Home News Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Ke-14 Resmi Dibuka

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Ke-14 Resmi Dibuka

5 menit waktu baca
33

Pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2019, Rabu (13/02) sukses dilaksanakan. Hajatan tahunan ini dipusatkan di kampung Ketandan Yogyakarta. Acara pembukaannya diawali dengan penampilan dari empat barongsai dari grup Nagata.

Dalam sambutannya, ketua panitia Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-14, Tri Kirana Muslidatun menuturkan acara yang akan berlangsung hingga Selasa pekan depan (19/2) ini mengusung tema “Harmony in Diversity”. Event ini menyuguhkan berbagai kuliner, pertunjukan seni dan budaya, karnaval, hingga berbagai lomba khas perayaan Imlek termasuk didalamnya ada pemilihan Koko Cici Jogja.

Sementara itu, ketua Jogja Chinesse Art And Culture Center (JCACC) dalam sambutannya mengatakan bahwa Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ini merupakan salah satu dari 4 event besar yang ada di Yogyakarta.

“Dengan diadakanya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ini kami harapkan dapat membangun sinergi bersama seluruh insan seni budaya di Jogja kemudian menjadikan Jogja menjadi kota dengan toleransi yang tinggi”, ujar beliau.

P2131255

Secara simbolis, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-14 dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan memukul tambur yang didampingi oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, ketua panitia Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, ketua JCACC, perwakilan dari Dinas Pariwisata serta para ketua paguyuban Tionghoa lainnya.

Kemudian acara dilanjutkan pementasan tari Betawi “Nyai Dasimah”. Akulturasi budaya pada tarian ini merupakan perpaduan antara musik mandarin dengan gerakan tarian Betawi.

Selain itu juga ditampilkan atraksi Lady Dragon dari perkumpulan Hoo Hap Hwe. Istimewanya semua pemainnya terdiri dari para wanita. Tak ketinggalan juga penampilan tari “Ni Erl Cing” (PASTI), tari “Hua Mu Lan” (Grup Hyena di Utara), tari “The Spirit of Pig” (Sanggar Tari Natya Lakshita), penampilan band, serta ditutup dengan Naga & Barongsai Panbres.

P2131415

Tahun ini, boot kuliner di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta makin beragam. Aneka kuliner khas Imlek juga hadir disini, diantaranya lontong Cap Go Meh, wedang kacang, aneka kue, dan lain sebagainya. Khusus untuk makanan non halal kini sudah “dipisahkan” dengan jelas, yaitu berada di jalan Ketandan Kidul (jalan yang mengarah ke pasar Beringharjo).

Selama event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, akan dipentaskan pertunjukan Wayang Potehi di sebelah timur dari panggung utama dan secara terpisah lokasi juga ada pameran tentang wayang Potehi di rumah budaya Ketandan.

Salah satu agenda Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang harus Anda saksikan adalah Malioboro Imlek Carnival di sepanjang kawasan Malioboro pada Sabtu (16/2) besok. Dengan start di taman parkir Abu Bakar Ali dan berakhir hingga di Alun-Alun Utara Jogja.

P2131140

Karnaval ini akan menampilkan tiga naga raksasa, yaitu Naga Hijau dari Magelang Jawa Tengah yang memiliki panjang 90 meter, Naga Jogja (pemegang rekor MURI tahun 2018) dengan panjang 165 meter dan Naga Nusantara asal Tangerang sepanjang 67 meter.

Karnaval itu juga akan melibatkan enam Dadak Merak raksasa asal Ponorogo Jawa Timur. Selain itu juga ada penampilan dari 31 peserta, diantaranya tiga penampil terbaik dari Jogja Dragon Festival (JDF) ke-8. Khusus untuk gelaran JDF tahun ini dilaksanakan pada hari Jumat (15/2) di Sleman City Hall.

Dinas Pariwisata DIY mengharapkan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2019 menjadi salah satu event yang akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke DIY. Seperti diketahui, target wisatawan tahun 2019 sebanyak 5.926.228 orang dengan perincian 498.410 orang wisatawan mancanegara dan 5.427.818 orang wisatawan nusantara.

Selain jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal atau Length of Stay (LoS) wisatawan juga diharapkan dapat meningkat sehingga menciptakan permintaan pasar (belanja) yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Muat Lagi Dari Dewangga Liem
Muat Lebih Banyak Di News