Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening

7 min read
0
50

genpijogja.com – Pameran Sekaten 2019 resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Jumat (1/11) malam, pukul 19.00 WIB di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pembukaan pameran Sekaten dihadiri oleh tamu undangan yang mengenakan baju batik serta segenap keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Turut mendampingi Sri Sultan HB X adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu dan GKR Bendara beserta Mantu Dalem dan keluarga.

Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening
Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening

Sambutan pertama disampaikan oleh GKR Hayu, putri keempat Sri Sultan HB X sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Sekaten 2019. GKR Hayu menjelaskan bahwa tahun 2019 menjadi tahun yang berbeda dibandingkan perayaan Sekaten tahun-tahun sebelumnya.

Tema mengenai kehidupan Pangeran Mangkubumi, pendiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mendominasi. Sejarah Pangeran Mangkubumi menjadi penting karena saat itu terjadi perjanjian Giyanti yang membagi kerajaan Mataram Islam menjadi dua, yaitu Ngayogyakarta dan Surakarta.

Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan Hamengku Buwono I dan meletakkan dasar-dasar kebudayaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam sambutannya, GKR Hayu juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya Pameran Sekaten 2019 dan mengucapkan selamat menikmati kepada tamu undangan dan publik yang hadir.

Sri Sultan HB X dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekaten telah mengadakan pasar malam bertaraf Internasional pada tahun 1960-an. Awalnya pasar malam Sekaten selalu menghadirkan atraksi kesenian dan peragaan hasil pembangunan, juga dimeriahkan beragam kegiatan bisnis dan industri. Tentu saja, semua kegiatan hiburan tersebut beriringan dengan gelaran kesenian dan syiar Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad.

Dari tahun ke tahun pasar malam selalu mewarnai perayaan Sekaten. Namun, bukannya semakin lebih baik, mutu pasar malam terkesan semakin diabaikan. Kehadiran pasar malam malah mengurangi kesakralan Sekaten sebagai wahana syiar Islam. “Setelah pihak Keraton berembug dengan Pemerintah Kota, pasar malam diadakan dua tahun sekali”, ujar Sri Sultan HB X dalam pembukaan Pameran Sekaten 2019 di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Tradisi Sekaten mengusung 3 dimensi harmonis antara kultural, religious dan historis. Unsur kultural dan religious melahirkan perpaduan seni dan dakwah dalam wujud etika dan estetika. Unsur historis penuh dinamika yang membawa perubahan dan kemajuan tradisi”, terang Sri Sultan HB X.

Perpaduan unsur-unsur tersebut yang selalu dijaga membuat Sekaten tetap hidup hingga saat ini. Perayaan Sekaten menyimpan dinamika spiritual kultural yang terbangun dari kreatifitas masyarakat lokal. Sekaten masa kini menghadirkan nikmat visual dan getar spiritualitas agar bisa memuaskan siapa saja yang menikmatinya.

Dalam acara pembukaan Pameran Sekaten 2019 tamu undangan serta masyarakat yang hadir juga menikmati sajian Beksan Guntur Segara. Beksan Guntur Segara merupakan tarian karya Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening
Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening

Beksan Guntur Segara yang dalam sejarahnya baru pertama kali dipentaskan untuk umum ini ditarikan oleh 4 (empat) orang pemuda. Iringan gamelan dan gerakan yang sederhana namun sangat berkarakter, membuat Beksan Guntur Segara begitu apik untuk dinikmati. Dilengkapi dengan layar yang menjelaskan alur cerita, membuat masyarakat awam mudah memahami maknanya.

Beksan Guntur Segara yang dipersembahkan oleh KHP Kridhomardowo ini bersumber dari kisah Panji. Tarian ini mengisahkan pertarungan antara Raden Guntur Segara melawan Raden Jayasusena. Saat itu Raden Jayasusena, putra dari Dewi Wandansari, datang menghadap untuk memohon pengakuan sebagai putra dari Raja Jenggala. Sang Raja pun berjanji akan mengakui Raden Jayasusena sebagai putra jika berhasil mengalahkan Raden Guntur Segara, putra dari Raden Brajanata.

Pertarungan berlangsung dengan sengit. Berbekal senjata berupa gada dan tameng, kesaktian kedua ksatria pilih tanding ini seimbang. Akhirnya Raja Jenggala mengakui Raden Jayasusena sebagai putranya.

Beksan Guntur Segara menggambarkan semangat perjuangan dan keprajuritan yang tinggi. Kita bisa meneladani perjuangan Raden Jayasusena yang mau berjuang mati-matian hingga diakui sebagai putra Raja Jenggala.

Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening
Resmi Dibuka Pameran Sekaten 2019 Tampilkan Guntur Segara Di Grand Opening

Setelah penampilan Beksan Guntur Segara usai, Sri Sultan HB X membuka Pameran Sekaten 2019 secara resmi dengan pemotongan untaian bunga melati di depan Kagungan Dalem Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pameran Sekaten 2019 yang bertemakan Sri Sultan Hamengku Buwono I: Menghadang Gelombang, Menantang Zaman” akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 9 November 2019 di  Kagungan Dalem Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pameran akan dibuka sejak pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Harga tiket masuk sebesar Rp5.000. Pameran Sekaten 2019 bernuansa milenial ini juga menyediakan banyak spot foto instagramble. Selain pameran, juga terdapat 5 stand UMKM dan 15 stand makanan minuman yang bisa pengunjung nikmati.

Baca juga artikel terkait Sekaten atau tulisan menarik lainnya Kazebara.
Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In News