Ngayogjazz 2022 Siap Sambut Penggemarnya di Cibuk Kidul

5 min read
0
9

20201121_232817

Setelah dua tahun digelar secara online imbas dari pandemi COVID-19, para penikmat musik jazz kini bisa kembali menonton Ngayogjazz 2022 secara offline. Digelar Sabtu Wage (19/11) besok di Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, pengunjung bisa menikmati beragam musik jazz mulai jam 13.00 hingga 22.00 WIB.

Festival musik tersebut kali ini mengusung tema ‘Kena Jazz-é, Tetep Bening Banyuné’. Yang terinspirasi dari falsafah Jawa ‘Kena iwak-é, tetep bening banyuné’ yang memiliki arti menangkap ikannya tapi jangan membuat keruh airnya. Tema ini juga menjadi pengingat untuk penyelenggara Ngayogjazz sendiri agar bisa mengadakan sebuah festival sekaligus tetap menjaga budaya dan tradisi yang sudah diwariskan.

Alasan berlokasi Cibuk Kidul karena kawasan tersebut indah dan berjarak kurang lebih 10 km dari pusat kota Yogyakarta. Desa ini memiliki sumber air melimpah yang dipergunakan oleh warganya untuk pertanian, kolam perikanan dan juga pariwisata.

“Di Cibuk Kidul nanti kita semua bersama warga akan belajar nge-jazz a la Ngayogjazz. Sinergi antara jazz dan kearifan lokal harapannya dapat menciptakan sebuah keharmonisan. Kehidupan yang selaras antara manusia, budaya, dan alam bagaikan sebuah jamming session dalam musik jazz,” ungkap Board Ngayogjazz, Aji Wartono ketika temu media di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Kamis (17/11).

PB210045

Aji menambahkan, tahun ini ada 40 musisi yang akan meramaikan Ngayogjazz 2022, di antaranya Barry Likumahuwa Jazz Connection, NonaRia x Dua Empat, Monita Tahalea, Irsa Destiwi Quintet, Kua Etnika ft. Bonita, San Drums x Sri Hanuraga ft. Rodrigo Parejo (Spanyol), NJJO & Maarten Hogenhuis (Belanda), Gaga Gundul (Pemai – Perancis & Gayam 16 – Indonesia). MLD JAZZPROJECT, Sax Party, ISI Yogyakarta Big Band, Yohanes Gondo Trio, Huaton Dixie, Acapella Mataraman, Taksu dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan pula komunitas jazz se-nusantara akan hadir untuk menambah asupan kegembiraan.

“Sekarang tambah banyak komunitas yang akan hadir dan makin banyak pula musisi yang berkolaborasi. Banyak komunitas musik dari luar kota yang datang. Dari luar negeri juga ada,” lanjut Aji.

Ngayogjazz menurut Aji menjadi ruang ekspresi yang beragam dan luas. Dukungan terhadap komunitas dan musisi muda menjadi salah satu langkah yang dilakukan. Agenda yang selalu ada pada setiap acara Ngayogjazz adalah pertukaran ilmu serta pengalaman dalam workshop bersama musisi bertajuk Reriungan. Momen ini menjadi wadah untuk persemaian ‘bibit’ musik jazz sehingga selalu lestari dengan para musisi berkualitas.

“Selain kegiatan bermusik, kesenian tradisional dan pasar jazz adalah bentuk keterlibatan serta partisipasi warga masyarakat setempat sebagai tuan rumah penyelenggaraan ngayogjazz,” jelasnya.

Selain itu, berbagai komunitas seni, fotografi, otomotif edukasi hingga perupa pun juga turut diberikan ruang untuk memeriahkan perhelatan tahunan ini.

“Ngayogjazz ini bisa menjadi milik semua kalangan dan memberi multiplier effect,” ucap Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Anita Verawati.

Perwakilan warga Cibuk Kidul, Widodo menyebut kerja sama antara warga dengan penyelenggara Ngayogjazz selama ini berjalan dengan sangat baik. Menurutnya penyelenggaraan Ngayogjazz bisa mengangkat potensi desa.

“Seperti dari panitia menginisiasi pentas jathilan, mengembangkan UMKM dan banyak yang jualan. Kesenian ditampilkan juga selawatan,” ujar Widodo.

Load More Related Articles
Load More By Dewangga Liem
Load More In Destinasi Wisata