Rayakan 14 Tahun, Asia Tri Jogja Tampilkan 23 Seniman di Omah Petroek

6 min read
0
108

genpijogja.com – Perhelatan Asia Tri Jogja 2019 hari pertama berlangsung begitu meriah di Omah Petroek, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Acara yang berlangsung sejak tanggal 24 hingga 25 September 2019 ini masih satu rangkaian dengan Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019.

“Awalnya Asia Tri hanya terdiri dari seniman tiga negara, akan tetapi dengan berkembangnya waktu dan jenis kesenian, saat ini Asia Tri memiliki anggota dari 30 negara di dunia”,  ujar Bambang Paningron Direktur Jogja Internasional Street Performance (JISP) 2019 sekaligus Founder Asia Tri saat membuka gelaran Asia Tri Jogja 2019 yang dihelat di Omah Petroek Pakem Sleman, Selasa (24/9) malam.

Rayakan 14 Tahun, Asia Tri Jogja Undang 23 Seniman Tampil di Omah Petroek
Asia Tri Jogja Tampil di Omah Petroek, Sleman | Fotografer Jalu Tajam

Paningron menyampaikan bahwa Asia Tri bukan sekedar pesta pertunjukan seni, akan tetapi Asia Tri menjadi wadah para seniman dunia untuk saling bertemu dan bersilaturahmi. “Asia Tri adalah rumah bersama, dimana seluruh seniman bisa datang ke sini dan menampilkan kesenian yang dimiliki”, lanjutnya.

Awalnya gelaran Asia Tri digagas oleh empat seniman dari tiga negara yaitu Yang Hye Jin dari Korea Selatan, Soga Masaru dari Jepang, Bambang Paningron dan Bimo Wiwohatmo dari Indonesia (Jogja).

Gelaran Asia Tri pertama kalinya digelar di kota Seoul Korea Selatan tahun 2005, kemudian tahun berikutnya mulai hadir di Jogja. Sejak saat itu Asia Tri Jogja menjadi bagian dari dialektika seni dan budaya Jogja.

“Asia Tri bukan sekadar pergelaran seni, tapi juga suatu usaha mengedepankan solidaritas, keragaman dan toleransi. ‘Pertemuan’ adalah ruang bersama, untuk saling belajar, mengalami dan menghargai melalui ‘intercultural experiential learning’, jelas Paningron.

Rayakan 14 Tahun, Asia Tri Jogja Undang 23 Seniman Tampil di Omah Petroek
Asia Tri Jogja Tampil di Omah Petroek, Sleman | Fotografer Jalu Tajam

Setiap tahun Asia Tri Jogja selalu memberikan suguhan festival kesenian yang berbeda dan variatif, dengan tujuan memperlihatkan bahwa kesenian, khususnya seni pertunjukan Asia Tri mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Perhelatan Asia Tri Jogja 2019 yang digelar sejak 24-25 September 2019 juga merupakan rangkaian dari kegiatan tanggal 31 Agustus dan 1 September 2019 di Kota Akita, Jepang.

Tahun 2019 ini, Asia Tri Jogja akan menampilkan seniman pertunjukan dari beberapa negara, mulai dari Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Kamboja dan Singapura. Sementara dari Indonesia sendiri hadir seniman pertunjukan dari Lampung, Indramayu, Solo, Toraja dan Jogja. Kurang lebih 23 seniman akan menampilkan karyanya.

Hari pertama gelaran Asia Tri Jogja 2019 tampil 12 seniman yang terdiri dari UKMBS Unila (Lampung), Devi Savitri (Jogja), Harama (Sumba), Bellacoustic (Kalteng), Jun Amanto (Japan), Dimas Eka P. (Solo), Air Dance (Philippina), Romo Dance Theater (Malaysia), Rama Simon (Korea), Silver Belle (Cambodia), Pulung Jati (Jogja) dan Ayu Permata & Yuki (Lampung).

Sedangkan nanti malam, hari kedua gelaran Asia Tri Jogja 2019 akan dimeriahkan oleh Densiel (Toraja), Luna Dance (Jogja), Nalitari (Jogja), Rina Takahashi (Japan), Kiki Rahmatika (Lampung), Iing Sayuti (Indramayu), Silir Pujiwati (Jogja), Anter Asmorotedjo (Jogja), Boby Ari Setiawan (Solo), Kalpana & Rupbiny (Singapore) dan Whani Darmawan (Jogja).

Rayakan 14 Tahun, Asia Tri Jogja Undang 23 Seniman Tampil di Omah Petroek
Asia Tri Jogja Tampil di Omah Petroek, Sleman | Fotografer Jalu Tajam

Gelaran Asia Tri Jogja 2019 akan berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 24 hingga tanggal 25 September 2019 di  Omah Petroek, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Selain bertujuan untuk membangun solidaritas di antara seniman, Asia Tri juga bertujuan memberikan ruang terbuka bagi para peserta untuk berkolaborasi dan mengembangkan jejaring.

Harapannya Asia Tri Jogja mampu ikut berperan menjadikan Jogja sebagai pusat pengembangan budaya yang akan memberikan dampak positif pada pariwisata, kehidupan social dan pertumbuhan ekonomi.

“Tahun ini, Asia Tri memasuki usia ke-14. Semoga dapat memberikan warna dan manfaat. Tidak hanya bagi seniman tapi juga bagi masyarakat Jogja. Mari satukan keberagaman Indonesia dan dunia melalui kesenian”, pungkas Paningron menutup wawancara.

Baca juga artikel terkait Asia Tri Jogja atau tulisan menarik lainnya pacarkecilku.
Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In Event