Pameran Jayapatra, Refleksi Perjuangan Yogyakarta Bagi Bangsa

5 min read
0
99

Keraton Yogyakarta kembali menggelar pameran bertajuk Jayapatra pada tanggal 8 Maret – 12 Juni 2022. Pameran Jayapatra: Dedikasi Yogyakarta Bagi Bangsa merupakan bagian dari rangkaian acara Tingalan Jumenengan Dalem atau ulang tahun kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pameran dibuka pada Selasa pagi (8/03) di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta. Pengunjung dapat mengunjungi pameran setiap hari pada pukul 08.00 – 15.00 WIB secara terbatas dengan protokol kesehatan.

“Pameran Jayapatra berbeda dari tahun lalu karena kami mengutamakan virtual tour. Harapannya agar bisa menciptakan hype dan dihadiri oleh negara-negara lain juga,” tutur GKR Bendara.

Pameran Jayapatra menghadirkan memorabilia perjuangan dan peran Yogyakarta dari segi ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan kebudayaan. Khususnya jasa Keraton bagi Indonesia selama perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Terdapat Lini Masa Jayapatra saat memasuki area pintu masuk pameran. Disebutkan bahwa adanya Kongres Pemuda I pada tahun 1926 dan Kongres Pemuda II pada tahun 1928 tak lepas dari kontribusi sejumlah tokoh dari Keraton Yogyakarta yang juga memimpin Jong Java. Saat itu Sumpah Pemuda diikrarkan dan lagu Indonesia Raya pun mulai diperdengarkan di sekolah-sekolah Yogyakarta. Memasuki era pasca kemerdekaan, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mendukung penuh Soekarno-Hatta dengan mengeluarkan Amanat 5 September yang menjadi embrio keistimewaan Yogyakarta.

Tak selesai di situ, Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan tatkala Agresi Militer II, lewat ide cemerlang Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam Serangan Umun 1 Maret 1949. Momen tersebut kemudian mendorong para tokoh dan petinggi negara berkumpul di Yogyakarta untuk menyukseskan Konferensi Meja Bundar yang mengantarkan Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat pada tahun 1949. Pada saat itu, Soekarno dilantik menjadi presiden RIS (Republik Indonesia Serikat) di Sitihinggil Keraton Yogyakarta.

Keraton turut berperan dalam kemajuan pendidikan di Yogyakarta. Seperti rintisan Sekolah Tamanan yang berkembang menjadi sekolah gaya Barat. Kemudian adanya 71 sekolah partikelir di Srimanganti, Bangsal Pagelaran, dan Keputren atas inisiasi Sri Sultan Hamengku Buwono VII, lalu berdirinya Hollandsch Inlandsche School, hingga pengadaan ruang belajar Universitas Gadjah Mada di kawasan Keraton atas izin Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jayapatra secara harfiah berarti lembar kemenangan. Melalui Pameran Jayapatra, Keraton Yogyakarta mengingatkan kembali akan sejarah perjuangan Yogyakarta bagi bangsa.

“Perjuangan ini dilanjutkan pula oleh Sri Sultan Hamengku Bawono ka. 10 dalam mempertahankan kedaulatan republik melalui praktik-praktik budaya dan reformasi di Yogyakarta. Potret Pisowanan Ageng pada tahun 1998 menjadi fakta atas peran sultan dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia,” tangkas GKR Mangkubumi.

Peran-peran Keraton terhadap kedaulatan bangsa pun dikaji secara tematik dalam Simposium Internasional: Kasultanan of Yogyakarta and Its Contribution for the Nation yang berlangsung pada 8 Maret 2022 secara daring melalui Zoom.

Sebagai pendukung acara, diadakan pula Webinar Pameran Jayapatra pada April 2022, Lomba Sketsa, serta virtual tour Pameran Jayapatra selama bulan Mei – Juni 2022. Khusus virtual tour tematik akan diadakan setiap hari Kamis dan Sabtu pada tanggal 12, 14, 19, 21, 26, dan 28 Mei 2022. Informasi mengenai reservasi kunjungan dan tanggal pelaksanaan virtual tour selengkapnya dapat diakses di Instagram @kratonjogja.events dan website kratonjogja.

Sebagai penutup, akan digelar pementasan wayang wong pada tanggal 12 Juni 2022 dan dapat disaksikan secara daring di kanal YouTube Kraton Jogja.

“Kami menghadirkan sejarah awal mula pendidikan formal di Yogyakarta dari Sekolah Tamanan, kemunculan organisasi modern seperti Muhammadiyah, penegembangan kesenian Keraton di tengah masyarakat lewat sekolah seni tari dan karawitan, dan masih banyak lagi,” pungkas GKR Bendara.

Load More Related Articles
Load More By Farras Hasna Taqiyya
Load More In News