Pameran Sekaten Kraton Jogja Edukasi Masyarakat Melalui Pelatihan Gamelan

7 min read
0
19

genpijogja.com – Pameran Sekaten 2019 yang dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, selain menyajikan pameran dengan tajuk “Sri Sultan Hamengku Buwono I: Menghadang Gelombang, Menantang Zaman” juga menggelar berbagai macam pelatihan dan workshop bagi para pengunjung.

Dengan harapan masyarakat dapat mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selama beberapa hari diagendakan sejumlah pelatihan, mulai dari pelatihan batik, gamelan, tari dan workshop ageman (busana) Jawa.

Pameran Sekaten Kraton Jogja Edukasi Masyarakat Melalui Pelatihan Gamelan
Pameran Sekaten Kraton Jogja Edukasi Masyarakat Melalui Pelatihan Gamelan

Pelatihan gamelan yang dilaksanakan pada Senin (04/11) sore diikuti oleh 20 orang peserta. Pelatihan ini tidak dipungut biaya. Peserta hanya perlu membayar tiket masuk ke Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebesar Rp5.000 saja.

Pendaftaran untuk mengikuti pelatihan gamelan ini dibuka online jauh-jauh hari sebelum pameran Sekaten dibuka, meski begitu pihak Keraton tetap menyediakan slot bagi peserta yang langsung datang tanpa mendaftar online sebelumnya, dengan catatan terdapat peserta yang membatalkan diri mengikuti pelatihan.

Pelatihan gamelan dilaksanakan di Bale Bang Kompleks Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Pesertanya pun beragam, mulai dari anak sekolah dasar hingga orang dewasa. Pelatihan ini dipandu oleh penabuh gamelan yang berasal dari abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Fadhil, siswa salah satu sekolah menengah atas di Jogja mengaku, sebelumnya mereka pernah belajar menabuh gamelan di sekolah. “Saya juga mengikuti ekstra gamelan di sekolah, kemudian ikut pelatihan agar semakin mendalami dan mengetahui cara bermain gamelan dengan baik dan benar”, ungkap Fadhil ketika ditanya alasan mengikuti pelatihan gamelan di Keraton. “Bunyi yang dihasilkan juga berbeda dengan alat yang ada di sekolah dan cara bermainnya pun sangat bagus”.

Fadhil berharap, ke depannya pelatihan gamelan seperti ini harus lebih sering diadakan agar teman-teman lainnya yang saat ini tidak bisa ikut karena terbatasnya kuota pelatiha, bisa bergabung untuk belajar.

Berbeda dengan Nawa yang masih duduk di kelas 4 SD. Nawa sebelumnya sama sekali tidak memiliki pengalaman menabuh gamelan. Nawa mengungkapkan pengalaman berlatih gamelan di Keraton membuat dirinya sangat senang. “Seneng sekali bisa ikut latihan dan mengenal Bonang –salah satu instrumen dalam gamelan-“, ujar Nawa ceria.

Dalam pelatihan gamelan kali ini, para peserta mempelajari Lancaran Bala Wanara yang biasa digunakan untuk mengiringi tari putra. Tari ini biasanya bertema prajurit yang akan mengikuti perang. Lancaran Bala Wanara juga merupakan iringan yang biasa digunakan mengiringi flash mob kapi-kapi yang sebelumnya viral di Jakarta dan Jogja.

Para peserta pelatihan mendapat giliran berlatih dengan instrumen masing-masing, dibantu oleh mas Apri dan bapak-bapak pelatih lainnya, peserta dituntun dengan baik. Setelah lancar memainkan Lancaran Bala Wanara, para peserta pelatihan belajar Lancaran Gandhes, Laras Pelog Pathet Barang yang biasa digunakan untuk mengiringi tari Beksan Nawung Sekar atau tari putri.

Tak hanya berlatih gamelan, peserta juga belajar nembang lagu-lagu yang biasa dinyanyikan saat memainkan gamelan dengan Lancaran Gandhes, Laras Pelog Pathet Barang.

Kenya menik-menik, Luwes Wiragane, Gandhes Sasolahe, Ngujiwat ‘eseme e, Yen Cinandra a’, busanane, Sarwo Sarwi Endah, Aneng Semake. Lirik tersebut dinyanyikan dengan tempo yang bervariasi. Tidak hanya belajar tempo lambat, namun juga belajar tempo cepat. Ini membuat para peserta semakin bersemangat. Hingga pukul 17.00 WIB, peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan.

Pameran Sekaten Kraton Jogja Edukasi Masyarakat Melalui Pelatihan Gamelan
Pameran Sekaten Kraton Jogja Edukasi Masyarakat Melalui Pelatihan Gamelan

Pelatihan gamelan ditutup dengan peserta pelatihan memainkan Lancaran Gandhes, Laras Pelog Pathet Barang yang baru dipelajari dalam hitungan jam. Terlihat permainan yang apik dari seluruh peserta dipandu aba-aba dari para abdi dalem yang bertugas. Meski ada yang satu dua masih salah, namun hal ini tetap di sambut dengan baik oleh para abdi dalem yang mengajar sore itu.

“Kalian sudah bagus, hanya dalam 2 jam sudah bisa memainkan gamelan dengan baik’, puji salah satu abdi dalem.

Acara pelatihan gamelan berlangsung di Bale Bang Kompleks Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tanggal 2, 4, 5, 6 dan 8 November 2019. Kuota yang disediakan rata-rata berkisar 20 peserta.

Apriditya, abdi dalem sekaligus mahasiswa seni di salah satu kampus negeri Jogja menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan gamelan ini, akan membumikan kembali gamelan ke seluruh lapisan masyarakat. “Jika tidak dilestarikan, akan hilang dan bingung identitas kita sebagai orang jawa. Kan malu ya? Kalau bukan dari kita yang paham, siapa lagi yang bakal melestarikan”, tukasnya menutup wawancara.

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In Event