Meriahkan Sekaten, KHP Kridhomardowo Pentaskan Beksan Jebeng Karya HB I

6 min read
0
64

genpijogja.com – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat membuka pintu lebar-lebar agar masyarakat luas lebih mengenal sejarah dan budaya Keraton. Tahun ini, pameran Sekaten 2019 mengangkat warisan karya Sri Sultan Hamengku Buwono I, mulai dari Beksan Guntur Segara, Beksan Jebeng, Wayang Wong Gandawerdaya dan Beksan Tugu Wasesa untuk memeriahkan perayaan Pameran Sekaten 2019.

Beksan atau tari merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. KHP Kridhomardowo mempersembahkan Beksan Jebeng di hari kedua penyelenggaraan pameran Sekaten 2019.

Beksan Jebeng tergolong dalam tarian komunal dramatikal dengan tema latihan keprajuritan. Dalam tarian ini terdapat adegan perang tanding antara dua pasangan dalam satu kelompok. Biasa juga disebut Beksan Sekawanan karena dimainkan oleh empat penari pria.

Menurut sejarah, Beksan Jebeng ini merupakan salah satu tari yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tak hanya Beksan Jebeng, ada banyak tarian yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, diantaranya Beksan Luwung Ageng, Beksan Guntur Segara, Beksan Sekar Madura dan masih banyak lagi.

Meriahkan Sekaten, KHP Kridhomardowo Pentaskan Sejumlah Beksan Karya HB I
Meriahkan Sekaten, KHP Kridhomardowo Pentaskan Sejumlah Beksan Karya HB I

Beksan Jebeng berdurasi kurang lebih 20 menit. Tarian diawali oleh 4 (empat) penari yang memasuki panggung, dua dari sisi kanan dan dua dari sisi kiri.

Laku dodok (berjalan sambil jongkok) kemudian melangkah biasa dan mengambil posisi duduk bersila menghadap penonton. Gerakan sedemikian indahnya seolah mengisyaratkan kepada penonton untuk meminta ijin bahwa mereka berempat akan memulai pertunjukan membawakan Beksan Jebeng.

Setelah itu barulah mereka mulai menggerakkan kaki dan tangan diiringi gamelan menuju ke tengah panggung dengan gerakan lembut namun gagah.

Sampai di tengah mereka kembali duduk bersila, sesaat kemudian 4 (empat) abdi dalem membawa perisai masuk ke area tengah panggung. Duduk menghadap penari di sebelahnya. Sesaat perisai diserahkan kepada keempat penari, kemudian para abdi dalem meninggalkan panggung dan Beksan Jebeng pun dimulai.

Di barisan penonton tidak hanya orang lokal yang ingin melihat langsung pementasan Beksan Jebeng, tampak beberapa wisatawan mancanegara terlihat menikmati Beksan Jebeng.

Beksan Jebeng dibuka dengan gerakan ulat-ulat (persiapan) kemudian gerakan inti berupa gerakan latihan keprajuritan. Terdapat 4 (empat) penari yang dibagi dalam dua kelompok, menggunakan senjata keris dan perisai, mereka saling melawan dan menangkis musuh dalam gerakan tari yang indah.

Tidak terlihat siapa yang menang dan siapa yang kalah, keduanya beradu seimbang. Tarian ditutup dengan berhentinya latihan keprajuritan ditandai dengan masing-masing penari memasukkan keris ke warongko keris. Kemudian keempat penari kembali ke tengah panggung, masih dengan gerakan yang sangat indah.

Penamaan Beksan Jebeng sendiri mengacu pada properti yang digunakan yakni Jebeng, sebuah gambaran simbolis perisai/ tameng dengan ukiran kayu menjulur ke depan.

Ukiran tersebut dipasangi simbol/logo kesatuan/kenegaraan/tokoh pewayangan. Saat menari, properti Jebeng dipakai ditangan sebelah kiri, sementara tangan kanan memegang keris.

Meriahkan Sekaten, KHP Kridhomardowo Pentaskan Sejumlah Beksan Karya HB I
Meriahkan Sekaten, KHP Kridhomardowo Pentaskan Sejumlah Beksan Karya HB I

Beksan Jebeng merupakan salah satu karya Sri Sultan Hamengku Buwono I yang dipentaskan oleh KHP Kridhomardowo dalam rangka memeriahkan pameran Sekaten 2019. Pementasan ini menjadi sangat spesial karena tahun ini baru pertama kalinya masyarakat umum diperbolehkan menonton secara langsung beksan di Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Buat pengunjung yang tertarik melihat secara langsung pementasan Beksan, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyelenggarakan acara ini dalam 6 (enam) hari dengan kisah yang berbeda-beda.

Jadwal Pementasan KHP Kridhomardowo Pameran Sekaten 2019:
1 November: Beksan Guntur Segoro
2 November: Beksan Jebeng
4 November: Wayang Wong Gandawerdaya
5 November: Wayang Wong Gandawerdaya
6 November: Wayang Wong Gandawerdaya
8 November: Beksan Tugu Waseso

Pementasan Beksan akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selama Pameran Sekaten 2019. Acara ini gratis, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk masuk ke Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca juga artikel terkait Sekaten atau tulisan menarik lainnya Retnope.
Load More Related Articles
Load More By Retnope
Load More In Event