Pucuk Dicinta, Mie Lethek Mbok Cempluk Pun Tiba

7 min read
0
84

Kata orang-orang, jodoh itu ada disekitar kita. Tak ada yang tahu kapan dan di mana akan berjumpa.

Begitu quote ala-ala yang terlintas di pikiranku kala tak sengaja berjumpa dengan papan tulisan “Mie Lethek Mbok Cempluk” dalam perjalanan pulangku ke rumah. Setelah sekian lama mencari warung mie lethek yang berada di daerah Bantul pinggiran, pucuk dicinta ulam pun tiba.

Melalui lirikan yang tidak disengaja, akhirnya aku menemukan warung mie lethek di tempat yang tidak disangka-sangka. Di tempat yang sebenarnya selalu kulewati ketika pulang ke rumah.

Baca juga: Menikmati Bothok di Toko Bothok Angkring

Lokasi mie lethek Mbok Cempluk memang strategis. Berada di seberang jalan gedung Madu Candya Madukismo, mataku mudah sekali melirik papan nama warung mie lethek Mbok Cempluk. Bagi yang berdomisili daerah Padokan Lor, Kecamatan Kasihan, Bantul, pasti tahu sekali keberadaan warung mie lethek Mbok Cempluk yang bertitel mie lethek asli mBendo ini. Sekadar info saja, pabrik mie lethek khas Bantul ini terletak di daerah mBendo, Kecamatan Srandakan, Bantul.

Mie lethek adalah mie yang terbuat dari tepung tapioka dan singkong, tanpa ditambahi bahan pengawet dan zat pewarna buatan sehingga warnanya tidak seperti mie pada umumnya,  melainkan berwarna kecoklatan yang kusam. Sekilas, mie lethek ini tampak seperti mi bihun, namun warnanya lebih kusam. Karena itulah orang-orang menyebutnya lethek yang berarti kotor. Selain warnanya yang berbeda, mie lethek memiliki rasa yang lebih kenyal dan tekstur yang lebih tebal. Meski tidak diberi bahan pengawet, mentahan mie lethek dapat bertahan hingga 3 bulan.

Lewat review orang-orang yang kubaca, biasanya warung mie lethek Mbok Cempluk ramai sekali. Saking ramainya, para pengunjung seringkali harus mengantri sekitar satu jam, sampai es yang mereka pesan mencair total sebelum pesanan makanan tiba.

Berbekal niat yang keukeuh dan kekuatan nekat, aku pun datang ke warung mie lethek Mbok Cempluk sekitar pukul 7 malam. Ketika itu, aku tidak perlu berlama-lama menunggu karena hanya ada sekitar 5 pelanggan. Ditambah juga ada 3 orang ibu-ibu penjual dan 1 laki-laki yang ikut membantu mengerjakan pesanan pembeli.

Aku memesan mie lethek goreng dan wedang uwuh. Mie lethek Mbok Cempluk dicampur dengan sayuran seperti kubis, sawi dan tomat, sehingga ketika dimakan tidak membuat enek. Mie ini juga dikombinasikan dengan telur dan daging ayam atau bebek yang bisa dipilih pengunjung sesuai selera masing-masing.

Wedang uwuh di warung ini disajikan panas atau hangat dengan kombinasi rasa dari berbagai rempah-rempah seperti jahe yang menyumbangkan rasa pedas, kayu secang yang membuat warnanya menjadi merah, cengkih yang menambahkan rasa hangat dan bau wangi khas minuman.

Banyaknya rempah-rempah yang dipakai membuat minuman ini disebut uwuh, dalam bahasa Jawa yang berarti sampah. Sebab, penyajian wedang uwuh ini terlihat seperti tumpukan dedaunan (sampah) yang dicampur dengan air panas/hangat dalam sebuah gelas.

Baca juga: Es Jellygar yang Menyegarkan

Selain mie lethek goreng dan rebus, warung Mbok Cempluk juga menyediakan menu lainnya seperti rica-rica, nasi goreng, bakmi dan magelangan. Menu minumannya pun bervariasi, ada teh jahe, wedang uwuh, es tape, susu, teh, dan jeruk yang harganya mulai dari Rp2.000 – Rp4.000. Sedangkan harga menu makanannya dimulai dari Rp17.000 – Rp22.000.

“Saya orang Padokan Lor, tapi stok mie letheknya memang asli dari Pabrik mBendo yang cara membuatnya masih tradisional. Pakai tenaga sapi untuk menggiling adonan mie”, ujar salah satu penjual warung mie lethek Mbok Cempluk.

Percakapan kami terputus karena tiba-tiba saja, saat malam memasuki pukul 8 malam, para pembeli ramai berdatangan ke warung mie lethek Mbok Cempluk. Saya pun mundur tahu diri, memberi ruang dan waktu kepada Bapak penjual melayani para pembeli.

Warung mie lethek Mbok Cempluk buka sejak pukul 16.30 WIB hingga 22.30 WIB. Para pengunjung disarankan untuk datang kisaran pukul 4 sore sampai 7 malam kalau tidak mau merasakan antrean yang luar biasa lama. Saya juga menyarankan membawa sepeda motor saja karena tempat parkir yang kurang luas.

Nah, kalau kamu ingin menjajal mie lethek tapi malas jauh-jauh pergi ke daerah Bendo, Srandakan. Monggo dolan ke warung mie lethek Mbok Cempluk yang lokasinya tidak jauh dari gedung Madu Candya Madukismo. Srawung sekaligus mengobati rasa penasaran pada kuliner mie lethek khas Bantul.

Baca juga artikel menarik lainnya Dzatarisa Almas.

Load More Related Articles
Load More By Dzatarisa Almas
Load More In Kuliner