Home Event Prambanan Jazz #4: Irama Senja dalam Kerinduan

Prambanan Jazz #4: Irama Senja dalam Kerinduan

7 menit waktu baca
55
Prambanan Jazz #4. Foto milik Kevin Andy
Prambanan Jazz #4. Foto milik Kevin Andy

Sorot cahaya raksasa itu menembus ramainya teriakan para penggila. Apakah mereka benar-benar gila? Ya, gila. Gila akan musik dan seni kreasi para seniman hebat di panggung Prambanan Jazz Festival 2018.

Setelah menjalani profesiku sebagai pelajar, bergelut dengan pelajaran saintek yang menguras pikiran selama 5 hari. Akhirnya aku bisa beralih profesi menjadi penggila musik dan seni. Siapa yang tak merasa bangga dapat menikmati dan bernyanyi bersama para manusia berdarah seni.

Prambanan Jazz Festival adalah sebuah seni pertunjukan yang menyajikan perpaduan antara seni, musik, dan budaya. Prambanan Jazz Festival 2018 merupakan Prambanan Jazz tahun keempat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz Festival 2018 berlangsung selama tiga hari.

Tahun 2018 ini, jatuh pada tanggal 17, 18 dan 19 Agustus 2018. Prambanan Jazz Festival 2018 yang mengambil lokasi di Candi Prambanan terselenggara berkat kerjasama Rajawali Indonesia dengan PT. TWC (Taman Wisata Candi) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Prambanan Jazz Festival 2018 hari pertama (Jumat, 17 Agustus 2018) dibuka dengan Festival Show di Hanoman Stage dan Rorojonggrang Stage. Di kedua stage, ada keunikan tersendiri yang sayang untuk dilewatkan. Penampilan Nano Tirta Big Band membuka Festival Show di Hanoman Stage seiring dengan mulai redupnya sinar matahari.

Sementara itu, berlangsung juga penampilan The Rain membuka Rorojonggrang Stage di Festival Show sore itu membawakan single terbarunya berjudul “Rencana Berbahaya”. Tak hanya dengan satu penampilan saja, setelah The Rain membuat para penonton terbawa oleh suasana syahdu senja, Hivi dan Yura Yunita menyambung hangatnya suasana di malam yang dingin.

Hanoman Stage terus menambah keseruan dengan berbagai penampilan bintang tamu ternama yaitu Rendy Pandugo. Hadir pula Letto, salah satu band legendaris asli Jogja dengan busana khas dan sentuhan musik etnik. Iwa K yang membuatku berdansa ria dengan iringan musik yang asyik. Lagu-lagu nostalgia dari Java Jive dari era 90an menutup Prambanan Jazz Festival 2018 di Hanoman Stage.

Prambanan Jazz Festival 2018. Foto milik Kevin Andy.
Prambanan Jazz Festival 2018. Foto milik Kevin Andy.

Eittttss, setelah Festival Show ditutup, bukan berarti berakhir sudah Prambanan Jazz Festival 2018 hari pertama. Aku masih menunggu sesuatu yang sangat dinantikan yaitu Special Show.

Special Show Prambanan Jazz Festival 2018 hari pertama dibuka dengan kolaborasi petikan gitar Tohpati berpadu dengan suara emas dari musisi-musisi hebat Sheila Majid, Marcell, juga Rio Febrian. Kolaborasi KahitRAN (Kahitna dan RAN) juga melengkapi sekaligus menutup malam Special Show Prambanan Jazz Festival 2018 di hari pertama.

Selama tiga hari, kompleks Candi Prambanan terus bertambah ramai tanpa ada surutnya. Aku sampai rela berubah menjadi tikus supaya bisa dapat barisan terdepan, bukan tikus sesungguhnya loh.

Lagu yang mendayu-dayu sampai ke alam mimpi berhasil dibawakan oleh kelompok seniman yang sangat digemari oleh masyarakat Jogja yaitu KLA Project di Festival Show Prambanan Jazz Festival 2018 hari kedua (18 Agustus 2018). Banyak juga penampilan musisi lain yang tak kalah asyiknya.

Apalagi di Special Show Prambanan Jazz Festival 2018 hari kedua ada penampilan dari Diana Krall yang mengajak penonton dengan aliran lagu-lagu bernuansa swing jazz. Diana Krall di atas panggung, bahkan menyatakan selama di Jogja, dia merasa seperti berada di rumahnya sendiri dan amat senang dengan respon penonton Prambanan Jazz Festival 2018 yang turut bernyanyi selama acara. Penyanyi asal Kanada itu dengan senang hati mengiringi para penikmat seni Prambanan Jazz Festival 2018 untuk bernyanyi bersama.

Capek berteriak dan bernyanyi, aku langsung menuju Pasar Kangen. Tak jauh beda tampilan Pasar Kangen dari yang beberapa bulan lalu diadakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Berbagai makanan khas dipadukan dengan etnik modern turut membawa generasi muda jaman sekarang untuk kembali melihat ke masa lalu dan merasakan nikmatnya sajian pada masa itu.

Menikmati alunan musik sambil menyantap hidangan tradisional ditambah lagi menatap indahnya senja berganti dengan cahaya bulan yang menyinari Prambanan Jazz Festival 2018 di malam hari.

Aku makin excited saat menikmati hari ketiga (19 Agustus 2018) yang merupakan hari terakhir Prambanan Jazz Festival 2018. Para musisi yang tampil merupakan favoritku.

Dari mulai Jikustik, yang terkenal dengan lagu Puisi. Ada Band Gigi, Glenn Fredly, sampai Tulus dengan foto hitam putihnya (Monokrom). Ternyata malam terakhir Prambanan Jazz Festival 2018 bertepatan dengan ulang tahun Tulus, salah satu musisi hebat Indonesia. Selamat ulang tahun, kak Tulus.

Malam terakhir Prambanan Jazz Festival 2018 ditutup dengan Special Show yang sangat spektakuler dari kolaborasi Dewa 19 dan Ari Lasso membawakan lagu-lagu terbaik mereka. Beraneka lagu yang dibawakan Boyzone menjadi pengobat rindu dan berhasil menutup rangkaian acara Prambanan Jazz Festival 2018.

We feel the love and the loyalty that you give on us for 25 years. Thank you Indonesia” -Boyzone.

Prambanan Jazz Festival 2018
Prambanan Jazz Festival 2018. Foto milik Kevin Andy.
Muat Lagi Dari Latifah Nur Istiqomah
Muat Lebih Banyak Di Event