Peringati Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Keraton Buka Pameran Bertajuk Jayapatra

5 min read
0
51

Dalam rangka memperingati ulang tahun kenaikan takhta atau Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Keraton Yogyakarta gelar rangkaian acara bertajuk Jayapatra. Rangkaian acara ini dibuka langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (7/3) pukul 19.00 WIB yang bertepatan dengan tanggal penobatannya yang ke-33. Acara pembukaan ini disiarkan langsung melalui kanal Youtube Premier Kraton Yogyakarta. Dalam rangkaian acara Jayapatra terdiri dari acara Pameran dan Simposium Internasional. Rangkaian ini digelar selama empat bulan, mulai Selasa (8/3) hingga bulan Juni mendatang dengan menghadirkan format hybrid yang dapat dikunjungi secara daring maupun luring dengan jumlah terbatas.

Dalam acara pembukaan, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut istilah “Jayapatra” yang secara harfiah memiliki arti perjanjian kemenangan. Ia menuturkan dalam prespektif sejarah, perjanjian kerap menjadi sebuah momentum awal atau episode kalamisani. Sedangkan jika dilihat dari prespektif spiritual jawa, disepakatinya perjanjian atau ikrar dipandang sebagai tahap mulanira atau sangkan.



“Selanjutnya patra-lah yang menjadi guiden dan piandel untuk menjalani proses paran menuju tataran dumadi,” tutur Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam mengangkat tema ini GKR Bendara berharap dapat mengedukasi masyarakat serta mengilhami generasi muda dengan Sejarah Yogyakarta yang juga memiliki peran penting dalam berdirinya Republik Indonesia.

“Harapannya pameran ini hadir sebagai upaya Keraton dalam mengilhami generasi muda agar melek sejarah tentang Yogyakarta dan perannya atas kelahiran republik,”ungkap GKR Bendara selaku Penghageng Nityabudaya.

Tema besar yang diangkat dalam peringatan Jumenengan tahun ini juga sangat berkaitan dengan kontribusi keraton bagi Indonesia. Ia juga menyebutkan agenda ini menjadi salah satu momentum untuk Kembali merefleksikan diri terhadap perjuangan Panjang para pendahulu dalam meraih kemerdekaan sekaligus berupaya menjaga kemerdekaan itu sendiri.

“Berkaitan dengan tema, yang banyak dipamerakan berkaitan dengan Arsip dan dokumen-dokumen yang sebagian besar berhubungan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, termasuk menceritakan peranan beliau sebagai Menko Ekuin (Mentri Koordinator Perekonomian dan Keuangan) hingga menjadi wakil Presiden RI. ,” tambah GKR Bendara.



Dalam pembukaan rangkaian acara Jayapatra, GKR Mangkubumi juga menyampaikan akan banyak bukti sejarah yang dipamerkan termasuk Potret Pisowanan Ageng yang menjadi salah satu peran Sultan dalam mempertahankan Republik Indonesia.

“Perjuangan ini dilanjutkan pula oleh Sri Sultan Hamengku Bawono ka. 10 dalam mempertahankan kedaulatan republik melalui praktik-praktik budaya dan reformasi di Yogyakarta. Potret pisowanan ageng pada tahun 1998 menjadi fakta atas peran sultan dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia. Pisowanan Ageng kala itu menjadi maklumat yang tidak dapat dinafikan atas peran Sultan.” Ujar GKR Mangkubumi.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak peran vital yang telah dilakukan oleh Keraton Yogyakarta, termasuk dalam bidang Pendidikan. Keraton Yogyakarta merintis Pendidikan berbasis budaya melalui sekolah tamanan yang dikemudian hari berkembang menjadi sekolah-sekolah ala Barat.

“Puncaknya kehadiran 71 sekolah partikelir pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku buwono VII yang menjadi bukti perhatian Sultan terhadap Pendidikan,” tambah GKR Mangkubumi.

Pameran Jayapatra digelar di Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta yang dapat dikunjungi secara luring maupun daring melalui laman symposim.kratonjogja.id. Rangkaian acara ini juga terdiri dari berbagai webinar tematik, Virtual Tour tematik dan Lomba Sketsa yang diselenggarakan untuk masyarakat umum. Untuk mengetahui informasi lebuh lanjut pameran, webinar dan acara lainnya, pengunjung dapat mengikuti akun Instagram kraton @kratonjogja atau dapat mengunjungi laman website Keraton Yogyakarta.

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In Event