Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan

7 min read
0
66

genpijogja.com Soft opening Pameran Sekaten 2019 dibuka oleh GKR Bendara pada Jumat (1/11) pagi di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam acara soft opening, GKR Bendara mengedukasi tamu undangan dan media dalam kuratorial tour di Kagungan Dalem Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di mana pameran Sekaten 2019 akan berlangsung sejak dari tanggal 1 hingga tanggal 9 November 2019.

Sedangkan untuk grand opening Pameran Sekaten 2019 akan dibuka sendiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Jumat (1/11) malam pukul 19.00 WIB di Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada malam grand opening akan disajikan penampilan khusus Beksan Guntur Segara yang merupakan karya dari Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan
Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan

Sekaten, tradisi budaya masyarakat Jogja dalam rangka merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini akan segera digelar. Tahun ini menjadi tahun yang berbeda karena tidak ada keriuhan pasar malam yang mewarnai Alun-alun Utara Jogja. Namun, Sekaten tetap terlaksana dengan adanya Pameran Sekaten 2019. Kehadiran Pameran Sekaten juga dalam rangka mengembalikan esensi tradisi Sekaten ke awal mulanya, yaitu syiar Islam.

Pameran Sekaten 2019 yang bertema “Sri Sultan Hamengku Buwono I: Menghadang Gelombang, Menantang Zaman” kali ini dibuat se-milenial mungkin. Terdapat beberapa spot yang dibuat instagramable namun tetap bercerita tentang Sri Sultan HB I.

Bagian-bagian yang dipamerkan dalam Pameran Sekaten 2019 yaitu biografi dan sejarah perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono I, implikasi perjanjian Jatisari dari perjanjian Giyanti, karya di bidang kesenian dan arsitektur dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, objek terkait Sri Sultan Hamengku Buwono I dan anugerah pahlawan nasional kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I.

“Tahun ini kami dedikasikan tentang Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun depan akan mengisahkan tentang Sri Sultan Hamengku Buwono II dan seterusnya. Nanti, di Kompleks Siti Hinggil dapat melihat biografi beliau, bagaimana beliau membangun Jogja dengan garis imajinernya, karya dan objek terkait Sri Sultan Hamengku Buwono I”, ujar GKR Bendara kepada rekan media.

Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan
Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan

Tandulawak menjadi masterpiece dalam gelaran pameran Sekaten kali ini. Tandulawak merupakan tandu yang dipakai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I ketika sudah sepuh untuk bepergian ke masjid, Siti Hinggil dan kegiatan lainnya. Tandu ini dipanggul oleh 8 sampai 12 orang.

Ada pula naskah Babad Ngayogyakarta yang dipamerkan di ruangan samping Tandulawak. Naskah di dalamnya menceritakan kisah Sri Sultan Hamengku Buwono I dan dibacakan kepada keturunannya. Pembuatan naskah Babad Ngayogyakarta dilakukan setelah masa Sri Sultan Hamengku Buwono III.

Di pameran Sekaten ini pengunjung juga dapat belajar Bahasa Bagongan yang hanya digunakan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Terdapat 11 kata khusus yang dapat menghilangkan sekat hierarki di antara sentana atau abdi dalem.

Pameran Sekaten 2019 ini terbuka untuk umum sejak tanggal 1 hingga 9 November 2019. Pengunjung dapat membeli tiket masuk di loket yang berada di utara Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Harga tiket masuk sebesar Rp5.000.

Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan
Soft Opening Pameran Sekaten 2019, GKR Bendara Edukasi Media dan Tamu Undangan

Selain acara inti seperti Miyos Gangsa, Numplak Wajik, Kondur Gangsa dan Garebeg Mulud, beragam kegiatan akan digelar selama pelaksanaan Pameran Sekaten 2019.  Kegiatan tersebut yaitu workshop, pelatihan seni, diskusi film, dan pengajian di Masjid Gedhe. Beberapa tarian seperti  Beksan Guntur Segara, Beksan Jebeng, Beksan Gandawerdaya dan Beksan Tugu Wasesa juga akan ditampilkan.

Pameran Sekaten 2019 menjadi salah satu pameran paling unik yang ada di Indonesia saat ini karena masyarakat umum diperbolehkan melihat koleksi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang jarang bahkan tidak sembarang orang bisa melihat.

Tidak hanya itu, pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga menyediakan ruang-ruang agar masyarakat dapat belajar dan berdiskusi dengan tema yang berbeda setiap harinya. Keterbukaan informasi dan ilmu pengetahuan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman publik terkait sejarah Keraton.

“Diharapkan masyarakat dapat kembali mengingat sejarah dan siapa yang membangun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Dari asal-usul, perjuangan dan filosofinya hingga Jogja mendapatkan keistimewaannya”, papar GKR Bendara.

Pada Pameran Sekaten 2019 kali ini pengunjung dilarang untuk mengabadikan foto secara detail. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan manuskrip atau naskah lama dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

Baca juga artikel terkait Sekaten atau tulisan menarik lainnya Sany Maya.
Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In News