Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan

10 min read
0
93

Sebagai anak muda yang kekinian, saya tentu lebih akrab dengan kata “ngopi” dibanding dengan kata “ngeteh”. Apalagi selama kuliah tujuh tahun di kota pelajar ini, semakin hari semakin banyak saja coffeshop kekinian yang menyediakan kopi-kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya single origin saja, kopi-kopi ini semakin banyak macam dengan berbagai jenis penyajian.

Teh bagi saya hanya sekedar segelas teh manis berwarna coklat yang biasa saya pesan ketika makan di warung lesahan, burjo atau angkringan dekat kos-an saya. Tak disangka dari cerita seorang teman, akhirnya saya mengetahui bahwa teh itu tidak hanya sebatas teh manis bewarna coklat yang biasa saya pesan.

Baca juga: Kopi Badhek, Tempat Nongkrong di Samping Candi Borobudur

Meknikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan
Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan

Tanaman teh sendiri konon berasal dari Tiongkok. Tanaman dengan nama latin camellia sinensis ditemukan dan berasal dari provinsi Yunan.

Tak hanya populer di Tiongkok sebagai minuman yang diseduh, tradisi mengonsumsi teh menyebar hingga ke negeri matahari terbit.

Mungkin dari kalian ada yang mengenal Cha-No-Yu atau upacara minum teh yang telah menjadi kebudayaan orang Jepang.

Tak hanya sampai di Jepang saja, teh sendiri menyebar hingga ke benua Eropa dan menjadi tren disana. Seiring menyebarnya tradisi minum teh, muncul berbagai jenis teh. Kalau mau mencoba teh yang otentik di negaranya, tentu akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untungnya teman saya memberitahu bahwa di ujung timur Jogja ada Kedai Teh Kalasan. Tempat dimana kalian bisa mencoba berbagai teh dari mancanegara tanpa perlu datang ke negaranya. Cukup ke Kedai Teh Kalasan, kalian bisa menikmati teh otentik dari berbagai negara.

FYI, Kedai Teh Kalasan ini juga dekat dengan salah satu obyek wisata terkenal yaitu Candi Prambanan. Bagi kalian yang sedang berwisata di Candi Prambanan, kalian bia beristirahat sambil menikmati secangkir teh di sini. Kedai Teh Kalasan ini beralamatkan jalan Tulung Tamanmartani No.1, Ringin Sari, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, DIY atau lebih mudah kalian bisa mencari di maps dengan kata kunci “Kedai Teh Kalasan”.

Baca juga: Cita Rasa Gudeg Kakilima yang Tak Kalah dengan Restauran

Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan
Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan

Sejuk dan homy adalah kesan pertama saya terhadap suasana di Kedai Teh Kalasan ini. Kedai yang buka mulai pukul 12.00 WIB hingga 21.00 WIB ini menyajikan arsitektur bergaya jawa dengan perobatan bernuansa kayu.

Saya memilih bangku dekat teras agar bisa memandangi halaman Kedai Teh Kalasan yang asri dan juga memandangi buah markisa yang sedang ranum berbuah.

Tak lama seorang perempuan menghampiri saya dengan membawakan daftar menu. Ia memperkenalkan dirinya dengan nama Tari.

Mbak Tari merekomendasikan beberapa pilihan menu teh dan camilan yang cocok dipasangkan dengan teh. Setelah memilih-milih antara Chinese tea, Indonesia Tea, Blended Tea dan Fancy Tea akhirnya pesanan jatuh pada dua pilihan teh yaitu Blooming Tea yang termasuk kategori Chinese Tea dan Earl Grey yang termasuk Blended tea. Blooming Tea ini mengingatkan saya kepada cerita teman mengenai teh yang bisa mekar seperti bunga ketika diseduh. Singkong keju dipilih untuk menemani acara “afternoon tea” saya sore hari itu.

Baca juga: Mblusukkan ke Mie Ayam Sendowo Pak Wiyono

Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan
Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan

Sambil menunggu teh di hadapan saya mekar dan siap untuk di minum Mbak Tari menemani saya mengobrol.

Mbak Tari tidak hanya menjelaskan jenis-jenis teh seperti teh hitam, teh putih dan teh hijau, Mbak Tari juga menjelaskan bagaimana cara menikmati teh.

“Jangan pakai gula, mbak. Kalau mau merasakan rasa aslinya” ujar mbak Tari. Wow, tantangan bagi saya yang terbiasa meminum teh menggunakan gula.

Ternyata rasa asli dari Blooming Tea ini sedikit hambar pada seduhan pertama tetapi mulai terasa sedikit sepat khas teh pada seduhan berikutnya. Selain lidah saya yang merasa, mata saya juga dimanjakan keindahan bunga yang mekar di tengah-tengah teko transparan. Sungguh cantik!

Bila blooming tea disajikan dengan teko transparan (agar kita bisa menikmati keindahan teh yang mekar), Earl Grey disajikan dengan teko bergambar ayam jago.

Baca juga: Pedas Kandas di Ayam Geprek Bu Rum Jogja

Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan
Menikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan

Sungguh penyajian yang unik. Earl Grey ini memiliki karakteristik rasa yang kuat dan sedikit beraroma. Sungguh nikmat!

Sambil menyeruput teh sedikit demi sedikit, mbak Tari juga menjelaskan mengapa Pak Joni, owner Kedai Teh Kalasan membuat Kedai Teh Kalasan ini.

“Sekarang kan kopi sudah banyak, kita cari yang beda dari yang lain”, ungkap mbak Tari. Sayangnya saya tidak sempat bertemu dengan Pak Joni karena beliau sedang pergi keluar kota.

Tak terasa seteko Blooming Tea dan Earl Grey telah tandas, waktunya untuk membayar pesanan. Sebelum sampai di meja kasir, mbak Tari sedikit memberikan tur dan mengenalkan teh yang terpajang di tiang-tiang bangunan. Tak hanya itu, mbak Tari menunjukan koleksi teh yang berasal dari berbagai negara seperti Cina, Jepang dan Turki.

Saya juga mencium beberapa sample teh di meja kasir. Ada yang beraroma mangga, kelapa dan bunga-bungaan. Benar-benar tak hanya memanjakan lidah tetapi juga mata dan hidung.

Baca juga: Soto Daging Sapi Pak Ngadiran: Racikan Sederhana Yang Ngangenin

Meknikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan
Meknikmati Teh Berbagai Negara di Kedai Teh Kalasan

Sambil menikmati aroma mangga dari teh yang saya pegang, struk dengan jumlah Rp49.000 di letakkan di meja. Segera saya membayar tagihan dan berpamitan pulang.

Kunjungan saya di Kedai Teh Kalasan ini tidak hanya untuk memanjakan lidah dengan teh yang berasal dari negeri tirai bambu.

Tetapi membawa pengetahuan tersendiri bagi saya bahwa teh tidak hanya melulu segelas teh yang biasa kita minum di angkringan. Teh memiliki banyak jenis dan berasal dari berbagai negara.

Menurut saya, teh kini tidak kalah populer dibandingkan dengan kopi. Teh juga menjadi tradisi dunia yang juga mengakar kuat di Indonesia. Bagi kalian pencinta teh atau sekedar penasaran dengan teh, tak ada salahnya berkunjung ke Kedai Teh Kalasan.

Selamat “ngeteh” kawan-kawan!

Baca juga artikel menarik lainnya Reza Rizki.

Load More Related Articles
Load More By Rezarizkii
Load More In Tempat Nongkrong