Napak Tilas Sumbu Filosofi, Paket Wisata Baru di Jogja

6 min read
0
101

genpijogja.com – Menapaki setiap sudut Jogja yang penuh kenangan selalu menjadi daya tarik setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg ini. Tentu dengan beragam filosofi setiap bangunan, fauna yang tumbuh bahkan hingga penamaan daerah memiliki filosofi yang kuat.

Tak heran jika pemerintah daerah DIY gencar menggaungkan Sumbu Filosofi dan Garis Imajiner yang ada di Jogja ini.

Dinas Pariwisata DIY melihat potensi wisata dengan didasari Sumbu Filosofi dan Garis Imajiner Jogja, untuk kali pertama Dispar DIY menyelenggarakan trial tour (6 – 8 April 2021) yang  dilaksanakan 2 (dua) kali dengan konsep one day tour dan 2d1n tour.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng asosiasi GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) dan Genpi Jogja sebagai peserta Jogja Konsorsium dalam pengembangan paket wisata baru ini.

Mengangkat tema “Meet The Maestro”, kegiatan ini melibatkan beberapa budayawan dan mengunjungi beberapa situs bersejarah yang ada di Jogja.

Napak Tilas Sumbu Filosofi, Paket Wisata Baru di Jogja 3

Agenda Jogja Konsorsium tahun ini mengajak beberapa pelaku pariwisata seperti HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), GenPI (Generasi Pesona Indonesia) dan asosiasi pariwisata lainnya yang ada di Jogja. Harapannya, Jogja Konsorsium bisa menjadi agenda promosi pariwisata di DIY.

Trial Tour dimulai dengan agenda hari pertama, yakni mengulik sejarah dari Sumbu Filosofi yang ada di Jogja. Wisatawan diajak bersepeda dari Tugu Jogja menuju Kandang Menjangan.

Tour dilanjutkan menuju Magangan dan Kraton Jogja. Rangkaian tour bersepeda ini akan menapaki satu garis lurus, dimana Sumbu Filosofi menjadi acuan titik-titik destinasi wisata.

Napak Tilas Sumbu Filosofi, Paket Wisata Baru di Jogja 1

Dalam paket trial tour 2d1n (7 hingga 8 April 2021) wisatawan diajak mengelilingi jejak pusat perdagangan pada jaman kerajaan Mataram, yaitu Kotagede.

Menyusuri setiap gang dengan dikelilingi bangunan tua membawa wisatawan ke memori ratusan tahun silam. Sudut-sudut instagramable tentu menjadi daya tarik berfoto bagi wisatawan.

Destinasi wisata pertama ini menyimpan banyak warisan budaya antara lain, Omah kalang, Roti Kembang Waru, Masjid Pathok Negoro, dan Makam Raja-Raja Mataram.

Suguhan makan siang dengan berbagai menu khas Jogja disajikan di sebuah resto dengan pendopo antik yang terletak diantara dua pintu gerbang Kerajaan Mataram Kuno (Between Two Gate).

Akhir kunjungan destinasi wisata pertama di Kotagede ini, wisatawan diajak ke sebuah rumah seorang budayawan, Prof. Romo Chairil Zubair untuk ngangsu kawruh (berguru ilmu) tentang sejarah Kotagede.

Napak Tilas Sumbu Filosofi, Paket Wisata Baru di Jogja

Hari berikutnya, wisatawan mengunjungi Sagio Puppet, dimana mereka bisa belajar memahat wayang di workshop ini. Di Sagio Puppet wisatawan juga bisa membeli wayang karya Sagio dengan ukuran yang beragam dan harga yang kompetitif.

Makan siang, wisatawan dimanjakan dengan menu lezat ingkung ayam kampung di Bangunjiwo. Hal menarik tentang kuliner ini adalah makna filosofi dibalik kata ingkung yang berarti utuh.

Suatu penggambaran sederhana dari keutuhan tekad atau kebulatan hajat dari seseorang saat berdoa kepada Sang Pemberi Kehidupan.

Lanjut, wisatawan diajak untuk mengunjungi desa wisata pengrajin topeng batik: Kerebet. Sentra kerajinan ini menawarkan wisatawan belajar dan mempraktekkan secara langsung teknik membatik di atas kayu yang telah dipahat menjadi berbagai karya seperti topeng dan wayang.

Salah satu maestro pahat topeng kayu, Ki Supono memaparkan kepada wisatawan tentang filosofi topeng dan ragam topeng. Mulai dari topeng kayu dan kertas ataupun topeng tradisional hingga topeng kontemporer.

Wisatawan akan dibawa merasakan filosofi topeng yang seakan hidup dan bercerita bagaimana kehidupan orang Jawa dengan segala pemaknaannya.

Napak Tilas Sumbu Filosofi, Paket Wisata Baru di Jogja 2

Rangkaian tour agenda Jogja Konsorsium nantinya akan bisa dinikmati oleh wisatawan umum dengan reservasi paket wisata yang bisa dipesan lewat aplikasi online VisitingJogja.

Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY mengungkapkan bahwa potensi wisata berdasar Sumbu Filosofi dan Garis Imajiner ini sangat menarik dan perlu segera direalisasikan dan ditawarkan ke masyarakat luas. “Agar ekonomi berbasis pariwisata segera pulih dari dampak pandemi Covid-19”, jelasnya kepada rekan media.

Load More Related Articles
Load More By ayya arfn
Load More In News