Resmi Dibuka, Beksan Lawung Jajar Pukau Penonton JISP 2019

6 min read
0
98

genpijogja.com – Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 resmi dibuka oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Management Calender Of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Kurator Calender Of Event Kementerian Pariwisata Taufik Razen, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Oneng Setya Harini, serta Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo hari Minggu (22/9) malam, di Monumen Serangan Oemum 1 Maret Yogyakarta. Peresmian Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 ditandai dengan pemukulan jimbe dan kulintang.

Baca juga: Digelar di Ruang Publik, JISP 2019 Makin Dekatkan Seniman dengan Masyarakat.

men

Dalam sambutannya, Esthy mengapresiasi dan mengatakan bahwa even Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 merupakan even yang lolos kurasi 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata.

“Salah satu syarat untuk dapat masuk ke daftar 100 CoE Kemenpar disaring harus mengangkat lokal konten yang kreatif dan punya nilai komersil. Yang paling penting adalah komitmen. Contohnya event ini sudah 10 tahun, ini merupakan bukti komitmen dari pemerintah daerah maupun penyelenggara. Maka kemudian kami berikan dukungan promosi media”, ujar Esthy.

Peresmian Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 semalam dihadiri ribuan penonton dari wisatawan nusantara maupun mancanegara. Semua berdatangan memenuhi lokasi dengan antusias untuk melihat peserta hari pertama JISP 2019.

Sebagai pembukaan, tarian Beksan Lawung Jajar yang dibawakan oleh KHP Kridhomardowo berhasil memukau mata semua penonton. Salah seorang pengunjung mengaku tertarik melihat even ini karena mendapat info dari media sosial. Tarian Beksan Lawung Jajar dimulai dengan masuknya para bregada ke venue.

Tarian ini merupakan hasil karya dari Sri Sultan Hamengku Buwana I yang ditarikan oleh 40 penari laki-laki. Beberapa waktu lalu tarian Beksan Lawung Jajar meraih juara umum pada Festival Kraton Nusantara XIII di Palopo, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Reog Wonogiri Hingga Tarian Anak Tembi Membuka Pre-event JISP 2019
Resmi Dibuka, Beksan Lawung Jajar Pukau Penonton JISP 2019
Resmi Dibuka, Beksan Lawung Jajar Pukau Penonton JISP 2019

Selanjutnya tak kalah menghibur, penampilan dari Didik Nini Thowok dengan tarian berjudul Barong Landung. Tarian ini bercerita tentang Kang Cing Wei seorang Putri Tiongkok yang menikah dengan Raja dari Bali. Raja tersebut ternyata selingkuh dan menikah lagi dengan Dewi Danu.

Kang Cing Wei geram dan berperang dengan Dewi Danu. Diantara keduanya tidak ada yang kalah maupun menang. Turunlah Dewata mengutuk Raja menjadi Barong Landung hitam. Karena besar rasa cintanya kepada Raja, Kang Cing Wei pun berdoa meminta Dewata untuk merubah dirinya menjadi Barong Landung putih dan dikabulkan.

Penampilan-penampilan selanjutnya masih sangat memukau. Penonton pun enggan beranjak pergi. Ada Rina Takahashi penari cantik dari Jepang yang membawakan tarian seorang diri. Dilanjutkan dari Sanggar Dangkedunai Batam membawakan tarian Zapin Hulu Riau, Silver Belle dari Kamboja, Air Dance dari Filipina dan sebagai penutup yaitu Bellacoustic dari Kalimantan Tengah.

Berkostum adat Kalimantan, Bellacoustic menyanyikan 4 lagu bertema tentang Kalimantan. Ini kali kedua mereka tampil di Jogja Internasional Street Performance (JISP). Bellacoustic membawa pesan bahwa manusia itu harus bisa menangkal hal-hal yang negatif dari luar maupun dari dalam diri manusia itu sendiri.

Singgih Raharjo yang semalam hadir membacakan sambutan dari Wakil Gubernur DIY KGPPA Paku Alam X berharap Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 dapat mendongkrak wisata seni dan budaya di Jogja.

Baca juga: Jogja Internasional Street Performance Kembali Digelar, Catat Tanggal dan Agendanya!
Resmi Dibuka, Beksan Lawung Jajar Pukau Penonton JISP 2019
Resmi Dibuka, Beksan Lawung Jajar Pukau Penonton JISP 2019

“Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi antardaerah bahkan antarbangsa dan berkontribusi dalam bidang seni budaya. Sehingga juga mampu mendongkrak wisata seni dan budaya di Jogja”, ungkap Singgih.

Tentu saja even Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 juga dikaitkan dengan bidang pariwisata, yang goal utamanya yaitu mendatangkan wisatawan mancanegara sesuai target Menteri Pariwisata.

“Even seperti JISP dapat dijadikan paket wisata agar wisatawan manca dapat tinggal lebih lama lagi di DIY. Harapannya ada banyak hal yang dapat dikembangkan dari event ini”, pungkas Esthy kepada rekan media.

Baca juga artikel terkait JISP atau tulisan menarik lainnya Sany Maya.
Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In Event