Rayakan Hari Sumpah Pemuda, Kraton Jogja Launching Gendhing Gati Volume 2

5 min read
0
7

genpijogja.com – Bangsal Mandalasana Kraton Jogja tampak megah pada Rabu sore (28/10). Terlihat seperangkat gamelan tertata rapi di halaman, juga sederet stand partitur. Kirab Abdi Dalem Wiyaga dan Abdi Dalem Musikan mulai memasuki bangsal. Abdi Dalem Wiyaga berperan memainkan gamelan, sedangkan Abdi Dalem Musikan menekuni instrumen Barat seperti terompet, tuba, trombone, dan tenor horn. Satu persatu memposisikan diri depan instrumen masing-masing, sambil duduk bersila dan menunjukkan gestur sembah. Launching Gendhing Gati Volume 2 dibuka dengan sajian Gendhing Taruna.

Gendhing Taruna berasal dari kata “Taruna” yang berarti “Muda”. Gendhing ini menyiratkan semangat kepemudaan, dengan nuansa agung, ekspresif, dan gembira, layaknya anak muda. Uniknya, Gendhing Gati diiringi dengan permainan terompet poliponik yang membentuk suara I dan II.

Helatan Gendhing Gati dilanjutkan dengan permainan Gendhing Bhinneka yang dinamis. Gendhing Bhinneka berasal dari kata “Bhinneka” yang berarti “Beragam”, seperti jalinan melodi dan harmoni dalam gendhing ini. Gendhing Gati memiliki nuansa keprajuritan yang kuat, terlihat pada penggunaan tambur, terompet, dog-dog, kecer dan ketipung.

Alunan Gendhing Bhinneka terkesan berwibawa, agung, dan kaya akan musikalitas. Permainan tempo dan adanya intro pangkat buka atau adangiyah, menambah keunikan Gendhing Bhinneka. Intro adangiyah dalam Gendhing Bhinneka mirip dengan intro Gendhing Sekaten, yakni permainan bonang barung yang dipadukan dengan balungan.

Abdi Dalem Wiyaga Kraton Jogja saat peluncuran Gendhing Gati Volume 2
Abdi Dalem Wiyaga Kraton Jogja saat peluncuran Gendhing Gati Volume 2

KHP Kridhomardowo Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat berperan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 kali ini. Lewat peluncuran Gendhing Gati Volume 2, harapannya masyarakat bisa terlibat secara daring dan turut menghayati semangat Sumpah Pemuda dengan khidmat.

Gendhing Gati Volume 2 terdiri dari 16 gendhing, yakni 14 gendhing utama serta Gendhing Taruna dan Gendhing Bhinneka sebagai tambahan. Semua gendhing termasuk partiturnya, dapat diakses melalui kratonjogja.id, serta akun YouTube, Spotify, maupun iTunes Kraton Jogja.

Peluncuran Gendhing Gati bukanlah yang pertama di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelumnya, telah dipentaskan Gendhing Gati Volume 1 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Gendhing Gati Volume 1 terdiri dari 16 gendhing, dengan tambahan Gendhing Mardika.

Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki 48 gendhing, dengan tambahan tiga gendhing baru, antara lain Gendhing Mardika, Gendhing Taruna, dan Gendhing Bhinneka. Maka total, ada 51 gendhing yang siap diluncurkan dalam 4 album. Dua diantaranya telah diluncurkan, yakni Gendhing Gati Volume 1 dan Gendhing Gati Volume 2.

KPH Notonegoro saat peluncuran Gendhing Gati Volume 2
KPH Notonegoro saat peluncuran Gendhing Gati Volume 2

“Kenapa Gendhing Gati ini kita rasa penting? Karena pertama, Gendhing Gati berisi tentang semangat perjuangan, kemerdekaan, dan kebhinnekaan yang sangat kuat. Gendhing Gati juga menggunakan instrumen keprajuritan, seperti tambur dan terompet. Sangat khas dan hanya ada di Kraton Jogja. Kedua, sejak dahulu, Kraton Jogja selalu terdepan dalam inovasi. Gendhing Gati mengilustrasikan asimilasi antara musik barat dengan musik tradisi, sehingga tidak ada gap antara alat musik barat dengan alat musik gamelan. Inilah yang bisa jadi contoh untuk anak muda dalam bermusik,” tutur KPH Notonegoro saat dijumpai di Bangsal Mandalasana.

Selain peluncuran Gendhing Gati Volume 2, Kraton Jogja juga menggelar Pameran Temporer Adhyatmaka: Sang Adiwira Sri Sultan Hamengku Buwono II. Pameran Temporer Adhyatmaka menampilkan sisi kemiliteran Sri Sultan Hamengku Buwono II sejak masih bergelar putera mahkota.

Pembukaan Pameran Sang Adiwira Sri Sultan Hamengku Buwono II dilaksanakan pada Kamis pagi (29/10) melalui kanal YouTube Kraton Jogja. Akan ada pementasan Beksan Sekar Madura sebagai pembuka, untuk pertama kalinya sejak sekitar 40 tahun lalu. Selanjutnya, pameran dibuka untuk umum, dengan kuota pengunjung terbatas, berbayar, serta sesuai protokol kesehatan Covid-19. Pameran ini dibuka mulai Kamis, 29 Oktober 2020 hingga Minggu, 31 Januari 2021.

Load More Related Articles
Load More By hsnfarra
Load More In Event