Home Kuliner Soto Daging Sapi Pak Ngadiran: Racikan Sederhana Yang Ngangenin

Soto Daging Sapi Pak Ngadiran: Racikan Sederhana Yang Ngangenin

8 min read
0
0
113

Selama saya kuliah di Jogja, soto menjadi salah satu menu makanan yang akrab dilidahku. Terutama saat menjelang akhir bulan. Lembaran rupiah di dompetku mulai menipis menjadi pecahan-pecahan lembaran Rp 5000. Yah, mungkin paling banyak yang bisa aku kumpulkan tak lebih dari selembar rupiah bergambar Ir. Djuanda. Di situ peran menu makanan soto menjadi penyelamatku di akhir bulan selain burjo dan mie ayam.

Di Jogja sendiri terdapat berbagai macam jenis soto. Mulai dari soto ayam, soto daging sapi, soto lenthok, soto tahu dan beberapa jenis soto lainnya. Namun, bila kalian bertanya tentang soto daging sapi yang ramah kantong dan akrab dengan mahasiswa, maka Soto Daging Sapi Pak Ngadiranlah yang akan aku rekomendasikan. Bisa dibilang Soto Daging Sapi Pak Ngadiran ini termasuk dalam jajaran soto “legend” terutama bagi mahasiswa atau alumni UGM dan UNY.

 

WhatsApp Image 2019-03-04 at 11.33.17 AM

Soto Daging Sapi Pak Ngadiran ini terletak di Jalan Sanca Caturtunggal VIII No. 120B, Karang Gayam, Depok, Karang Wuni, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, DIY.  Bila kalian tidak mau tersasar karena memang tempatnya yang ditengah permukiman kalian bisa mengklik link berikut ini.

Siang itu setelah bimbingan dengan dosenku, aku mengajak kedua temanku untuk menikmati semangkuk Soto Pak Ngadiran ini. Jam ditanganku menunjukkan pukul 10.00, bagiku waktu yang tepat untuk menggabungkan kedua waktu makan yaitu sarapan dan makan siang.

Walaupun Soto Pak Ngadiran ini buka mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00, aku lebih suka datang ke Soto Pak Ngadiran di jam “nanggung” seperti ini. Alasannya sederhana yaitu untuk menghemat isi dompetku yang mulai pas-pasan dengan menggabungkan jam makan dan untuk memudahkanku mencari tempat yang nyaman untuk menikmati semangkuk soto.

Motor yang kulajukan dari kampus tak terasa telah sampai di halaman parkir Soto Daging Sapi Pak Ngadiran. Segera saja aku parkirkan motorku dan mengajak kedua temanku untuk masuk kedalam. Beruntung, spot favoritku di dekat jendela belum ditempati. Aku meminta salah satu temanku untuk menduduki spot tersebut sebelum di duduki oleh orang lain sedangkan aku bersama temanku yang lain memesan semangkuk soto.

Tiga mangkuk soto campur nasi kupesan. Semangkuk soto campur nasi ini dihargai Rp 10.000 saja. Uniknya selain soto campur nasi ada beberapa variasi dari ukuran nasi dan dagingnya yang dapat disesuaikan dengan selera kalian. Tentu saja harganya menyesuaikan dengan porsi dari daging dan nasinya.

WhatsApp Image 2019-03-04 at 11.33.17 AM (3)

Menu lain yang tak ketinggalan kupesan adalah babat goreng bacem yang dihargai Rp 10.000. Pendamping soto lainnya tersedia tempe goreng yang dapat kalian ambil sendiri sesuai jumlah yang kalian inginkan. Aku sendiri mengambil empat buah tempe goreng untuk menemaniku menikmati semangkuk soto. Untuk minuman sendiri hanya terdapat lima pilihan minuman yang tersedia yaitu es teh, teh hangat, es jeruk, jeruk hangat dan air putih. Kalian hanya perlu mengambil gelas minuman yang terisi minuman yang kalian inginkan. Bila kemari, aku selalu memilih es teh sebagai pelepas dahaga.

DSCF9663

DSCF9687

Sembari duduk dan berbincang dengan teman-temanku aku meracik sambal sebagai cocolan tempe goreng. Hitung-hitung sebagai hidangan pembuka sebelum menu utama. Biasanya sambal akan aku campur dengan perasaan jeruk nipis dan kecap. Rasanya pedas, sedikit manis dan kecut dilidah. Dua tempe goreng telah kuhabiskan saat tiga mangkuk soto diantarkan ke mejaku.

Harumnya kaldu sapi langsung memanjakan hidungku membuat perutku semakin keroncongan. Lagi-lagi sebuah kebiasaanku sebelum memakan soto, sebelum aku tambahi dengan sambal, jeruk dan kecap, aku akan mersakan gurihnya kuah kaldu terlebih dahulu barulah berikutnya aku tambahi dengan sambal, jeruk dan kecap hingga takaran yang menurutku pas.

DSCF9667

Semangkuk soto yang kunikmati berisikan nasi, kubis, tauge, daun seledri, dan daging dengan potongan yang cukup besar serta tidak pelit jumlahnya. Tak lupa sesekali potongan babat goreng yang lembut aku santap bersama kuah soto. Nikmat sekali rasanya kuah soto yang gurih berpadu dengan manisnya bacem. Tidak menunggu waktu lama semangkuk soto ini segera tandas dan waktunya membayar.

WhatsApp Image 2019-03-04 at 12.32.46 PM

Aku berjalan menuju tempat aku memesan soto sebelumnya. Sambil menunggu antrian membayar aku sempat mengamati puluhan mangkok yang beriskan nasi, tauge, kubis, dan daun seledri tertata rapi. Tak luput dari pengamatanku sepanci kuah soto yang mengebul menyebarkan aroma kuah kaldu di sepenjuru dapur.

Memang di Soto Daging Sapi Pak Ngadiran ini kita bisa melihat ibu-ibu meracik soto. Sambil membayar aku iseng bertanya kepada pria yang menerima uangku. “Pak, sejak tahun berapa bukanya?” tanyaku.

Malu-malu ia menjawab “Sejak tahun 1991, dulu jualan depan masjid. Kalau di sini sejak tahun 1992, Mbak”.

Tak heran Soto Pak Ngadiran ini banyak penggemarnya karena telah buka cukup lama. Sayang aku tak sempat bertanya lebih banyak karena begitu aku selesai membayar, Soto Daging Sapi Pak Ngadiran mulai dipenuhi oleh pelanggan-pelanggan setianya. Mungkin mereka sama sepertiku kangen dengan racikan kuah kaldu Soto Daging Sapi Pak Ngadiran.

Load More Related Articles
Load More By Rezarizkii
Load More In Kuliner