Si Petualang Pemburu Dangdut

5 min read
0
261
Si Petualang Pemburu Dangdut
Si Petualang Pemburu Dangdut

Berbicara mengenai musik yang ada di Indonesia, dangdut adalah salah satu jenis musik yang memiliki banyak penggemar. Hampir bisa dipastikan sebagian penduduk Indonesia suka dan cinta akan musik dangdut.

Kalau kita tengok, Jawa Timur adalah propinsi yang banyak melahirkan penyanyi dangdut top nasional. Maulidia octavia atau sering kita kenal dengan Via Vallen adalah salah satunya.

Memulai karier di dunia tarik suara sejak umur 15 tahun. Diawali dari panggung ke panggung ditambah juga dengan giatnya meningkatkan kualitas vokal kini membuatnya menjadi penyanyi papan atas.

Official song pada Asian Games yang berlangsung di Indonesia tahun ini pun mempercayakan Via Vallen sebagai penyanyinya. Dipilihnya lagu berjudul “Meraih Bintang” dipadupadankan dengan alunan musik yang enerjik membuat semangat para atlet Asian Games semakin membara.

Ini membuktikan bahwa dangdut tak boleh dipandang sebelah mata. Masih berhubungan dengan musik dangdut, Via vallen atau penyanyi lainnya tak mungkin terkenal kalau tidak karena adanya para penonton yang kemudian berujung menjadi penggemar atau fansnya.

Di Jogja sendiri hampir bisa dipastikan setiap akhir pekan atau hari libur hiburan dangdut ada untuk menghibur para penggemar setianya.

Dengan bermodalkan uang Rp 5.000,00 guna membayar parkir kita sudah bisa menikmati hiburan tersebut. Ya, cukup bayar parkir tanpa harus membayar tiket masuk kita sudah bisa menikmati hiburan dangdut yang diselenggarakan di kampung-kampung tertentu.

Untuk informasi di mana adanya pentas dangdutpun sangat mudah didapat, karena sudah banyak yang membagikan pamflet digrup facebook atau para penyanyinya sendiri mengunggah pamflet diakun sosial media mereka.

Di seputaran Godean ada sekelompok orang yang di mana ada hiburan dangdut mereka akan mendatanginya. Si Petualang Pemburu Dangdut ( SPPD ) yang mana salah satu anggotanya bernamakan Andi.

Menurut penuturan Andi, pemberian nama ini berkaitan dengan hobinya yang memang bertualang untuk memburu hiburan dangdut. Baik yang berlokasi di Jogja maupun diluar Jogja pasti akan mereka datangi.

Terlebih lagi apabila pentas dangdut yang diadakan membawakan penyanyi yang cukup memiliki nama di Jogja dan sekitarnya.

Tak hanya sekedar menonton, tetapi mereka juga membawa alat perekam video minimal menggunakan smartphone yang diaplikasikan dengan tongsis. Bermodal datang lebih awal dan memposisikan diri dibarisan paling depan para SPPD ini siap untuk mengabadikan aksi penyanyi idola mereka.

“Sering kami berdesakkan dengan penonton yang asik berjoget, melawan dinginnya udara malam atau bahkan rela basah-basahan akibat hujan di saat pentas sedang berlangsung demi mendapatkan hasil video yang layak ditonton oleh pengguna youtube diseluruh dunia”, ucap Andy.

Setelah video yang mereka inginkan sudah mereka dapatnya waktunya untuk masuk ke dapur edit. Proses editing meliputi pemotongan video dan pemberian watermark.

Pemberian watermark ini bertujuan agar video yang mereka rekam tidak diakusisi oleh orang lain, tutur Andy lebih lanjut. Apabila proses edit sudah selesai mereka akan mengunggah hasil rekaman tersebut ke Youtube.

Nah, dari Youtube inilah terjadi proses simboisis mutualisme antara si pengunggah, artis, dan para penonton. Keuntungan yang mereka peroleh antara lain, para pengunggah akan mendapatkan pundi-pundi dollar dari para subscribe / pengikut.

Sang penyanyi menjadi lebih banyak di kenal di masyarakat luas dengan tentu akan menambah jadwal job mereka. Dan untuk para penggemar tentu saja ini adalah obat pereda galau ketika mereka tak bisa menyaksikan secara langsung.

“Hobi yang membawa rejeki, alhamdulillah hasil dari unggahan youtube bisa dipakai untuk berlibur ke pulau dewata bersama rekan-rekan SPPD yang lainnya”, tutup Andy sembari tersenyum bahagia sembari mengakhiri obrolannya.

Load More Related Articles
Load More By ardiphoto
Load More In Community