Pameran ATARAXIA: Melihat Makna Ketenangan Jiwa dari Perspektif Seniman Introvert

4 min read
0
102

GENPI JOGJASeniman muda asal Bandung, John Raymond, menggelar pameran lukisan bertajuk “ATARAXIA”, di Lav Gallery, Jalan Panjaitan 66, Mantrijeron, Yogyakarta. Pameran tunggal ini berlangsung pada 6 Mei hingga 2 Juni 2023.

John Raymond memamerkan 25 lukisan ciptaannya, yang seluruhnya bergaya ekspresionisme abstrak. Seniman lulusan Institut Teknologi Nasional (Itenas) ini mengajak penikmat seni untuk melihat keheningan melalui karya-karya miliknya.

“Secara general, yang ingin saya sampaikan lebih banyak tentang ketenangan atau pencarian tentang keheningan. Karena saya sendiri juga sangat senang dengan ruang kosong yang tidak ada orang lain, dan saya menikmatinya,” ungkap John Raymond saat pembukaan pameran ATARAXIA, Sabtu (6/5/2023).

Makna di Balik ATARAXIA

ATARAXIA dalam bahasa Yunani Kuno berarti ketenangan jiwa. Bertalian dengan itu, John Raymond dalam karyanya mengekspresikan ketenangan di tengah kebisingan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

John Raymond menuturkan, pameran tunggal ini ada kaitannya dengan sosoknya yang introvert. Tema ATARAXIA yang berdasar pada teori dikotomi kendali, menurut John cocok dengan dirinya sendiri.

“Dikotomi kendali, ada hal yang bisa dikendalikan, namun ada pula yang tidak bisa dikendalikan. Dalam melukis, warna dan goresan cat bisa saya kendalikan. Namun, setelah tertuang dalam kanvas banyak elemen yang tidak saya duga sebelumnya. Itulah yang saya sebut tidak terkendali,” kata John.

Proses melukisnya itu sama layaknya kehidupan. Beberapa hal dalam hidup memang bisa dikendalikan. Namun, akan ada banyak hal yang berada di luar kendali manusia. 

Oleh sebab itu, John Raymond juga berpesan lewat karyanya, agar penikmat seni bisa memberi jeda atau waktu istirahat dalam kesehariannya.

“Dari ataraxia ini, saya ingin menyampaikan pesan. Dalam hidup tidak apa-apa kita istirahat, mengambil jeda. Justru waktu istirahat, hari kita diisi kembali, dari ketenangan dapat menimbulkan kepenuhan,” paparnya.

Adapun salah satu lukisan yang paling difavoritkan dan dinilai merepresentasikan diri John Raymond, adalah karya bertajuk “Tenanglah Hai Kiwaku, Tenang”. Lukisan yang kabarnya dibuat di Pantai Anyer itu mengajak penikmatnya untuk rehat demi diri sendiri.

Proses Panjang Penciptaan Karya Lukisan

John Raymond menuturkan bahwa karya yang ia pamerkan dalam pameran tunggalnya, dibuat pada awal 2023. Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) itu melalui tahapan riset, kalibrasi warna, hingga komposisi. 

Menurut Raymond, setiap warna memiliki makna tersendiri. Setiap warna yang ada, merepresentasikan pesan yang ingin disampaikannya pada penikmat seni.

Adapun karya-karya John Raymond didominasi oleh spektrum warna biru, putih, dan cokat keemasan. Ia tidak menggunakan warna yang terlalu mencolok.

Keunikan karya John Raymond pun diapresiasi oleh Citra Pratiwi selaku kurator pameran. Ia mengaku sudah lama mengenal Raymond lewat karya-karyanya.

Citra menjelaskan, lukisan John Raymond  bergaya abstrak ekspresif serta memiliki kekuatan pada gerakan gestural yang bisa dilihat di seluruh lukisan. Meski begitu, ia mengaku menemukan kebaruan dalam karya Raymond. 

Pameran lukisan bertajuk ATARAXIA masih bisa dinikmati di LAV Gallery Jogja hingga 2 Juni 2023 mendatang. Jadi tunggu apa lagi, luangkan waktumu untuk menikmati lukisan karya John Raymond.

Load More Related Articles
Load More By Hernawan
Load More In Event