Ngopi Asik, kuy! di Coffee Brother Kulon Progo

8 min read
0
114

Kopi itu digiling bukan disobek! Rangkaian kata-kata yang asik dibaca seringkali kita temui dalam sebuah kedai kopi. Hal itu nampaknya memang telah menjadi semacam budaya dikalangan pecinta kopi yang senang mengobrol sembari nyeruput kopi favoritnya. Hampir semua kedai kopi jadi tempat yang enak untuk ngobrol, bukan? Tak terkecuali kedai Coffee Brother.

Terlampau asiknya ngobrol kadang kita menemukan sedulur anyar yang menjadi sahabat curhat kita. Dalam bahasa Jawa, sedulur diartikan sebagai kerabat dekat yang berasal dari keluarga sendiri atau memiliki hubungan darah. Namun kini seringkali sedulur juga digunakan sebagai sebutan bagi sahabat karib. Ya! Saudara menjadi salah satu inspirasi nama Coffee Brother.  Yuk, kita simak!

Coffee Brother Kulon Progo
Coffee Brother Kulon Progo

Coffee Brother merupakan salah satu kedai kopi yang berada di Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta. Meskipun lokasinya tidak berada di tengah kota, namun kedai ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan ada pelanggannya yang berasal dari luar kota, begitulah salah satu cara memaknai kata sedulur. Tak peduli jarak dan waktu yang memisahkan. Cie.

“Kalau malam libur biasanya lebih ramai. Terkadang kami harus menyediakan tempat ekstra di teras kedai ini untuk melayani pelanggan”, kata Ajad Mudafii Saputra, founder Coffee Brother.

Ajad, begitu sapaan akrabnya merupakan alumni AMIKOM (sekarang Universitas AMIKOM) Yogyakarta. Pada awal usahanya, Ajad belum terpikir untuk membuka kedai kopi. Kala itu dia memulai usaha dengan berjualan milkshake di Alun-alun Wates tahun 2016 untuk mengisi waktu luang selepas skripsi.

Menggunakan gerobak yang disewanya bersama teman-teman, kedai portabel itu dinamai Amaterasu Bar. Di Amaterasu Bar ini selain menjual milkshake juga menjual kopi dan makanan ringan. Namun, Ajad menyadari bahwa kopi memiliki lebih banyak kreasi dan variasi. Sehingga menurutnya akan lebih menarik dan menjanjikan dengan membuka kedai kopi sendiri. Dari saat itu dia mulai tertarik menekuni pengolahan biji kopi.

Kedai kopi pertamanya buka pada bulan agustus di tahun yang sama. “Dulu awal mula buka di ruko pasar Gawok, Wates. Modal awalnya dari pinjaman bank dan hasil bekerja sebagai freelance design”, lanjut Ajad mengisahkan awal perjalanan Coffee Brother.

Di sana Ajad mengelola kedainya berdua, bergantian dengan temannya. “Menunya beberapa varian kopi dan olahan mie”, jelas Ajad. Kedai buka setiap hari jam 15.00-24.00 WIB, hanya tutup jika ada acara yang penting. Merasa provit usahanya kurang, Ajad memutuskan untuk pindah lokasi 8 bulan kemudian, tepatnya april 2017.

Dari ruko sewaan lalu berpindah ke garasi rumah. Kala itu memang jadi momentum tepat bagi Ajad untuk memulai usahanya di rumah. Garasi rumah yang awalnya digunakan sebagai gudang telah kosong lantaran ayahnya, Kuswiyana, memutuskan “cuci gudang” usaha bengkel mobil miliknya.

Setelah tutup usaha, Kuswiyana ikut menjaga warung bersama istrinya, Supriyatun. Warung ini bersebelahan dengan kedai Coffee Brother. Jadi, kalau siang buka warung dan malam harinya buka kedai kopi. Mantab jiwa.

Ngobrol asik sesederhana itu!

Ngobrol asik sesederhana itu, loh!

Setelah berpindah lokasi, Coffee Brother berkembang pesat. Selain karena faktor semakin ngetrennya kopi di kalangan milenial, perkembangan ini juga dipengaruhi dengan keikutsertaan Ajad dalam berbagai komunitas kopi. Salah satu komunitas yang diikutinya adalah BiCo Society atau Binangun Coffee Society. Komunitas ini berdiri pada 1 Oktober 2017, bertepatan dengan International Coffee Day. Bahkan di tahun 2019 Ajad ditunjuk sebagai ketua BiCo Society.

V60 di Coffee Brother sangat rekomended, sebab barista Coffee Brother, Jalu Ardhana, tercatat sebagai jawara Fun Battle V60 pada event Ngopi di Bukit Menoreh 2018. Selain V60 sang jawara, ada pula menu signature coffee brother lainnya.  Antara lain, sujarwo, rengganis serta ayam geprek yang diracik sendiri oleh Ajad.

Sujarwo adalah racikan kopi robusta di mix dengan susu plus gula jawa. Sementara itu rengganis merupakan singkatan dari “ireng agak manis”. Sementara itu biji kopi kedai ini berasal dari berbagai daerah, seperti kopi premium dari Sumatera dan Jawa Barat. Namun ada juga kopi robusta lokal dari Bukit Menoreh yang tak kalah kualitasnya.

Coffee Brother buka mulai pukul 17.00 hingga 01.00 WIB dini hari. Banyak dari pelanggannya yang mabar mobile legend ataupun PUBG. Ada pula yang hanya ngobrol ataupun nyelo mengerjakan tugas disini. Tempatnya enak sih.

LRM_EXPORT_9117694958978_20190829_080427087[1]

Coffee Brother Milk and Coffee

Ajad juga menyampaikan bahwa Coffe Brother memiliki misi khusus. Mengutip sajak Jingak, bahwa kopi itu digiling bukan disobek. Misi khususnya adalah mengkampanyekan kepada masyarakat untuk mengurangi kopi instan dan memilih kopi alami.

“Kalau kopi instan itu dikasih air, lalu diaduk, pasti tidak ada sisa ampasnya kan? Itu artinya bahannya adalah bahan kimia. Berbeda dengan kopi alami yang berasal dari biji yang digiling, pasti akan menyisakan ampas kopi. Itulah mengapa kopi alami lebih sehat karena yang kita konsumsi berasal dari bahan alami yang bisa larut dalam darah”, ungkap Ajad menutup obrolan.

Untuk berkunjung ke Coffee Brother kalian bisa mengikuti tautan ini, lokasi Coffee Brother jalan Sentolo – Brosot, Carikan, Demangrejo, Kec. Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga artikel menarik lainnya Dody Hendro.

Load More Related Articles
Load More By Dody Hendro W
Load More In Tempat Nongkrong