Papermoon Puppet Theatre Bawa Pulang “Stream of Memory” ke Jogja

6 min read
0
105

Papermoon Puppet Theatre berhasil membawa pulang karya “Stream of Memory” untuk dipentaskan selama 3 (tiga) hari di Jogja. Penampilan bertajuk “Kali – Stream of Memory” ini menggabungkan elemen teater boneka, tari, video mapping, musik dan tata cahaya. Ditampilkan oleh 6 dalang dari Papermoon Puppet Theatre dan 4 penari dari Singapura.

“Stream of Memory” digelar 3 hari

Stream of Memory akan pentas mulai Jumat (15/12/23) hingga minggu (17/12/23) di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta. Papermoon Puppet Theatre menyiapkan kuota untuk ratusan penonton terdiri dari 610 kursi dan area lesehan depan panggung (terbatas).

Melalui karya Stream of Memory, Papermoon Puppet Theatre menggambarkan kepeduliannya atas ikatan yang dimiliki manusia satu sama lain dan dengan alam. Terinspirasi dari komunitas yang menjadikan sungai sebagai rumah mereka, karya ini merayakan energi pemberi kehidupan dan manusia

Penampilan perdana di Singapura

Sebelum dibawa ke Jogja, karya kolaborasi dengan The Esplanade “Stream of Memory” ini telah tampil perdana di Singapura akhir tahun 2022. Penampilan itu menjadi bagian dari pembukaan Singtel Waterfront Theatre, sebuah gedung teater yang baru dibangun di kawasan Esplanade Theatre, Singapura.

Dalam penampilan “Stream of Memory”, Papermoon Puppet Theatre yang terkenal secara internasional berkolaborasi dengan koreografer, 4 penari dan penata cahaya dari Singapura. Ini menjadi produksi terbesar mereka hingga saat ini.

Penampilan “Stream of Memory” saat Media Review

Cerita terinspirasi dari Sekolah Gajah Wong

Ide cerita “Stream of Memory” terbentuk melalui proses panjang, salah satunya dengan rintangan COVID-19. Pada awalnya, Papermoon Puppet Theatre seharusnya tampil pada tahun 2021. Namun karena terhalang pandemi, penampilan mereka diundur dan rencana perjalanan ke berbagai sungai di Indonesia menjadi hilang.

“Karena tidak bisa ke Kalimantan karena keadaan COVID-19 waktu itu, dari situ kami berpikir kenapa tidak mengambil tema yang ada di dekat kita. Akhirnya kami memilih Sekolah Gajah Wong, sekolah gratis yang ada di bantaran sungai. Sesuai dengan tema yang diminta yaitu Sungai. Kami ingin mengangkat kisah-kisah kecil yang ada di dekat kita dulu. ” tutur Maria Tri Sulistyani atau kerap disapa Ria selaku founder Papermoon Puppet Theatre.

Ria bercerita ketika Papermoon workshop dengan Sekolah Gajah Wong, mereka diajak berjalan-jalan oleh beberapa anak laki-laki ke sungai yang biasa menjadi tempat bermain anak-anak. Berawal dari situ, ide-ide mulai muncul dan akhirnya dikembangkan menjadi penampilan “Stream of Memory”.

Kisah Sang, Jun, dan Kali

“Stream of Memory” yang berdurasi selama 55 menit ini berisi 3 (tiga) karakter utama yaitu Sang, Jun, dan Kali. Cerita diawali dengan tokoh Sang dan Jun yang sedang bermain di sungai. Kemudian sebuah kejadian membuat Sang bertemu dengan Kali, raksasa tua yang terlupakan. Pertemuan itu membuat Sang menemukan siapa itu Kali dan mengingat siapa dirinya dulu.

Kisah Sang, Jun, dan Kali merupakan penggambaran kisah ekologi tentang kenangan dan keterhubungan kembali antara manusia dengan alam. Cerita mereka dibuat sebagai respons terhadap hilangnya makna sungai yang disebabkan oleh urbansasi dan kehidupan modern. Bersama Sang, Jun, dan Kali, penonton akan dibawa kembali ke dalam kenangan tentang alam dan memperdalam hubungan antara manusia dengan alam.

Selain penampilan di panggung indoor, Papermoon Puppet Theatre juga memamerkan karya instalasi “KALI” di area lobi gedung pertunjukan. Karya ini terdiri dari boneka berukuran besar, rumah panggung, dan boneka mini yang dibuat dari tanah liat, kayu, dan rotan yang menjadi bagian dari set pementasan “Stream of Memory” .

Sampai hari ini, tiket “Stream of Memory” masih tersedia pada show hari kedua dan ketiga. Meskipun area lesehan telah sold out, kalian masih bisa booking tiket di area kursi. Tiket bisa dibeli melalui https://streamingaja.id/

Load More Related Articles
Load More By Dzatarisa Almas
Load More In News