Museum Kereta, Penjaga Pusaka Kereta Kuda Kraton Jogja

7 min read
0
42

genpijogja.com – Kereta kuda bukan barang sederhana. Justru sebaliknya, kereta kuda merupakan barang luar biasa karena menjadi kebanggaan Kraton Jogja. Kereta kuda memang barang mati. Namun, kereta kuda memiliki banyak energi. Energi dari mereka yang pernah menunggangi kereta ini, dari masa Sri Sultan HB I dahulu, hingga masa Sri Sultan HB X kini.

Kraton Jogja selalu menjadi alternatif pilihan wisata di Jogja. Umumnya, mereka yang datang ingin tahu lebih mendalam tentang budaya Jogja. Mengingat kraton sendiri merupakan lumbung dan benteng budaya yang berperan penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya warisan leluhur sejak lama.

Baca juga: Museum Benteng Vredeburg Jogja, Cagar Budaya Penuh Cerita

Museum Kereta Kraton

Berbicara perihal budaya, salah satu bukti fisik eksistensi budaya Kraton Jogja adalah keberadaan kereta kuda. Kereta-kereta ini umumnya dipakai sebagai moda transportasi keluarga dan kerabat Raja. Berbagai macam jenis kereta kuda Kraton Jogja dapat dijumpai dan dilihat di Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta yang berada di jalan Rotowijayan Yogyakarta. Persis di sebelah barat Kraton Jogja.

Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta tergolong dalam museum khusus. Artinya, museum hanya membahas satu tema. Adapun tema yang diangkat oleh Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta adalah kereta-kereta kuda yang menjadi asset berharga Kraton Jogja.

Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta bukan museum yang besar. Meski begitu, tak sedikit orang-orang yang menyempatkan waktunya untuk datang kemari. Sekadar untuk tahu kereta-kereta kuda Kraton Jogja yang masing-masing memiliki cerita dan peruntukannya sendiri.

Baca juga: Pabrik Gula Yang Beralihrupa Menjadi Museum Dirgantara Mandala Jogja

Museum Kereta Keraton

Ada puluhan koleksi kereta kuda Kraton Jogja yang ditampilkan di museum ini. Dari yang masih terpakai, sampai yang sudah tidak dapat lagi dipakai. Bahkan, ada kereta yang usianya mencapai ratusan tahun. Luar biasa, kan? Kereta yang usianya tak lagi muda ini secara tidak langsung menjadi bukti berkembangnya moda transportasi di tanah Kraton Jogja sendiri.

Kereta-kereta Kraton Jogja pada umumnya terbagi dalam tiga bentuk. Pertama, kereta kuda dengan atap terbuka dan beroda dua. Sultan menggunakan kereta model seperti ini sebagai sarana rekreasi.

Kedua, kereta kuda dengan atap terbuka dan beroda empat. Kereta kuda ini diperuntukkan untuk golongan-golongan terpandang di Kraton Jogja, seperti para penari dan prajurit kraton. Ketiga, kereta kuda dengan atap tertutup dan beroda empat. Kereta model ini dipakai khusus untuk Sultan dan keluarga.

Berada di ruang pamer, sejauh mata memandang, terdapat deretan-deretan kereta yang disusun rapi. Kereta-kereta Kraton Jogja ini berasal dari era pemerintahan yang berbeda-beda.

Menurut cerita, kereta tertua adalah Kereta Kanjeng Nyai Jimad. Kereta ini dibuat oleh Belanda tahun 1750-an silam. Kereta ini merupakan kereta kebesaran Sultan dari masa Sri Sultan HB I hingga Sri Sultan HB IV. Dahulu kala, kereta yang ditarik oleh delapan ekor kuda ini dipakai sebagai kendaraan Sultan sehari-hari.

Baca juga: Menengok Jejak Kemaritiman Bangsa di Museum Bahari Yogyakarta

Museum Kereta Kraton Jogja

Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta tidak menyematkan banyak keterangan pada koleksi-koleksi yang ada. Sehingga tak banyak informasi yang bisa didapatkan, kecuali apabila menggunakan jasa guide yang sudah disiapkan. Namun, untuk mengetahui pada masa kapan kereta dibuat tidaklah terlalu sulit. Di masing-masing kereta, terdapat simbol yang menunjukkan pada masa siapa kereta tersebut dibuat.

Kereta-kereta koleksi Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta tidak semuanya sekadar pajangan. Beberapa koleksi masih dipakai hingga kini. Sehingga tidak heran Kraton menjaga dan merawat dengan baik kereta Kraton Jogja ini.

Kereta yang ada di Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta mendapat perlakuan istimewa. Sama halnya pusaka Kraton Jogja lainnya, kereta-kereta yang ada pun mendapat ritual penghormatan yang biasa disebut Jamasan.

Jamasan merupakan kegiatan memandikan, memberi makan berupa sesajian dan mendoakan. Sehingga tak heran apabila di samping-samping kereta terdapat sesaji yang menyertai.

Baca juga: Museum Sonobudoyo, Museum Bernuansa Jawa Bali Kebanggaan Jogja

Museum Kereta Kraton Yogyakarta

Diantara puluhan kereta yang ada, terdapat kereta yang biasanya mampu mengalihkan pandangan pengunjung museum yaitu kereta kuda bernama Kyai Garuda Yeksa. Kereta Kyai Garuda Yeksa terlihat megah dan kokoh. Ornamen emas menghiasi kereta yang dibuat pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI ini.

Menurut catatan yang ada, kereta kuda Kyai Garuda Yeksa digunakan khusus pada saat penobatan Sultan Kraton Jogja. Jadi bisa dibayangkan betapa sakralnya kereta ini.

Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta tidak sulit dijangkau. Tidak jauh dari Kraton Jogja yang menjadi jantung budaya masyarakat Jogja. Dengan hanya merogoh kocek Rp5.000 saja, pengunjung museum sudah dapat melihat mahakarya berupa kereta kuda tinggalan Kraton Jogja.

Baca juga artikel tentang Museum atau tulisan menarik lainnya Hernawan.
Load More Related Articles
Load More By Hernawan
Load More In Heritage