Semarakkan Pameran Sekaten, Kraton Jogja Gandeng Akademisi Seni

6 min read
0
26

genpijogja.com – Pameran Sekaten 2019 yang berlangsung tanggal 1 hingga 9 November 2019 tidak hanya menampilkan Beksan Jebeng karya HB I tetapi juga menampilkan gelaran wayang wong dengan lakon Gandawerdaya yang diciptakan oleh HB I.

Wayang wong yang bercerita tentang Raden Gandawerdaya dan Raden Gandakusuma yang merupakan putera dari Raden Arjuna dari ibu yang berbeda. Dikarenakan kesalahpahaman hingga terjadilah peperangan diantara keduanya. Beruntunglah peperangan itu dapat dilerai oleh Semar, keduanya diberitahu jika mereka adalah saudara seayah. Akhirnya mereka bersama-sama membantu Pandawa melawan Kurawa.

 

Meriahkan Pameran Sekaten, Kraton Jogja Gandeng Akademisi Seni
Meriahkan Pameran Sekaten, Kraton Jogja Gandeng Akademisi Seni

Bertempat di Bangsal Pagelaran, pada pameran Sekaten kali ini Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga menggandeng beberapa institusi seni pertunjukan sebagai pembuka pagelaran wayang wong kali ini. Salah satu institusi yang tampil adalah SMK 1 Kasihan Bantul yang membawakan kisah mengenai Pangeran Mangkubumi.

Pertunjukkan SMK Negeri 1 Kasihan Bantul dibuka dengan iringan gending Jangkung Kuning Laras Pelog Pathet Barang yang dibawakan oleh siswa-siswi dari SMK Negeri 1 Kasihan Bantul. Alunan gamelan serta nyanyian dari sinden yang merdu mampu menarik perhatian penonton untuk semakin merapat mendekati panggung pertunjukan. Tepat pukul 20.00 WIB dimulailah pertunjukan dari SMK Negeri 1 Kasihan Bantul.

Pertunjukan pembukaan dari SMK Negeri 1 Kasihan Bantul berlangsung kurang lebih 30 menit menampilkan sosok Pangeran Mangkubumi yang gagah dalam melawan penindasan VOC.

“Pangeran Mangkubumi kan dekat dengan rakyat dan pada waktu itu mengetahui bahwa rakyat tertindas karena kesewenang-wenangan VOC atau Belanda. Dalam karya ini saya wujudkan melalui bentuk simbolis”, ujar Guru, Sutradara dan sekaligus pemeran Pangeran Mangkubumi, Anter Asmorotedjo, saat ditemui di belakang panggung seusai pementasan.

Anter menambahkan, sosok penari dengan topeng kerbau di awal pertunjukan merupakan simbol masyarakat bawah yang ditarik-tarik oleh tali dengan tiga warna yaitu biru, merah dan putih.

Tali-tali ini melambangkan pihak VOC yang menindas rakyat. “Muncul rasa amarah kemudian berniat melakukan perlawanan terhadap VOC atau Belanda”, lanjut Anter.

Sosok Pangeran Mangkubumi yang diperankan Anter Asmorotedjo menghimpun pasukannya dan melakukan gerilya di Gunung Tidar Magelang. Disana Pangeran Mangkubumi mendapatkan satu pusaka berbentuk pecut atau cemeti yang dinamakan Kyai Pamuk dan diberi caping sebagai simbol perlawanan rakyat kecil.

Perang pun pecah antara pihak VOC dan pihak Pangeran Mangkubumi. Setelah melewati pertempuran yang sengit, peperangan dimenangkan oleh pihak Pangeran Mangkubumi.

Tarian ini diakhiri dengan adegan di mana Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai pemimpin dan diberi gelar Sunan Kabanaran. Pertunjukkan ini mengundang tepuk tangan yang bergemuruh dari para penonton, yang tidak hanya wisatawan nusantara akan tetapi juga wisatawan mancanegara. Semua tampak mengapresiasi penampilan SMK Negeri 1 Kasihan Bantul.

Meriahkan Pameran Sekaten, Kraton Jogja Gandeng Akademisi Seni
Meriahkan Pameran Sekaten, Kraton Jogja Gandeng Akademisi Seni

Untuk pertunjukkannya kali ini, SMK Negeri 1 Kasihan Bantul memerlukan latihan sebanyak 5 (lima) kali terhitung sejak tanggal 28 Oktober 2019. “Sudah banyak guru yang mumpuni dan banyak guru muda yang berkarya sehingga menghadapi hal ini mudah saja”, jelas Anter.

Walaupun terbilang singkat, SMK Negeri 1 Kasihan Bantul mampu memukau ratusan pasang mata penonton yang hadir. “Kita selalu bangga ketika dipercaya untuk menampilkan sesuatu dan kami berusaha untuk semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik sesuai  kemampuan kita karena anak-anak ini kan masih belajar”, pungkas Anter mengungkapkan rasa bangganya.

Bagi pengunjung yang tertarik untuk menonton pertunjukan di Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta, pertunjukan masih akan berlangsung hingga 8 November 2019.

Akan ada penampilan dari Swagayugama UGM pada tanggal 08 November pukul 19.00 WIB dan Beksan Tugu Wasesa oleh KHP Kridhomardowo. Sebelumnya pada tanggal 2 November telah tampil dari ISI Yogyakarta, tanggal 4 November dari Akademi Komunitas Seni dan Budaya dan tanggal 6 November dari UNY.

Pengunjung hanya perlu membayar Rp5.000 untuk masuk ke Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Load More Related Articles
Load More By Rezarizkii
Load More In Event