Perayaan Bersih Desa di The Waroeng of Raminten Kaliurang

8 min read
0
17

genpijogja.com – Umumnya sebuah restoran menyediakan live music untuk membangun branding atau menghidupkan suasana lewat pemutar lagu untuk kenyamanan para pelanggan.

Lain halnya apabila kita berbicara tentang sesuatu yang unik dan berbeda, The Waroeng of Raminten jawabannya, berlokasi di jalan Kaliurang No.16 Kopatan, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Restoran ini mempersembahkan kebudayaan lokal yang dikemas dalam penampilan Sendratari dan Ketoprak.

Baca juga: Weekend Berkesenian di Raminten Kaliurang.
Perayaan Bersih Desa di The Waroeng of Raminten Kaliurang
Perayaan Bersih Desa di The Waroeng of Raminten Kaliurang

Sesuai dengan visi dan misi The Waroeng of Raminten sebagai pusat aksi, atraksi dan edukasi budaya. Tidak hanya menjual baju dan makanan saja, restoran ini menghadirkan pertunjukan atraksi budaya yang dikelola sendiri oleh karyawan-karyawatinya.

The Waroeng of Raminten Kaliurang masih satu kepemilikan dengan Hamzah Batik, Bakpia Raminten dan The Praja Kafe & Resto di bawah management Raminten Grup. Setiap hari Jumat dan Sabtu, The Waroeng of Raminten Kaliurang menampilkan sendratari yang bertajuk Panen Raya dan Bersih Desa.

Pada Sabtu (5/10) yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi The Waroeng of Raminten Kaliurang. Memasuki restoran, saya disambut patung kakek-kakek dengan seperangkat kembang setaman dan kemenyan. Nuansa tradisional sangat terasa dengan keberadaan patung wanita berkostum Jawa dan beberapa kendi sebagai tempat wudhu.

Tempat duduk The Waroeng of Raminten Kaliurang beragam, tidak hanya menyediakan kursi, para pelanggan dapat memilih duduk lesehan dengan bantal duduk atau kursi rotan tanpa kaki. Keberadaan kolam di tengah-tengah restaurant disertai panggung kecil di depannya menambah estetika The Waroeng of Raminten Kaliurang.

Sekitar pukul 19.15 WIB, para penari kecil dari Sanggar Bunda membuka pertunjukan sendratari Bersih Desa malam itu. Khusus Sabtu malam, The Waroeng of Raminten Kaliurang memang menyediakan ruang tampil bagi sanggar-sanggar dari luar The Waroeng of Raminten Kaliurang sebagai pembuka pertunjukan sendratari. Sedangkan untuk Jumat malam, pembukanya adalah tari Angguk Raminten dan tari Jamu Gendong Raminten yang ditarikan oleh karyawan-karyawati Raminten Group.

Sendratari Bersih Desa diawali dengan tarian dari gadis-gadis berkebaya. Berbekal properti sapu lidi di tangan, mereka lincah menampilkan perannya sebagai “gadis desa”. Setelah itu, tampilah para pemuda yang juga terlihat sedang menyapu, kali ini mereka menarikannya dengan lebih gagah.  Kemudian tarian kuda lumping, dilanjutkan permainan akrobat api yang ditampilkan bergantian oleh para laki-laki.

Baca juga: The Waroeng of Raminten, Perkuat Budaya Lewat Drama Tari Panen Raya
Perayaan Bersih Desa di The Waroeng of Raminten Kaliurang
Perayaan Bersih Desa di The Waroeng of Raminten Kaliurang

Bersih Desa adalah wujud perasaan syukur dari warga desa kepada Tuhan yang Maha Kuasa, makna ini digambarkan melalui gunungan yang dibawa oleh semua penarinya. Sendratari ditutup dengan flashmob yang meriah, para penari mengajak pengunjung untuk naik ke panggung dan menari bersama.

Salah satu karyawan The Waroeng of Raminten Kaliurang Ofar menyampaikan bahwa banyak pengunjung yang setiap pekan selalu datang untuk menonton sendratari. Terkadang pelanggan tersebut kembali dengan membawa teman atau saudara dari luar kota, sehingga secara otomatis pertunjukan sendratari ini menarik lebih banyak pengunjung. Bahkan, ada juga pengunjung dari Magelang yang berlangganan di restoran ini.

Ikka, pelanggan yang datang dari Sewon Bantul mengaku suka sekali dengan kesenian. Apalagi di zaman milenial sekarang, budaya seperti ini jarang atau sudah di mix dengan nuansa modern. Ia senang sekali melihat bahwa ternyata The Waroeng of Raminten Kaliurang masih melestarikannya.

Melalui pertunjukan tari Bersih Desa, The Waroeng of Raminten Kaliurang mengajarkan karyawan-karyawatinya untuk mengerti budaya lokal seperti membatik, produk jamu dan atraksi budaya. Sebelum penampilan perdana di atas panggung, umumnya setiap karyawan-karyawati The Waroeng of Raminten Kaliurang berlatih sekitar 3 (tiga) kali setiap pekan tanpa memiliki kemampuan menari dan akting sama sekali.

Baca juga: Raminten Kaliurang, One Stop Shopping Yang Kental Budaya

“Kita menekankan pada mindset, kembali pada visi-misi perusahaan. Kita dorong bahwa di sini sama-sama berproses. Ya, tentu saja masih ada 1-2 orang yang keberatan, tapi lambat laun mereka jadi terbiasa”, ujar Ofar saat ditanya rekan media bagaimana cara pihak management mendorong karyawan-karyawatinya bekerjasama dalam pertunjukan atraksi budaya.

Selain menampilkan sendratari dan ketoprak, The Waroeng of Raminten Kaliurang juga mengadakan pembelajaran membatik setiap Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 13.00-19.00 WIB. Agenda restoran ini tidak hanya weekend, setiap Senin malam, live music keroncong hadir menemani makan malam para pengunjung mulai pukul 19.30 WIB.

Sedangkan untuk gelaran ketoprak yang mengangkat tema Jonggrang: The Story of Prambanan Temple akan hadir setiap minggu malam pekan terakhir. Ofar menjelaskan, dalam waktu dekat pihak The Waroeng of Raminten Kaliurang akan mengadakan proyek ketoprak baru bertajuk “Hanonam” yang akan digelar 2-3 bulan mendatang.

Bagaimana, tertarik untuk berkunjung? Yuk, ke sini!

Baca juga artikel tentang Raminten atau tulisan menarik lainnya Almas.
Load More Related Articles
Load More By Dzatarisa Almas
Load More In Event