PT KAI Berikan Bantuan untuk Porter Stasiun Kereta Api

6 min read
0
274

genpijogja.com – PT Kereta Api Indonesia  (Persero) memberikan santunan senilai Rp328.250.000 kepada porter stasiun di berbagai wilayah kerja PT KAI pada hari Senin (3/5/2021).

Bantuan tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sembako Gratis Ramadhan Tahun 2021.

Santunan yang dibagikan dalam acara Sembako Gratis Ramadhan Tahun 2021 berupa paket sembako gratis senilai Rp250.000 per paket untuk 1.313 porter di berbagai stasiun kereta api.

Adapun setiap paket terdiri dari beras, gula, minyak goreng, mie instan, sarden dan sirup.

KAI Berikan Bantuan untuk Porter Stasiun Kereta Api

Pembagian paket Sembako Gratis Ramadhan Tahun 2021 dilakukan serentak di 12 wilayah kerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, Daop 9 Jember, Divre I Sumatera Utara, Divre III Palembang dan Divre IV Tanjung Karang.

Untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta, dibagikan sebanyak 210 paket dengan total nilai Rp52.250.000 yang terbagi di 8 (delapan) stasiun, yaitu Yogyakarta, Lempuyangan, Solobalapan, Klaten, Solojebres, Purwosari, Sragen dan Wates.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada Porter Stasiun yang selama ini telah membantu pelayanan kepada pelanggan KAI di stasiun,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo yang secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di Stasiun Gambir, Senin (3/5/2021).

Didiek mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan volume pelanggan kereta api. Dampak pandemi tersebut juga turut dirasakan oleh para porter di stasiun yang selama ini bergantung kepada para pelanggan yang menggunakan jasanya.

Porter di stasiun merupakan mitra PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bertugas membantu mengangkat barang-barang bawaan pelanggan di saat keberangkatan atau kedatangan kereta api.

Tidak jarang porter juga membantu pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait info perjalanan dan fasilitas yang ada di dalam wilayah stasiun tersebut.

Kegiatan pembagian Sembako Gratis Ramadhan Tahun 2021 ini merupakan program rutin Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan CSR PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dilaksanakan pada setiap bulan suci Ramadhan dalam rangka membantu pihak-pihak yang membutuhkan bantuan.

“Semoga dengan adanya bantuan yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan membantu untuk mencukupi kebutuhan pokok para porter di tengah situasi pandemi Covid-19,” jelas Didiek.

KAI Berikan Bantuan untuk Porter Stasiun Kereta Api

Sekilas Sejarah Stasiun Tugu

Ketika era Hindia-Belanda, Stasiun Tugu Yogyakarta merupakan stasiun pemberhentian kereta api milik dua perusahaan kereta api yang berbeda, yaitu Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij dengan lebar rel 1435 mm dan Staatsspoorwegen dengan lebar rel 1067 mm.

Dikarenakan Stasiun Tugu Yogyakarta memiliki dua operator kereta api dengan karakter jalur yang berbeda, ketika itu tidak ada kereta api dengan trayek langsung dari barat Jawa (Bogor ataupun Jakarta) hingga Semarang ataupun Surabaya yang terletak di ujung timur Jawa. Untuk itu, setiap ada penumpang kereta api dari Jakarta tujuan Semarang atau Jakarta tujuan Surabaya, akan transit dahulu di Stasiun Tugu Yogyakarta dan melanjutkan perjalanan dengan kereta lainnya.

Ini berlaku juga bagi penumpang dari Semarang tujuan Jakarta atau Surabaya tujuan Jakarta. Selain belum tersedianya trayek kereta api terusan di Stasiun Tugu Yogyakarta, perjalanan kereta api ketika itu hanya dapat dioperasikan siang hari. Hal ini dikarenakan alasan keamanan dan lain sebagainya.

Hingga pada akhirnya dibangun jalur kereta dengan lebar 1067 mm yang terpisah dengan jalur milik Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1925. Selain membangun jalurnya sendiri, pada tahun yang sama Staatsspoorwegen merombak bentuk muka bangunan Stasiun Tugu Yogyakarta dengan gaya Art Deco yang di masa itu, dianggap lebih modern. Bentuk muka Stasiun Tugu Yogyakarta setelah mengalami perubahan masih bisa kita lihat hingga hari ini, sebagai wajah dari Stasiun Tugu Yogyakarta yang kita kenal.

Dibanding Stasiun Lempuyangan, derajat Stasiun Tugu Yogyakarta sejak zaman Hindia-Belanda memang sudah lebih tinggi. Di stasiun inilah para tamu penting menginjakkan kakinya di tanah Jogja. Mulai dari Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Sunan dari Surakarta hingga presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno. Beliau-beliau pernah singgah di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Load More Related Articles
Load More By Dewangga Liem
Load More In News