Paniradya Kaistimewan Sukses Membuka Pameran Foto ‘Jogja Istimewa dalam Cerita’

6 min read
0
60

genpijogja.com – Paniradya Kaistimewan kembali menggelar kegiatan untuk lebih mengenalkan keistimewaan Jogja. Pameran fotografi dipilih karena foto dapat menjadi media penyebarluasan informasi tentang betapa luasnya keistimewan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dapat dilihat dari segi budaya, kesenian, tempat wisata, acara adat dan sebagainya. Semua itu jika dibingkai dalam sebuah karya foto maka akan menambah nilai jualnya.

Pameran fotografi ini dilatarbelakangi pernyataan dari Paniradya Pati atau Pimpinan Paniradya Kaistimewan Beny Suharsono bahwa banyaknya keberagaman di Jogja tidak harus menjadi keseragaman, tapi bisa menjadi keselarasan.

Bertajuk ‘Jogja istimewa dalam Cerita’ pameran fotografi resmi dibuka oleh Beny Suharsono di depan Kafe Sonobudoyo jalan Pangurakan no. 6 Yogyakarta pada Jumat (25/10) malam.

Paniradya Kaistimewan Sukses Membuka Pameran Foto 'Jogja Istimewa dalam Cerita'
Paniradya Kaistimewan Sukses Membuka Pameran Foto ‘Jogja Istimewa dalam Cerita’

Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho dan para tamu undangan. Dalam sambutannya Pimpinan Paniradya Kaistimewaan mengatakan, masyarakat dapat melihat langsung keistimewaan Jogja dari foto-foto yang dipamerkan.

“Pameran foto ini merupakan bagian dari sebuah seni baik seni lukis, seni musik, seni tari yang menunjukkan tentang khasanah kebudayaan di Jogja”, ujar Aris Eko Nugroho.

Para tamu undangan kemudian diajak untuk berkeliling melihat pameran di dalam Kafe Sonobudoyo dipandu oleh Ketua Panitia Pameran Foto yaitu Thomas Christ atau yang lebih dikenal dengan nama Jalu Tajam di semua akun media sosialnya. Para tamu sangat kagum dan antusias dengan penjelasan dan foto-foto yang dipamerkan meski masih ada beberapa kekurangan.

“Pameran ini menunjukan keutuhan tentang keistimewaan Jogja. Masyarakat Jogja dapat melihat langsung upaya dalam meliterasikan keistimewaan Jogja dalam bentuk foto. Sejauh mana masyarakat memahami keistimewaan ini, mampukah kita menopang apa yang dimandatkan di dalam UU Keistimewaan”, jelas Beny.

Dengan adanya pameran fotografi bertajuk ‘Jogja Istimewa dalam cerita’ harapannya adalah semua bidang pemberdayaan dapat meningkat.

“Pengunjung yang melihat foto ini tertarik dia akan mengunjungi lokasi yang ada di foto tersebut. Misal tempat wisata ya wisatanya naik, kalau penjual keris maka akan laris dagangan kerisnya”, ungkap Beny sambil menunjuk beberapa foto.

Paniradya Kaistimewan Sukses Membuka Pameran Foto 'Jogja Istimewa dalam Cerita'
Paniradya Kaistimewan Sukses Membuka Pameran Foto ‘Jogja Istimewa dalam Cerita’

Pameran fotografi dengan tajuk utama “Jogja Istimewa dalam Cerita” yang berlangsung di kafe Sonobudoyo selama 3 hari mulai dari tanggal 25 hingga tanggal 27 Oktober 2019 ini juga dimeriahkan oleh live musik.

Pada acara pembukaan pameran, penampilan Wave Musik, duo wanita cantik yang bermain akustik menyedot banyak perhatian pengunjung. Di hari ke dua pameran akan tampil Tommy & Lintar dan Bait Nugraha. Sedangkan di hari penutupan, pengunjung pameran akan dihibur oleh DJ Culfie.

Hari Sabtu, 26 Oktober 2019 akan ada Bincang Foto The Best Shot bersama Giri Wija yang akan berlangsung pada pukul 18.00 WIB.

Kemudian pada hari Minggu, 27 Oktober 2019 akan dilaksanakan lomba foto on the spot dengan hadiah Rp5.000.000 untuk pemenang pertama,  Rp3.500.000 untuk pemenang kedua, Rp2.250.000 untuk pemenang ketiga dan sederet hadiah untuk pemenang harapan.

Lomba foto on the spot dengan hadiah total 14,5 juta rupiah itu akan dijuri oleh fotografer kawakan, yaitu Misbachul Munir, Jalu Tajam dan Giri Wija. Peserta lomba fotografi yang sudah mendaftar wajib registrasi ulang pada pukul 11.00 – 12.00 WIB di Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Pengunjung juga akan mendapat cokelat dan menu angkringan pada sore hari selama persediaan masih ada. Semuanya gratis.

Kegiatan pembukaan pameran fotografi ‘Jogja Istimewa dalam Cerita’ pada malam pembukaan menjadi Trending Topik Indonesia (TTI) nomer satu di platform Twitter.

Para netizen memeriahkan hastag #JogjaDalamCerita dengan kenangan-kenangan, keistimewaan Jogja dan tentu saja tentang acara pameran fotografi ini. Aksi nyata digitalisasi Keistimewaan Jogja, ditandai dengan adanya trending topik dan jumlah pendaftar lomba fotografi on the spot yang membludak hingga lebih dari 600 peserta.

Pameran fotografi bertajuk ‘Jogja Istimewa dalam Cerita’ masih akan berlangsung hingga hari Minggu, 27 Oktober 2019. Bagi yang semalam belum sempat hadir masih bisa datang mengunjungi pameran fotografi yang sudah dibuka mulai jam 10.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Di malam penutupan pameran fotografi bertajuk ‘Jogja Istimewa dalam Cerita’, pihak panitia menjanjikan bintang tamu spesial yang hingga hari ini masih dirahasiakan namanya.

Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In News