NTRL Dan Indra Lesmana Project (ILP) Pukau Penonton JogjaROCKarta 2019

6 min read
0
29

genpijogja.com – Gelaran JogjaROCKarta International Rock Music Festival sukses dipadati penonton Minggu (3/11) di Stadion Kridosono Kotabaru Yogyakarta.

Hujan yang turun membasahi Jogja tidak menyurutkan semangat penonton menyaksikan idola beraksi di atas panggung JogjaROCKarta International Rock Music Festival. Beberapa penonton terlihat memakai jas hujan sambil tetap berjingkrak mengikuti dentuman musik.

Diantara sederet musisi rock Tanah Air, penampilan Indra Lesmana Project (ILP) menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu penonton.

NTRL Dan Indra Lesmana Project (ILP) Pukau Penonton JogjaROCKarta 2019
NTRL Dan ILP Pukau Penonton JogjaROCKarta 2019 | Credit by Official Doc Rajawali Indonesia

Indra Lesmana Project (ILP) dengan aliran progressive metal membawakan Apocrypha yang membuat penonton terpana. Indra Lesmana memang selalu sukses membentuk band dengan penampilan yang berkualitas.

Indra menyampaikan bahwa bagi dirinya, JogjaROCKarta merupakan sebuah perayaan. JogjaROCKarta jadi momen untuk merayakan music rock, merayakan musisi-musisi yang punya karya, juga merayakan musisi-musisi yang sudah berkarya lebih lama, seperti Extreme.

“Buat saya sih bagaimanapun bentuk musiknya kami semua ada di sini untuk merayakan itu”, pendapat Indra mengenai JogaROCKarta Festival 2019.

“Musik progressive rock atau progressive metal referensi anak-anak sekarang banyaknya Dream Theatre. Musik kami influencenya lebih banyak dari musik-musik progressive rock yang lama,” ungkap Indra.

Progressive metal adalah paduan dari heavy metal dan progressive rock dan sangat dipengaruhi oleh musik klasik dan jazz yang dimainkan dengan tempo yang lebih cepat. Ketika ditanya apakah lebih cenderung memainkan musik progressive atau jazz Indra Lesmana menjawab akan tetap memainkan keduanya.

“Kita pengen bikin sesuatu yang memang kita sukai dan kebetulan anak-anak ILP ini memang anak-anak yang menggemari musik progressive,” jelasnya lagi saat ditemui rekan media usai manggung.

Apocrypa, lanjut Indra, diambil dari album Indra Lesmana Project (ILP) yang sedang dalam proses. Album ini akan dirilis awal tahun depan.

Indra menjelaskan bahwa filosofi di balik Apocrypa adalah semakin banyak yang kita tahu semakin banyak yang kita tidak tahu. “Musik-musik kita masih mirip dengan sebelumnya. Berproses dari ulikan keyboard terlebih dahulu dan direspon oleh teman-teman semuanya. Lebih kuat metalnya”, terang Indra saat menjelaskan album barunya.

NTRL Dan Indra Lesmana Project (ILP) Pukau Penonton JogjaROCKarta 2019
NTRL Dan ILP Pukau Penonton JogjaROCKarta 2019 | Credit by Official Doc Rajawali Indonesia

Berbeda dengan NTRL yang ditemui sebelum naik ke atas panggung. NTRL menyebutkan bahwa band mereka sejak dulu konsisten hanya bermain di satu warna musik, yaitu rock.

“Kita emang seneng sama aliran musik ini yang kita bawain dari tahun ke tahun. Kalau kita misalnya, NTRL tiba-tiba berubah benang merah aja, ya aneh sih,” kata Coki saat ditanya mengenai musik-musik NTRL yang selalu memiliki warna seragam.

Selama ini lagu-lagu NTRL juga merespon kondisi sosial politik dengan lagu-lagu satire. Misalnya ‘Sakit Jiwa’, ‘Zero Toleransi’ dan ‘Harga Mati’ yang diciptakan sesuai dengan kondisi negara sebelum pemilu. NTRL juga menciptakan lagu yang bernada nasionalis seperti ‘Garuda Di Dadaku’.

Bimo, mantan drummer NTRL, mengapresiasi penggemar NTRL baru  yang berasal dari generasi yang berbeda dengan mereka. “Banggalah. Ternyata masih banyak yang tahu lagu-lagu NTRL”, ungkap Bimo kepada rekan media.

Indra Lesmana Project (ILP), Edane, NTRL feat Bimo dan Jamrud merupakan sederet nama yang menjadi pengisi line up JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2019. Kehadiran mereka dianggap sebagai angin segar untuk para pecinta rock Indonesia.

Masing-masing memiliki gaya yang khas sendiri dalam setiap penampilannya. Riuh penonton ikut menyanyikan lagu-lagu mereka yang memang sudah sangat familiar bahkan bagi mereka yang bukan penggemar genre rock.

Dalam gelaran JogjaROCKarta Festival 2019, NTRL memboyong Bimo, mantan drummer mereka ke atas panggung. Komposisi NTRL feat Bimo kali ini seperti sesi reuni.

Penonton JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2019 turut bernostalgia dengan tembang-tembang lawas mereka. Lagu-lagu NTRL seperti ‘Sakit Jiwa’ dan ‘Pertempuran Hati’ sukses menghentak panggung JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2019.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News