Home Heritage Romantisme Senja di Candi Ijo

Romantisme Senja di Candi Ijo

5 menit waktu baca
33

Ada banyak candi yang bertebaran di Yogyakarta, salah satunya adalah Candi Ijo. Jika kamu ingin berwisata sejarah sembari merasakan indahnya sunset dengan semilir angin gunung yang berhembus, Candi Ijo adalah tempat yang cocok. Saat sore hari pengunjung akan dimanjakan dengan warna senja dan dinding candi yang kemerah-merahan akibat dari pantulan sinar matahari yang terbenam.

Kompleks Candi Ijo berada di kawasan Siwa Plateau. Selatan candi Ratu Boko, di dukuh Groyokan, desa Sambirejo kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman. Berada di salah satu bukit yang disebut Gunung Ijo dengan ketinggian antara 357,402 – 395,481 mdpl. Dari sinilah penyebutan nama Candi Ijo kemudian muncul dan menjadi candi dengan letak tertinggi di Yogyakarta.

Dalam kompleks utama Candi Ijo terdapat satu candi induk yang menghadap ke barat dan tiga candi perwara atau candi kecil yang berderet di depan candi utama menghadap ke timur. Di sekitar halaman juga terdapat 8 buah patok berbentuk lingga yang terletak sesuai arah mata angin. Candi Ijo termasuk candi Hindu dari aliran yang memuja Siwa. Hal ini berdasarkan penemuan Lingga Yoni yang ada di dalam bilik candi utama. Lingga Yoni adalah perwujudan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati.

Sementara didalam bilik candi perwara selatan terdapat sebuah yoni tanpa lingga. Di candi perwara tengah ditemukan arca nandi dan meja batu (padmasana). Nandi adalah penggambaran lembu jantan yang menjadi tunggangan Dewa Siwa, sedangkan padmasana adalah tempat untuk bersembahyang atau menaruh sesajian bagi umat Hindu. Sedangkan di candi perwara utara terdapat sebuah sumur batu.

Secara keseluruhan di kompleks Candi Ijo terdapat 17 struktur bangunan dengan 11 teras. Candi induk dengan tiga candi perwara berada di teras ke-11 yang merupakan teras paling atas. Bangunan-bangunan lain terdapat di teras ke-9 berupa sisa struktur batur. Batur adalah pondasi awal dari sebuah candi. Besar kemungkinan bagian atas candi sudah hancur sehingga  hanya menyisakan struktur batur saja.

Di teras ke-8 terdapat tiga buah candi, empat batur dan dua buah prasasti batu yang sudah diamankan. Teras ke-5 terdapat satu candi dan dua batur. Di teras ke-4 dan ke-1 hanya ada satu buah candi. Sedangkan di teras ke-10, 7, 6, 3, dan 2 tidak terdapat struktur bangunan atau candi.

Untuk menuju ke situs Candi Ijo sangat mudah. Dari Candi Prambanan belok ke selatan menuju Keraton Ratu Boko hingga bertemu plang penunjuk arah Candi Ijo. Setelah melewati beberapa tanjakan, anda akan samapi di lokasi. Disaat musim liburan atau akhir pekan, jalanan ini akan ramai dan padat. Sebaiknya anda harus lebih berhati-hati mengingat tanjakan yang cukup curam.

Sampai di lokasi silahkan parkirkan kendaraan 2000 rupiah sepeda motor dan 5000 rupiah untuk mobil. Jangan lupa membeli tiket masuk candi di loket yang tersedia di pintu masuk cukup dengan 5000 rupiah saja untuk wisatawan lokal dan 10.000 rupiah untuk wisatawan asing.

Candi Ijo dibuka untuk umum setiap hari mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 6 sore. Jika ingin menikmati keindahan arsitektur dan relief Candi Ijo sebaiknya datang saat pagi atau siang hari. Karena pada sore hari, akan ramai sekali dengan wisatawan yang ingin menikmati indahnya senja  dari atas bukit dengan siluet candi yang kemerah-merahan terpapar sinar mentari.

Rasanya akan sangat sayang jika melewati momen ini tanpa ikut mencoba mengabadikannya. Menikmati senja di Candi Ijo bersama teman, kekasih, atau keluarga tentu akan menjadi kenangan indah yang tak akan terlupakan

Muat Lagi Dari roni_ali
Muat Lebih Banyak Di Heritage