Home Destinasi Digital Pasar Ngingrong Meningkatkan Jumlah Wisatawan Milenial Gunungkidul

Pasar Ngingrong Meningkatkan Jumlah Wisatawan Milenial Gunungkidul

5 menit waktu baca
49
Launching Pasar Ngingrong
Launching Pasar Ngingrong. Foto milik Hardy Wiratama.

Potensi alam Indonesia merupakan aset yang sangat berharga untuk bidang pariwisata. Indonesia memiliki beragam tempat eksotis dan budaya daerah yang unik dan menarik.

Salah satu visi pariwisata 2020 adalah untuk mengembangkan aset-aset tersebut untuk menjadi destinasi wisata yang dapat meningkatkan jumlah wisatawan baik dari lokal maupun internasional.

Sektor pariwisata akan menjadi sektor unggulan yang akan menyumbang pendapatan negara. Untuk itu diangkat beberapa detinasi yang akan menjadi tempat wisata unggulan Indonesia.

Pada tahun 2020 nanti diharapkan sektor wisata mampu menyerap 20 juta wisatawan dengan serapan devisa mencapa 275 T. Pariwisata selain menjadi penyumbang PDB devisa juga mampu menyerap lapangan kerja yang paling murah dan mudah.

Sektor pariwisata memiliki multiple efek pada pertumbuhan dan perkembangan sektor lainnya. Peningkatan di sektor pariwisata merupakan efek domino untuk untuk sektor lain seperti perhotelan, restoran, perdagangan, transportasi hingga industri.

Terutama sektor wisata lokal, akan menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Jogja merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu Kota Yogyakarta, Merapi Merbabu, Kars Gunungkidul, Pantai Selatan, Prambanan-Kalasan.  Kepala Kantor Perwakillan BI DIY Budi Hanoto menjelaskan secara tidak langsung sektor pariwisata meningkatkan kontribusi pada sektor lain hingga 55% dari total PDRB dan berimplikasi pada langsung pada sektor hotel dan resto.

Jogja memiliki wisata yang lengkap mulai dari daerah pantai, pegunungan, hingga aneka ragam budaya yang masih kental di masyarakat. Hal ini menjadi aset yang sangat berharga untuk terus dikembangkan.

Pasar Ngingrong merupakan destinasi kedua yang sudah diresmikan oleh GenPi Jogja setelah Pasar Kakilangit. Konsep destinasi digital disiapkan untuk generasi milenial yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan media digital dan media sosial.

Dalam bincang digital Koordinator GenPi Jogja Elizhabet Elzha menjelaskan alasan pemilihan destinasi digital untuk dikembangkan adalah untuk menyasar media digital dan menciptakan destinasi yang instagramable dan menarik. Agar mendapatkan banyak like, mudah dikenal dan cepat menjadi viral di masyarakat.

Menarik generasi milenial agar tertarik untuk berkunjung dan menjelajah pasar tradisional. Mendorong anak muda jaman now untuk turut menyebarkan konten positif dan mempromosikan destinasi wisata Indonesia.

Dibuka dengan meriah oleh tari tradisional dan disusul dengan pertunjukan tradisional dari masyarakat setempat seperti jathilan dan reog, Pasar Ngingrong mampu menarik banyak pengunjung. Di akhir acara sajian makanan di lapak-lapak pedagang telah terjual habis.

Pasar Ngingrong menyediakan beragam menu tradisional khas Gunungkidul yang sudah jarang ditemui di kota. Terletak di jalur pariwisata, Pasar Ngingrong diharapkan ke depannya dapat buka hingga malam untuk menfasilitasi wisatawan yang pulang malam.

Ketika pengunjung selesai berwisata dan lapar, dapat langsung berkunjung ke Pasar Ngingrong. Selain masakan, Pasar Ngingrong yang terletak di kawasan geosite juga memiliki pemandangan yang indah ketika senja. Hal ini dapat menjadi daya tarik kaum milenial untuk berburu foto yang instagramable.

Dalam acara Jagongan Destinasi Wisata, Partono dari Dinas Pariwisata Gunungkidul mengatakan bahwa untuk memberdayakan pariwisata lokal Dinas Pariwisata akan membangun homestay. Para wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan menginap di destinasi wisata yang mereka kunjungi.

Untuk dapat mensukseskan destinasi digital pasar Ngingrong ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, baik dari masyarakat sebagai pedagang agar lebih inovatif, dukungan pemerintah daerah dan dinas pariwisata, serta peran utama GenPi untuk memotivasi masyarakat dan mengelola pasar secara offline maupun online.

Launching Pasar Ngingrong
Launching Pasar Ngingrong. Foto milik Hardy Wiratama. 
Muat Lagi Dari Kazebara
Muat Lebih Banyak Di Destinasi Digital