Se’i Sapi Kana, Menikmati Daging ala Kupang di Yogyakarta

5 min read
0
12

genpijogja.com Jogja sebagai kota pelajar tentu saja menjadi tujuan para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak heran jika banyak makanan khas daerah lain tersedia di kota ini. Salah satu makanan khas daerah lain yang ada di Jogja adalah Se’i Sapi Kana. Se’i sendiri adalah makanan khas Kupang, Nusa tenggara Timur. Se’i Sapi Kana ini adalah rumah makan se’i pertama di Jogja dan baru buka pada bulan Agustus 2019 yang lalu namun sudah menjadi salah satu rumah makan favorit karena citarasanya yang unik.

Kata se’i sendiri berasal dari bahasa Rote yang berarti daging yang diiris tipis-tipis memanjang. Pada awalnya daging yang digunakan adalah daging rusa, namun karena semakin langkanya rusa maka saat ini se’i menggunakan daging sapi, ayam atau babi. Sedangkan yang membuat se’i menjadi khas adalah cara mengolah dagingnya, yaitu daging dimasak dengan cara diasapi selama sembilan jam menggunakan kayu bakar, sehingga menimbulkan aroma smokey pada daging ketika dihidangkan.

Se'i Sapi Kana, Menikmati Daging ala Kupang di Yogyakarta

Di Se’i Sapi Kana pengasapan daging dilakukan selama empat jam karena sudah menggunakan alat yang lebih modern. Meskipun di daerah asalnya, banyak dijumpai se’i daging babi, namun Se’i Sapi Kana menyajikan daging yang halal dikonsumsi. Untuk pilihan hidangannya sendiri selain daging sapi, juga menyediakan lidah sapi dan daging ayam.

Biasanya warga NTT memakan daging se’i bersama sambal lu’at. Sambal lu’at terbuat dari cabai, jeruk nipis dan daun lu’at. Pelengkap lainnya adalah tumis bunga pepaya yang diolah jadi tidak terasa pahit. Nah, di Se’i Sapi Kana selain sambal lu’at juga disediakan empat sambal lainnya yaitu sambal hijau, rica-rica, sambal matah dan sambal lada hitam. Jadi pengunjung bisa bebas memilih sambal sesuai selera. Dan setiap paket ada tambahan soup kaldu yang gurih sekali.

Sebagai pengalaman pertama menikmati daging se’i maka saya memesan beberapa menu yaitu se’i sapi sambal matah, se’i lidah sambal rica-rica, se’i ayam sambal hijau dan se’i sapi sambal lu’at untuk dibawa pulang. Dari ke semua sambal yang saya coba, saya paling suka dengan sambal lu’at. Rasanya yang pedas dan asam terasa lebih segar dan menggugah selera. Saya juga suka dengan penyajiannya karena daging sapi dengan sambalnya tidak dicampur jadi satu, sehingga aroma smokey daging lebih terasa.

Se'i Sapi Kana, Menikmati Daging ala Kupang di Yogyakarta

Lain halnya daging se’i dengan pilihan sambal lain, penyajian daging se’i-nya langsung dicampur dengan sambal. Se’i Sapi Kana menyediakan tiga ukuran porsi yang bisa dipilih tergantung kebutuhan, yaitu porsi reguler dengan berat daging 35 gram, porsi jumbo 70 gram, dan porsi special long board 250 gram. Porsi long board ini bisa dinikmati untuk empat sampai enam orang.

Rumah makan mulai buka jam 11 pagi sampai jam 11 malam. Sajian yang pas untuk kalian yang terbiasa menikmati brunch atau sarapan di jam mendekati waktu makan siang. Lokasinya terletak di Jl. Seturan Raya No.7. Berada tepat di seberang kampus STIE YKPN. Area seturan ini memang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner di Jogja.

Saat ini ketika terjadi pandemi Covid-19, pasti membuat kita was-was jika akan berkunjung ke Se’i Sapi Kana langsung. Tapi jangan khawatir meskipun kita tidak bisa datang langsung ke lokasi, Se’i sapi Kana tersedia juga di aplikasi ojek online. Jadi kita tetap bisa menikmati hidangan se’i sapi meskipun #dirumahaja.

Load More Related Articles
Load More By Nurya Auris
Load More In Kuliner