soto pesanan, saya bertemu dengan pemilik warung. Namanya Pak Doyok. Tempat tinggal beliau hanya berjarak 200m dari warungnya. Pak Doyok bercerita panjang kepada saya tentang perjalanannya hingga memiliki warung soto tubruk ini.

Mulai dari menjadi guru, hingga menjalankan usaha catering di sebuah sekolah di Jogja. Pak Doyok memilih menjalankan usaha ini karena kecintaannya terhadap kuliner sehat. Soto tubruk miliknya rendah MSG dan lebih mengedepankan rasa rempah. Bumbu tubruk miliknya diracik sendiri bersama istri.

“Dengan bumbu tubruk ini, saya bisa lebih meminimalisir sisa bumbu yang terbuang percuma. Selain itu bumbu akan lebih tahan lama karena kami simpan dalam konsisi kering. Tentunya rendah MSG”, jelas Pak Doyok.

Hal yang paling membuat saya terkesan adalah cita-cita Pak Doyok agar bisa menjadi inspirasi masyarakat Kulon Progo untuk mengembangkan Soto Tubruk.

“Harapan saya, Kulon Progo memiliki brand produk soto sendiri. Seperti Soto Madura, Soto Bandung, Soto Solo, dan lainnya. Harapan saya kelak soto tubruk ini dikenal sebagai Soto Kulon Progo.”

Mulai kini, soto tubruk jadi kuliner yang wajib kalian coba. Oh iya, sobat kuliner Genpi Jogja, warung Tetubrukan Pak Doyok ini buka pukul 09.00 hingga 16.30 WIB setiap hari Senin sampai Sabtu. Hari Minggu tutup. Selamat berburu kuliner Kulon Progo.

Load More Related Articles
Load More By Dody Hendro W
Load More In Kuliner