Rayakan Hari Ibu, Pameran Arsip IVAA Ephemera Resmi Ditutup

5 min read
0
53

Pameran Arsip IVAA yang bertajuk Ephemera resmi ditutup pada Selasa (22/12) malam bertempat di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta. Acara pameran yang diselenggarakan oleh IVAA ini berkerjasama dengan warga kampung Dipowinatan sejak tanggal 16 hingga 22 Desember 2020. Pada gelaran pameran arsip kali ini, IVAA menghadirkan arsip geliat kampung Dipowinatan yang berada di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, tepatnya berada di Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta.

 

Turut hadir dan memberikan sambutan ibu kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta, ibu Lurah Keparakan dan sekertaris kapanewon Mergangsan dalam acara penutupan ini. Ketiganya menyambut baik adanya kegiatan ini dengan harapan dapat menjadi hal positif bagi masyarakat. Direktur IVAA, Lisistrata menyampaikan bahwa dari Dipowinatan lah perempuan punya semangat untuk maju dan berdaya. Ya, gedung BPNB yang memiliki nilai historis tak hanya sebagai sejarah namun juga sebagai inspirasi bagi semua orang.

“Dari ruang ini, kita punya spirit untuk maju. Bisa diwujudkan dengan sumbangan dalam bentuk apapun. Dialog masa lalu tak hanya dari kongres, namun bisa kita tingkatkan dengan inovasi dari lingkungan terkecil”, ungkap Lisistrata.

 

Direktur IVAA juga menyampaikan bahwa acara pameran ini memang dilangsungkan di daerah Dipowinatan dan ditutup bertepatan dengan perayaan Hari Ibu.

“Kami sengaja melangsungkan acara pameran yang ditutup pada tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan hari ibu. Hal ini untuk menunjukkan bahwa disekitar kita ada peran besar ibu, tanpa harus meminggirkan peran laki-laki, tambah Lilis.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta juga menyambut baik adanya acara ini. Menurutnya arsip itu sebagai modal utama untuk mengetahu dan menemukan jadi diri.

 

“Saya ucapkan selamat kepada IVAA yang telah bekerja keras dalam bidang pengarsipan khususnya dalam bidang seni rupa. Kegiatan ini sangat bagus diadakan serta dapat merawat ingatan kolektif kita bersama. Arsip itu sangat penting sebagai modal utama untuk menemukan jati diri dan identitas kita. Sekali lagi selamat”, ungkap kepala BPNB pada acara malam puncak dan penutupan Ephemera.

 

Acara penutupan ini juga bersangsung seru dan menghibur. Ephemera dengan ibu-ibu kampung Dipowinatan unjuk gigi dalam pentas penutupan yang berjudul “Saling Berbagi Ilmu Kiyak-Kiyuk: Mengarsipkan Pengetahuan Tata Kelola Keuangan Keluarga”. Dalam pentas ini, ibu-ibu secara maksimal menampilkan bakat aktingnya yang luar biasa dan mengundang gelak tawa dari penonton. Cerita yang dibangun dalam pentas ini dikemas dengan gaya khas ibu-ibu yang mengalami masalah sehari-hari yang juga diisi dengan solusi.

 

Tak kalah menarik, para penonton juga diberikan kesempatan untuk turut serta memberikan solusi dalam masalah dalam pentas yang sebenarnya juga menjadi masalah yang umum ditemukan sehari-hari. Penampilan ibu-ibu juga dimeriahkan dengan hadirnya Siti Fauziah, yang kerap dikenal dengan Bu Tedjo, bintang dalam film pendek ‘Tilik’.

 

Ghozali, selaku Direktur artistik Ephemera menyatakan bahwa pentas ini berangkat dari proses Workshop Financial Literacy yang juga memberikan dialog dan memunculkan solusi. Dari hasil workshop itulah, pentas ini ditampilkan. Selain itu, Pameran Arsip yang dikerjakan warga dan IVAA ini juga meberikan kesan mendalam bagi semua orang khususnya warga Dipowinatan, tak hanya belajar sejarah namun acara ini juga menjadi ajang IVAA dan warga Dipowinatan untuk saling bertegur sapa dan melaksanakan berbagai hal positif.

 

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In News