Home Destinasi Wisata Nongkrong Santai di Seven Sky

Nongkrong Santai di Seven Sky

7 min read
0
0
1,353
Nongkrong Santai di Seven Sky
Nongkrong Santai di Seven Sky

Akhir tahun 2017 lalu, Lippo Plaza Jogja meluncurkan sebuah venue baru yang cukup unik. Dengan tagline “The 1st Tourism Destination at Rooftop”, venue itu diberi nama Seven Sky. Perpaduan konsep tempat jajan dan hiburan di ketinggian perkotaan menjadi daya tarik utama tempat tersebut. Belum genap setahun, kini Seven Sky menjadi salah satu tempat hangout favorit yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, terutama para muda-mudi.

Seven Sky dapat dijangkau dengan cukup mudah. Pertama, tentu saja kita harus menuju ke Lippo Plaza Jogja terlebih dahulu. Tidak sulit untuk menemukan mall tersebut karena letaknya yang berada di salah satu ruas jalan utama, yaitu beralamat di Jalan Laksda Adisucipto, Demangan, Gondokusuman, tepatnya di sebelah barat perbatasan Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman.

Bagi pengguna transportasi umum dapat menggunakan bus Trans Jogja, terdapat 6 trayek yang melintas di depan Lippo Plaza Jogja, jarak shelter pun hanya sekitar 100 meter. Jika sudah berada di dalam, pengunjung dapat menggunakan lift untuk menuju ke Lantai P6 dan kemudian naik satu lantai menggunakan tangga ke rooftop. Tidak ada tiket masuk untuk ke Seven Sky, gratis!

Seven Sky sangat cocok untuk melepas lelah dan penat atau sekedar membunuh kejenuhan. Seperti sore itu, setelah seharian menatap layar laptop serta membaca beberapa buku, aku bersama dua orang temanku memutuskan untuk sedikit refreshing dengan mengunjungi Seven Sky.

Langit mulai menggelap ketika kami tiba di sana, suasana cukup ramai dan banyak bangku sudah berpenghuni. Kami memilih untuk mencari tempat duduk yang berada di sisi barat agar dapat menikmati momen matahari terbenam.

Nongkrong Santai di Seven Sky
Nongkrong Santai di Seven Sky

Keunikan Seven Sky yang berada di ketinggian membuat pengunjung bisa melihat suasana Kota Yogyakarta dari atas, jika cuaca cerah maka Gunungapi Merapi akan tampak berdiri gagah di sebelah utara dan saat senja datang sunset pun dapat terlihat di ufuk barat.

Waktu terus beranjak dan malam pun tiba, semakin banyak pengunjung yang datang, padahal saat itu bukanlah hari libur. Kami mulai memesan makanan secara bergantian agar tetap ada yang menjaga bangku, takut direbut oleh orang lain.

Pilihan jajanan di Seven Sky sangat beragam, terdapat puluhan gerai makanan yang cukup membuat bingung untuk memilih menu yang akan dilahap. Selain itu, harga-harga yang dipatok pun cukup ramah dengan kantong, berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 25.000 saja. Aku memilih menu nasi goreng seafood sebagai makan malam dengan minuman berupa cokelat karamel, untuk keduanya aku merogoh kocek total sebesar Rp 22.000, cukup murah bukan?

Sambil menyantap makanan dan berbincang, sesekali aku mengedarkan pandangan untuk menikmati suasana. Terlihat beberapa orang yang bersliweran sambil bermain skateboard. Di Seven Sky memang diperbolehkan untuk berkeliling menggunakan skateboard, bahkan ada spot yang bisa dipakai oleh para penyuka olahraga papan luncur tersebut unuk bermain-main.

Tak ketinggalan spot-spot foto yang cukup instagramable menambah daya tarik Seven Sky, beberapa fotografer dan komunitas fotografi pun pernah mengadakan sesi pemotretan di sana, ada juga Youtuber yang pernah membuat sebuah video cover dengan memanfaatkan spot-spot itu. Di sisi selatan, terdapat sebuah panggung yang akan menampilkan pertunjukan pada malam-malam tertentu, seperti live music.

Penataan ruang dan suasana di Seven Sky memang dibuat sangat “milennial”, atau bahasa lainnya “anak muda banget”, tidak heran jika hampir setiap malam tempat itu banyak dikunjungi terutama oleh para remaja dan pemuda.

Bahkan ada seorang temanku yang bernama Tutut mengaku hampir setiap minggu berkunjung ke sana. Menurutnya, Seven Sky bisa menjadi solusi kalau ingin nongkrong di mall pada saat bokek melanda, dia juga suka dengan live music yang membuat suasana menjadi lebih semarak. Gadis berusia 25 tahun itu berharap manajemen Seven Sky bisa menambah bangku tempat duduk untuk menambah kenyamanan pengunjung.

Keasyikan ngobrol dan menikmati suasana benar-benar membuat lupa waktu, tidak terasa jam 22.00 WIB tiba. Aku pun mengajak kedua temanku untuk beranjak pulang. Jam operasional di Seven Sky memang hanya sampai pukul 22.00 WIB pada hari biasa dan di hari libur hingga pukul 24.00 WIB, sedangkan jam bukanya adalah pukul 15.00 WIB.

Menurutku, waktu yang paling tepat untuk datang ke Seven Sky adalah sekitar pukul 16.30 WIB, di mana cuaca sudah tidak terlalu panas dan pengunjung juga belum terlalu ramai sehingga untuk berfoto ria sangat pas, tidak lama kemudian kita bisa melihat matahari terbenam yang diikuti oleh bermunculannya kerlap-kerlip lampu perkotaan di bawah, dijamin stok untuk menambah postingan di Instagram akan sangat tercukupi!

Nongkrong Santai di Seven Sky
Nongkrong Santai di Seven Sky
Load More Related Articles
Load More By Prima Dini
Load More In Destinasi Wisata