Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019

8 min read
0
102

genpijogja..com – Pembukaan Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2019 berlangsung meriah di Jogja Expo Center Yogyakarta Sabtu (5/10) pagi. Acara ini resmi dibuka oleh Director Kustomfest Lulut Wahyudi, Master Builder Dunia Shinya Kimura dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Roni Primanto ditandai dengan memainkan gamelan yang dikustom di atas motor.

Baca juga: Triumph Flat Track Ontoseno Jadi Lucky Draw di Kustomfest 2019
Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019
Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019

Lulut menyampaikan bahwa selama dua hari ke depan akan berlangsung lebaran kustom, yaitu kustomfest 2019. “Setiap kali kita berkumpul, kita membawa karya terbaik dan terbaru untuk diapresiasi. Bukan hanya diapresiasi oleh penggemar kustom di Indonesia tetapi juga penggemar kustom dunia”, ujar Lulut.

Setiap tahun Kustomfest menghadirkan sesuatu yang baru, baik secara konten maupun isi. Di tahun kedelapan ini, Kustomfest mengangkat tema Back To The Roots.

“Selama dua tahun kita dihadapkan pada situasi politik yang membuat masyarakat terpecah. Kita bicara aku, kamu, kalian. Maka melalui kustomfest, kita pengen mengingatkan bahwa kita adalah satu. Kita adalah sebuah negara yang bersatu. Kita coba remainds, Back To The Roots. Apa yang menjadi Roots kita? Kita punya budaya, kita punya asas seperti goyong royong”, jelas Lulut dalam sambutannya membuka Kustomfest.

“Lupakan semua perpecahan, mari kita berjalan bergandengan. Menyongsong Indonesia yang lebih bagus”, imbuhnya.

Baca juga: Kustomfest 2019 dari Didi Kempot hingga Kill The DJ
Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019
Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019

Indonesian Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST) menjadi rumah pegiat kustom kulture dalam berinovasi membangun entitas baru dari berbagai sub-culture yang ada di dalamnya, seperti otomotif, seni dan musik. Berbagai macam pemikiran dan karya Art Of Engineering dihadirkan sedemikian rupa ‘seniman’ motor dari seluruh Indonesia.

Beragam fenomena baik isu masyarakat hingga politik menjadi bahan pemikiran Indonesian Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST) tahun ini. Perbedaan politik dan pemikiran bisa merusak tatanan kehidupan. Fenomena ini yang mengilhami Indonesian Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST) 2019 untuk merangkul semua kalangan, agar bisa bercermin pada akar budaya bangsa dalam menyikapi perbedaan.

Pemikiran ini dipresentasikan poster Indonesian Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST) 2019. Dalam poster tersebut tergambar beberapa jenis kendaraan, baik darat maupun udara. Juga ada mobil dan motor kustom saling bertabrakan, terbakar dan hancur. Di tengah kekacauan tersebut ada Sang Merah Putih yang masih berkibar.

Poster ini menggambarkan, jika bangsa Indonesia yang sangat beragam ini saling bertengkar satu sama lain, hasil akhirnya adalah perpecahan dan kehancuran. “Kalau Indonesia saling pecah, kita tidak bisa berkarya,” ungkap Lulut.

“Apa yang kita sukai, apa yang kita senengi, semua akan berantakan. Sebelum itu terjadi, mari kita bersama-sama. Lupakanlah perbedaan”, ajak Lulut kepada seluruh orang yang hadir di pembukaan Kustomfest 2019 untuk Indonesia yang lebih maju dan lebih cerah.

Shinya Kimura, master builder dunia dari Chabott Engineering yang hadir membuka Kustomfest 2019 mengapresiasi karya-karya anak negri yang turut memeriahkan Kustomfest 2019.

Pria kelahiran Jepang yang telah berkarya selama 31 tahun di dunia rancang bangun kendaraan ini berharap dunia kustom kulture Indonesia semakin maju seperti di Jepang dan Eropa. “Kustom Indonesia memiliki keorisinilan yang khas, tidak menjiplak negara manapun”, terangnya.

Selain program rutin seperti Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Pinstripe Carnival, Body Art Show, Art Island, Kustom Bicycle, Diecast Show, Photo Contest, Stuntrider, BMX Arena, Junkyard dan Paint Battle. Kustomfest 2019 menyuguhkan sesuatu yang berbeda, yaitu Flat Track Race. Flat Track adalah balapan motor di trek tanah yang mulai dikenal di awal tahun 1920-an.

Roni Primanto yang hadir mewakili Wakil Gubernur DIY mengungkapkan bahwa kustomfest merupakan event yang sudah menjadi ikon Jogja. “Orang kalau mau tahu perkembangan kustom di Indonesia maka kiblatnya ada di Kustomfest. Setiap tahun event ini selalu menampilkan hal yang baru, baik dari segi tema maupun variasi acaranya”, tutur Roni.

Kustomfest 2019 sudah menjadi barometer perkembangan kustom di Indonesia. “Pemda DIY sangat mendukung event ini. Dengan adanya event ini, pertumbuhan kunjungan wisatawan di Jogja juga signifikan sehingga diharapkan dampak ekonomi dari kegiatan ini juga meningkat. Kustomfest, kita harapkan bisa menjadi ikon baru budaya dan pariwisata Jogja”, pungkas Roni.

Baca juga: Rayakan Delapan Tahun, KUSTOMFEST 2019 Suguhkan Balap Flat Track Race
Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019
Motor Gamelan Kustom Membuka Secara Resmi Kustomfest 2019

Gelaran Kustomfest 2019 dihadiri oleh nama-nama besar di dunia kustom, diantaranya adalah Shinya Kimura (Chabott Engineering), Yaniv Evan (Powerplant Motorcycles), Shige Suganuma (Mooneyes), Kaichiroh Kurosu (Cherry’s Company) dan Dino Dalle Carbonare (Speedhunters).

Acara Kustomfest masih bisa dinikmati hingga Minggu, 6 Oktober 2019 di Jogja Expo Center Yogyakarta. Tiket Kustomfest 2019 bisa dibeli dengan harga Rp60.000 yang berlaku selama satu hari. Dengan membeli tiket, setiap pengunjung berkesempatan menjadi pemenang Lucky Draw Ontoseno.

Baca juga artikel tentang Kustomfest atau tulisan menarik lainnya Monyoku.
Load More Related Articles
Load More By monyoku
Load More In News