Nikmatnya Pahit Manis Kenangan dalam Sebotol Memoar Bittersweet 1.0

5 min read
2
44

genpijogja.com – Menuju akhir tahun, tak terasa sudah masuk bulan ke tujuh dalam kalender corona. Cuaca Jogja sedikit terik dengan mendung menggelayut malu-malu. Kali ini saya bertemu dengan beberapa kawan muda yang mencoba membangun bisnisnya.

Memoar Collaborative Bar, sebuah ghost bar yang menyajikan minuman coffee mocktail tanpa soda. Iya, mereka mengganti rasa sparkling sodanya dengan bahan-bahan lain seperti kombucha dan water kefir.

Menikmati Pahit Manisnya Hidup dalam Sebotol Memoar Bittersweet 1.O

Kali ini saya akan membahas salah satu produknya yang murni tanpa soda, yaitu Memoar Bittersweet 1.0. Memoar Bittersweet 1.0 merupakan minuman hasil kolaborasi dari kopi, selai strawberry dan sirup strawberry. Sesuai nama brandnya Memoar Collaborative Bar, brand ini berkolaborasi dengan beberapa produk dari Official PRANK untuk water kefir, Moria Store untuk selai strawberry dan Ombe Ena untuk bahan sirup. Oleh karenanya mereka benar-benar mengetahui kualitas bahan yang digunakan untuk produknya.

Matahari semakin meninggi, di depan saya sudah tersedia gelas kaca berisikan beberapa buah es batu. Langsung saja saya buka Memoar Bittersweet 1.0 ini. Kemasannya unik dengan botol kaca yang aesthetic memperlihatkan warna coklat dengan bulir-bulir selai strawberry yang melayang. Sebelum disajikan sebaiknya dikocok perlahan dahulu agar komposisinya tercampur.

Ketika Memoar Bittersweet 1.0 ini terbuka dari botolnya, aroma kopi langsung menguar kuat. Mengingatkan jika saya pernah mencium aromanya, tapi memori di otak saya belum menemukannya. Seperti nama brandnya Memoar berarti sebuah kenangan, mengingat-ingat kenangan lalu. Sepertinya akan cocok sekali ketika diminum saat sedang galau, menyendiri hingga menemukan sebuah motivasi. Arti lain dari memoar juga kumpulan biografi-biografi dimana ini diartikan sebagai kolaborasi beberapa brand untuk membuat produk Memoar.

Sembari membongkar file ingatan di dalam otak, indra perasa saya mulai mengeksplore Memoar Bittersweet 1.0 dimana rasa kopinya lebih mendominan. Unik. Ditegukan pertama rasa pahit terasa, namun kemudian menjadi tawar. Ditegukan kedua baru terasa ada sedikit rasa manisnya.

Rasa manis yang muncul diambil dari jam atau selai strawberry ini terasa mengambang, melayang. Mungkin inilah yang dinamakan bittersweet. Imbang seperti kehidupan, dalam sebuah kebahagiaan yang manis pasti juga dibutuhkan perjuangan yang pahit. Bulir-bulir selai strawberry-nya pun memberi tekstur sendiri, seperti cobaan yang tiba-tiba bisa datang kapanpun dalam hidup.

Menikmati Pahit Manisnya Hidup dalam Sebotol Memoar Bittersweet 1.O

Sambil mengobrol akhirnya saya teringat sebuah aroma khas di beberapa tahun lalu. Parfum Axe Chocolate. Iya, aromanya seperti coklat.

“Aromanya seperti Axe Chocolate ya?”

“Iya betul, Mbak. Karena kopinya ini kopi Temanggung di mana sekitarannya ditumbuhi pohon kakao”, jelas John salah satu pendiri Memoar Collaborative Bar.

Memoar Collaborative Bar ini digagas oleh Jon, Angel dan Christian saat pandemi corona menyerang.

“Sebenarnya sudah sebelum corona kami ingin membuat bisnis. Akhirnya bertemulah kami di café ini dan lahirlah Memoar bulan Agustus lalu”, jelas Angel.

Visi mereka adalah mengedukasi customer untuk mengenal apa yang masuk ke dalam mulutnya. Tidak hanya asal meminum memakan apa yang mereka inginkan. Tapi paham betul apa manfaatnya untuk tubuh. Selain itu juga memberi rasa dan warna baru kepada customer karena kopi kali ini berbeda dari kopi biasanya.

Menikmati Pahit Manisnya Hidup dalam Sebotol Memoar Bittersweet 1.O

Memoar Collaborative Bar ini masih melayani pemesanan melalui pre order, kalian bisa langsung hubungi di Instagram @memoar.bar. Cukup dengan Rp35.000 kalian sudah mendapat sebotol Memoar Bittersweet 1.0 yang bisa dinikmati saat santai maupun saat galau. Fleksibel bisa masuk saat perasaan senang maupun sedih. Ada juga varian lain yaitu Memoar Coffee Mist dan Memoar Sunny Side of Sour. Btw, Memoar Bittersweet 1.0 ini tahan 3 (tiga) hari jika disimpan di kulkas lho. Lumayan kan bisa nge-chill hemat.

Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In Review